<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8590952978031482641</id><updated>2012-01-20T14:48:25.738+07:00</updated><category term='sejarah'/><category term='LAKIP'/><category term='penerimaan CPNS'/><category term='haji'/><category term='sertifikasi dosen'/><category term='MESP'/><category term='pribadi'/><category term='ziarah'/><category term='stock'/><category term='culture n arts'/><category term='review'/><category term='journey'/><category term='lingkungan'/><category term='good governance'/><title type='text'>Tri Hartanto's blog</title><subtitle type='html'>Perjalananku...., Perjalanan hidupku...</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://triehartanto.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8590952978031482641/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://triehartanto.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Tri Hartanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11220858388235859727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_jbdytvm49dk/TAItxQhLrOI/AAAAAAAAAI8/HpU9vWO5hKk/S220/11549_1197809944906_1218231067_30641718_4479968_s.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>19</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8590952978031482641.post-6770404910386412489</id><published>2011-12-14T10:50:00.000+07:00</published><updated>2011-12-14T10:50:04.361+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='review'/><title type='text'>MISTERI KEMATIAN DUA JENDERAL DI SURABAYA</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-b8bRDA98fxc/TugK5HqpEyI/AAAAAAAAALE/Asdbw-gn2zg/s1600/IMG-20111214-00043.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-b8bRDA98fxc/TugK5HqpEyI/AAAAAAAAALE/Asdbw-gn2zg/s320/IMG-20111214-00043.jpg" width="235" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Jalan-jalan ke Gramedia, tanpa sengaja mataku tertuju kesebuah buku yang dipajang di rak BUKU BARU. Sebuah buku yang cukup tebal,dengan sampul warna coklat dan judul yang cukup provokatif, PERTEMPURANSURABAYA, NOVEMBER 1945 karya Des Alwi. Terdorong oleh rasa ingin tahu, bukuitu kemudian saya ambil dan saya bolak balik sekedarnya. Dari googling sebentardi PDA, ternyata diketahui buku tersebut baru dilaunching akhir November lalu diPerpustakaan Nasional Jakarta, yang dihadiri oleh Wakil Presiden Boediono, EmilSalim, Jimly Asshidiqie, dan Prabowo Subianto. Peluncuran buku tersebutbersamaan dengan buku lainnya dengan penulis yang sama, yaitu Dari Banda Neiramenuju Indonesia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Sejauh yang saya tahu, belum ada buku yang secara rincimembahas pertempuran Surabaya 10 November 1945. Buku yang setidaknyamenceritakan detail pertempuran heroik tersebut dari gang ke gang, dari kampungke kampung, sampai mundurnya para pejuang dari kota Surabaya dan melakukan peranggerilya. Padahal pertempuran tersebut telah menelan korban 2 jendral dari pihakInggris, yaitu Brigjen Mallaby dan Brigjen Robert Guy Loder-Symonds DSO MC,Komandan Detasemen Artileri Pasukan Inggris di Soerabaja. Bahkan sampai saatini kematian Brigjen Mallaby masih menjadi kontroversi tentang penyebabkematiannya. Sedangkan Brigjen Robert Loder-Symonds tewas ketika pesawatmosquito yang ditumpanginya jatuh tertembak di lapangan udara MorokrembanganSurabaya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Situs &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Peristiwa_10_November#Kematian_Brigadir_Jenderal_Mallaby"&gt;wikipedia &lt;/a&gt;menyebut kematian Mallaby akibat ditembakoleh seorang pemuda yang tidak dikenal, ketika berusaha meredakan pertempuranantara pemuda Indonesia dan tentara Inggris yang terkepung di gedungInternatio. Hal serupa juga disampaikan oleh Kapten RC Smith dalam sidang&amp;nbsp; mahkamah militer Inggris, yang menyebut bahwaMallaby tertembak oleh seorang pemuda Indonesia. Sedangkan pemuda tersebutakhirnya tewas oleh ledakan granat dalam mobil Mallaby yang dilemparkan olehpengawal jendral tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Tetapi Des Alwi dalam buku ini menyebutkan bahwa kemungkinanMallaby mati akibat tembakan salah sasaran (friendly fire) dari tentaraInggris. Hal ini berdasarkan kesaksian dari Muhamad, tokoh pemuda yang ikutmasuk ke gedung Internatio untuk mendinginkan suasana. Di dalam gedungtersebut, Muhamad melihat sendiri tentara Inggris telah menyiapkan mortir yangdiarahkan ke kerumunan massa yang mengelilingi mobil Mallaby. Dia jugamendengar sendiri hubungan telepon antara Kapten Shaw dan komandannya diWesterbeuitenweg&amp;nbsp; di Tandjoeng Perak.Rencananya, jika kerumunan rakyat dihujani dengan mortir, maka mereka akankocar kacir dan kesempatan tersebut akan digunakan tentara Inggris yangterkepung di gedung Internatio untuk meloloskan diri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;Karena pintu kamar tetap dibiarkan terbuka, maka saya bisa menduga, bahwa mortir di depan jendela tersebut akan ditujukan kepada sederetan mobil yang sedang berhenti di dekat Jembatan Merah. Mungkin dengan perhitungan, bila peluru yang ditembakkan mengenai sasaran, rakyat akan menjadi panik sehingga memberi kesempatan kepada Brigadir Jendral Mallaby lari melepaskan diri. Ternyata, dugaan saya tidak keliru. Sebab mobil Residen Soedirman terbakar habis, tepat kena tembakan mortir.” hal 296&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 36.0pt;"&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Tetapi yang terjadi kemudian adalah ledakan yang tidakdiketahui asalnya, yang menghancurkan mobil Mallaby. Hal ini memicu kekacauan,yang berlanjut pada kerusuhan yang tak terkendali.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt;"&gt;Sementara itu ada beberapa pemuda yang dapat menyelamatkan diri dari hujan tembakan pasukan Inggris. Seseorang meloncat ke pinggir Kali Mas, sampai di dekat kita, kemudian berbisik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt;"&gt;“pak, sudah beres.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt;"&gt;“lho, apanya yang sudah beres?” tanya Doel Arnowo.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt;"&gt;“Jendralnya Inggris, Pak, yang tua itu. Mobilnya meledak dan dia sudah mati terbakar.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt;"&gt;“Siapa meledakkan?” tanya kita serentak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt;"&gt;Dia segera menjawab, “Tidak tahu. Tiba-tiba saja ada granat meledak dari dalam mobil. Tetapi, memang dari pihak kita, juga ada yang menembak ke arah mobil tersebut.” Begitu penjelasannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt;"&gt;Kami semua sangat kaget. Maka saya langsung mengingatkan pemuda itu, “Sudahlah kamu diam saja. Jangan bercerita pada orang lain.” hal. 299&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 36.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-g5RTtT3P72w/TugbRqfidMI/AAAAAAAAALM/7roT0_we_q4/s1600/17533491ab3dfac029.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="371" src="http://3.bp.blogspot.com/-g5RTtT3P72w/TugbRqfidMI/AAAAAAAAALM/7roT0_we_q4/s400/17533491ab3dfac029.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;seorang tentara Inggris duduk memperhatikan bekasmobil yang dipakai Mallaby&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Pada akhirnya, jenazah Mallaby yang hangus terbakardikembalikan kepada pasukan Inggris seminggu kemudian. Tanpa sempat mengecekapakah jenazah tersebut benar Mallaby atau bukan, karena pertempuran segeraberkobar, pasukan Inggris segera mengubur jenazah tersebut di kawasan TandjungPerak. Setelah tembak menembak mereda, jenazah tersebut dipindahkan kepemakaman Kembang Kuning Surabaya. Beberapa bulan kemudian sekali lagi jenazahtersebut dipindahkan di Commonwealth War Cemetary, Menteng Pulo, Jakarta,sampai sekarang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Akibat meninggalnya Mallaby, &lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mayor_Jenderal" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-origin: initial;" title="Mayor Jenderal"&gt;&lt;span style="background: white; color: #0645ad; text-decoration: none; text-underline: none;"&gt;Mayor Jenderal&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial;"&gt;&lt;span style="float: none;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Robert_Mansergh" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-origin: initial;" title="Robert Mansergh"&gt;&lt;span style="background: white; color: #0645ad; text-decoration: none; text-underline: none;"&gt;Robert Mansergh&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial;"&gt;&lt;span style="float: none;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial;"&gt;mengeluarkanultimatum yang menyebutkan bahwa semua pimpinan dan orang Indonesia yang ber&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Senjata" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-origin: initial;" title="Senjata"&gt;&lt;span style="background: white; color: #0645ad; text-decoration: none; text-underline: none;"&gt;senjata&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial;"&gt;&lt;span style="float: none;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial;"&gt;harus melapor dan meletakkan senjatanya ditempat yang ditentukan dan menyerahkan diri dengan mengangkat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tangan" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-origin: initial;" title="Tangan"&gt;&lt;span style="background: white; color: #0645ad; text-decoration: none; text-underline: none;"&gt;tangan&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial;"&gt;&lt;span style="float: none;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial;"&gt;di atas. Batas ultimatum adalah jam 6.00 pagi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial;"&gt;&lt;span style="float: none;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial;"&gt;tanggal&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/10_November" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-origin: initial;" title="10 November"&gt;&lt;span style="background: white; color: #0645ad; text-decoration: none; text-underline: none;"&gt;10 November&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1945" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-origin: initial;" title="1945"&gt;&lt;span style="background: white; color: #0645ad;"&gt;1945&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;.Karena arek-arek Surabaya tidak mau menaati ultimatum tersebut, maka meletuslahpertempuran Surabaya 10 November 1945.&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Dari catatan yang ada, kekuatan Inggris untuk menghukumSurabaya atas tewasnya Mallaby sangat menakjubkan. Mereka terdiri dari 4thIndian Field Regiment; 5th Indian Field Regiment; 24th Indian MountainRegiment; 5th Mahratta Anti Tank Regiment. Selanjutnya ada 17th Dogra MachineGun Battalion; 1/3rd Madras Regiment (HQ Battalion); 3/9th Jat Regiment (reconnaissancebattalion) di bawah komando Brigjen Roger Guy Loder Symonds.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-hTXfqxM2m2s/Tugck5ZuHiI/AAAAAAAAALc/HW-f2zocwdA/s1600/17533491ab3dfbf919.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="398" src="http://2.bp.blogspot.com/-hTXfqxM2m2s/Tugck5ZuHiI/AAAAAAAAALc/HW-f2zocwdA/s400/17533491ab3dfbf919.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Pasukan Inggris beraksi dengan persentaan berat&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Selain itu juga dihadirkan 9th Indian Infantry Brigade; 2ndWest Yorkshire Regiment; 3/2nd Punjab Regiment dan 1st Burma Regiment dibawakomando Brigjen HGL Brain. Berikutnya ada 123rd Indian Infantry Brigade; 2/IstPunjab Regiment; I/17th Dogra Regiment serta 3/9th Gurkha Rifles dibawahkomando Brigjen EJ Denholm Young. Pasukan berikutnya yang terlibat adalah 161stIndian Infantery Brigade; I/Ist Punjab Regiment; 4/7th Rajpur Regiment dan3/4th Gurkha Rifles dibawah komando Brigjen EHW Grimshaw. Total seluruh pasukantidak kurang dari 28.000 prajurit.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Pasukan diatas juga didukung dengan fregat HMS Loch Gorm danLoch Glendhu, kapal penjelajah HMS Sussex, tiga kapal terpedo HMS Carron,Caesar, dan Cavalier; dan kapal pengangkut pasukan HMS Gleen Roy, PrincessBeatrix, Waveny, SS Bapeta, Pulasti, Malika, dan Floristan; serta empat LandingShip Tank (LST) dan empat Landing Craft Tank (LCT). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Persenjataan yang dikerahkan pasukan Inggris antara lainsatu skuadron tank ringan, bren carrier, dan 20 tank Sherman, yang didukungoleh kesatuan artileri berat yang membawa meriam 23 pound dan howitzer 3-7. Dayapenghancur kekuatan ini masih ditambah dengan tembakan meriam kapal yang legojangkar di Tandjoeng Perak, yang daya jangkau tembakannya bisa mencapai radiussampai Wonokromo. Sedangkan untuk keperluan intai dan serangan udara, pasukan Inggrismenggunakan armada udara skadron pesawat Mosquito dan thunderbolt, denganmembawa bom seberat 500 pound.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-rPEWZ8AjqcU/TugcQYQMSPI/AAAAAAAAALU/PPCqZOh5BtA/s1600/1753349197b4e8c508.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="337" src="http://4.bp.blogspot.com/-rPEWZ8AjqcU/TugcQYQMSPI/AAAAAAAAALU/PPCqZOh5BtA/s400/1753349197b4e8c508.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Soerabaja 1945 from the sky&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Kondisi diatas sangat berlawanan dengan kekuatan yangdimiliki pihak Republik. Menjelang pertempuran, pihak Republik hanya bisa mengerahkandelapan batalyon TKR, empat batalyon TKR Laoet, satu kompi Polisi Istimewa, duabatalyon Polisi, satu batalyon TKR Peladjar, lima batalyon PRI, satu batalyonBPRI, satu batalyon Hizboellah, ditambah beberapa kompi laskar bersenjata dariluar kota. Persenjataan yang dimiliki juga tidak sebanding dengan kekuatanInggris, dimana pihak Republik hanya mengandalkan senjata rampasan dari pihakJepang. Itupun yang bisa dikuasai hanya senjata ringan. Sedangkan persenjataanberat, seperti meriam lapangan dan senjata anti pesawat udara, praktis tidak adayang bisa menggunakannya. Sampai Bung Tomo melalui Radio Pemberontakan terusmenerus menyerukan, “Siapa saja yang ahli senjata berat, terutama anti aircraftguns 20mm Oerlikon dengan 40 Hispano Suiza, silahkan secepatnya menghubungiBPRI.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Membaca buku ini ibarat memasuki portal waktu, yang akanmembawa kita ke masa perang dan luapan semangat arek-arek Suroboyo. Detail demidetail letusan senjata di jalan-jalan Surabaya diceritakan secara apik, enakdibaca. Bahkan mungkin sebagian pembaca ada yang baru tahu bahwa diMorokrembangan dulu ada sebuah lapangan terbang. Lapangan terbang yang menjadisaksi jatuhnya pesawat yang dinaiki Jendral Robert Loder-Symonds&amp;nbsp; akibat disengat senjata anti pesawat udarayang diawaki oleh Goemoen, dari kesatuan BPRI (Barisan Pemberontak RakjatSoerabaja). Dan seperti halnya Mallaby, jenazah Robert Loder-Symonds saat inijuga dimakamkan di Commonwealth War Cemetary Blok V, Menteng Pulo, Jakartabersebelahan dengan pilot yang menerbangkan pesawatnya, Letnan Osborn.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Dengan tebal 512+xvii halaman, rasanya buku ini cukup “berbobot”untuk ukuran buku bacaan. Cukup untuk membuat orang berpikir dua kali untukmembukanya, apalagi untuk orang yang tidak suka membaca sejarah. Namun ketikakita membuka buku dan mulai menjelajahi lembar demi lembar, maka perasaantersebut langsung hilang. Dengan gaya bahasa yang enak untuk dibaca, terlebihdengan ukuran huruf (font) yang cukup besar, rasanya buku itu jadi ringan untukdibaca.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;Sementara itu Tanya Alwi, adik kandung Des Alwi,&amp;nbsp; mengatakan buku tersebut merupakan karyaterakhir yang ditulis oleh Des Alwi, bahkan saat detik-detik terakhir sebelumDes Alwi masuk ke ruang operasi. Kita tahu, bahwa Des Alwi akhirnya meninggalpada hari Jumat, 12 November 2010 dalam usia ke 83.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8590952978031482641-6770404910386412489?l=triehartanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://triehartanto.blogspot.com/feeds/6770404910386412489/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://triehartanto.blogspot.com/2011/12/misteri-kematian-dua-jenderal-di.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8590952978031482641/posts/default/6770404910386412489'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8590952978031482641/posts/default/6770404910386412489'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://triehartanto.blogspot.com/2011/12/misteri-kematian-dua-jenderal-di.html' title='MISTERI KEMATIAN DUA JENDERAL DI SURABAYA'/><author><name>Tri Hartanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11220858388235859727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_jbdytvm49dk/TAItxQhLrOI/AAAAAAAAAI8/HpU9vWO5hKk/S220/11549_1197809944906_1218231067_30641718_4479968_s.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-b8bRDA98fxc/TugK5HqpEyI/AAAAAAAAALE/Asdbw-gn2zg/s72-c/IMG-20111214-00043.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8590952978031482641.post-4446604306820965818</id><published>2011-12-10T11:18:00.001+07:00</published><updated>2011-12-10T12:25:06.601+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MESP'/><title type='text'>Wisuda Pascasarjana UNS Solo</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-fiLljjHA5L8/TuLoOgEFm5I/AAAAAAAAAKc/Q33uceGgmPs/s1600/wisuda+2.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://2.bp.blogspot.com/-fiLljjHA5L8/TuLoOgEFm5I/AAAAAAAAAKc/Q33uceGgmPs/s320/wisuda+2.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Setelah sekian lama bergelut dengan kegiatan kuliah diprogram Magister Ekonomi dan Studi Pembangunan (MESP UNS) – sampai lupa kalaupunya blog – maka pada hari Kamis, 1 Desember 2011 kemarin saya mengikutiwisuda di kampus UNS Solo. Wisuda ini sekaligus menandai berakhirnya statussaya sebagai mahasiswa program Pascasarjana di UNS Solo. Tidak terasa, waktuberjalan begitu cepat, dimulai sejak &lt;a href="http://triehartanto.blogspot.com/2010/05/reformasi-pelayanan-publik-menuju-good.html"&gt;kuliah perdana&lt;/a&gt; pada tanggal 22 Mei 2010 lalu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Wisuda program Pascasarjana, PPDS (ProgramPendidikan Dokter Spesialis), dan Sarjana UNS periode II kali ini diikuti oleh 1.281orang. Jumlah tersebut terdiri atas 1 orang Program Doktor (prodi Linguistik),236 orang Program Magister dari 24 program studi, 10 orang Dokter Spesialisdari 5 program studi, dan 1.034 Program Sarjana dari 9 Fakultas. Diantara paralulusan tersebut, terdapat 96 orang lulus dengan predikat “&lt;b&gt;&lt;i&gt;Cumlaude”&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; ataudengan pujian, yaitu 39 orang Magister dari 16 prodi dan 57 orang Sarjana dari9 Fakultas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Dengan adanya wisuda kali ini, maka total jumlah lulusan ProgramDoktor, Magister, Dokter Spesialis, Profesi Akuntansi, dan Sarjana UNS sejakberdiri sampai sekarang adalah 86.449 alumni dengan perincian sebagai berikut:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Program Pascasarjana 5.739 orang terdiri dariProgram Doktor 29 orang dan Program Magister 5.710 orang dan 916 orangdiantaranya berpredikat&amp;nbsp; Cumlaude.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Program Pendidikan Dokter Spesialis 196 orang&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Program Pendidikan Profesi Akuntansi 146 orang&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Program Sarjana 80.368 orang, dan 2.648 orangdiantaranya berpredikat Cumlaude.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Karena wisuda kali ini untuk program Pascasarjana danSarjana, maka tidak ada data dari panitia berapa jumlah alumni UNS dari programD3 dan D4. Demikian juga dengan alumni dari Program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ)dan alumni Program Pengakuan Kerja dan Hasil Belajar (PPKHB).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-JP_DoGwqlMg/TuLrjhsN5_I/AAAAAAAAAKs/3gR6RTHKNeU/s1600/IMG-20111201-00027.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://2.bp.blogspot.com/-JP_DoGwqlMg/TuLrjhsN5_I/AAAAAAAAAKs/3gR6RTHKNeU/s400/IMG-20111201-00027.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Saya sendiri tidak tahu pasti apa kriterianya sehinggaseorang lulusan berhak menyandang predikat cumlaude. Tapi jika melihat dari IPKyang diperoleh, maka batas minimal cumlaude bagi Pascasarjana adalah 3,71 danbagi Sarjana adalah 3,51. Dan sebagai penghargaan atas prestasi tersebut, makawisudawan dengan predikat cumlaude akan memperoleh selempang warna biru dengan tulisanCUMLAUDE yang berhak dipakai bersama dengan toganya. Di samping itu, wisudawan tersebutjuga akan diwisuda langsung oleh Rektor UNS dan memperoleh vandel cumlaude yangbertuliskan nama wisudawan yang bersangkutan. Sementara bagi yang “belum cumlaude”,prosesi penyerahan ijasah dan pemindahan kuncir toga dilakukan oleh Dekanmasing-masing.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-USOFcxPOEGE/TuLokoiS4QI/AAAAAAAAAKk/-JSrgD7-IJc/s1600/wisuda_0005.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="322" src="http://4.bp.blogspot.com/-USOFcxPOEGE/TuLokoiS4QI/AAAAAAAAAKk/-JSrgD7-IJc/s400/wisuda_0005.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Karena banyaknya peserta wisuda, maka prosesi wisudadilaksanakan dalam dua sesi, yaitu sesi pagi dan sesi siang. Sesi pagidilaksanakan mulai jam 08.00 WIB diikuti oleh wisudawan dari Program Pascasarjana&amp;nbsp;dan program Sarjana dari FakultasEkonomi dan Fakultas Kedokteran. Sesi kedua dimulai jam 10.00 WIB diikuti olehwisudawan program Sarjana dari FKIP, Sastra, Hukum, Fisip, Pertanian Teknik,dan MIPA. Cukup ribet pembagian dan pengaturan prosesi wisuda yang berlangsungdua sesi ini. Terlebih menurut panitia, “mengatur orang yang sedang senang itususah....”. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Alhamdulillah, ternyata seluruh prosesi wisuda bisaberlangsung dengan lancar. Sesi satu bisa berlangsung dengan baik, demikianjuga sesi dua bisa berjalan dengan lancar. Kunci utama adalah ketegasan panitiauntuk melaksanakan aturan main yang telah disepakati bersama. Misalnya dengantetap melarang wisudawan yang terlambat datang untuk masuk jika pintuauditorium telah ditutup. Atau juga segera “mengusir” wisudawan sesi satu dariruang auditorium karena segera akan dipakai untuk wisuda sesi dua. Biasalah,selesai acara banyak wisudawan yang narsis memanfaatkan moment tersebut untukberfoto-foto di panggung wisuda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/--gfC4kpWjRU/TuLsdJsv8kI/AAAAAAAAAK0/Zghbcvr71U4/s1600/IMG-20111201-00034.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://4.bp.blogspot.com/--gfC4kpWjRU/TuLsdJsv8kI/AAAAAAAAAK0/Zghbcvr71U4/s400/IMG-20111201-00034.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Selesai prosesi wisuda, saya bersama wisudawan programPascasarjana lainnya diminta ke aula gedung Pascasarjana, untuk mengikuti pelepasanwisudawan oleh Direktur Pascasarjana. Dalam kesempatan tersebut, dibagikantranskrip nilai dan legalisir ijasah S2. Lagi-lagi, wisudawan berpredikatcumlaude mendapat penghargaan, kali ini dari pengelola Pascasarjana. Memangenak lulus berstatus cumlaude.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8590952978031482641-4446604306820965818?l=triehartanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://triehartanto.blogspot.com/feeds/4446604306820965818/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://triehartanto.blogspot.com/2011/12/wisuda-pascasarjana-uns-solo.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8590952978031482641/posts/default/4446604306820965818'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8590952978031482641/posts/default/4446604306820965818'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://triehartanto.blogspot.com/2011/12/wisuda-pascasarjana-uns-solo.html' title='Wisuda Pascasarjana UNS Solo'/><author><name>Tri Hartanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11220858388235859727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_jbdytvm49dk/TAItxQhLrOI/AAAAAAAAAI8/HpU9vWO5hKk/S220/11549_1197809944906_1218231067_30641718_4479968_s.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-fiLljjHA5L8/TuLoOgEFm5I/AAAAAAAAAKc/Q33uceGgmPs/s72-c/wisuda+2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Kampus UNS, Surakarta, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-7.560290843079072 110.85655689239502</georss:point><georss:box>-7.564225843079072 110.85162139239502 -7.556355843079071 110.86149239239502</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8590952978031482641.post-6341860628274377487</id><published>2011-02-09T14:30:00.000+07:00</published><updated>2011-12-10T12:26:36.686+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sertifikasi dosen'/><title type='text'>Menyusun Portofolio Sertifikasi Dosen</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Undang-undang nomer 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional secara tegas menegaskan bahwa &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara. Atas dasar hal tersebut, maka dalam beberapa tahun belakangan ini, pemerintah gencar berupaya meningkatkan standar pendidikan di Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Langkah-langkah tersebut antara lain meningkatkan anggaran pendidikan hingga mencapai 20% dari APBN, menyusun standar nasional pendidikan sebagaimana tertuang dalam peraturan pemerintah nomer 19 tahun 2005, dan memperbaiki nasib guru dan dosen sebagai tenaga pendidik. Khusus untuk hal yang terakhir, pemerintah secara serius telah membuat regulasi yang mengaturnya dalam undang-undang nomer 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Satu hal yang menggembirakan banyak pihak adalah adanya janji pemerintah untuk mengusahakan agar tenaga pendidik tersebut bisa memperoleh penghasilan di atas kebutuhan hidup minimum dan jaminan kesejahteraan sosial. Penghasilan diatas kebutuhan hidup minimum diatas meliputi gaji pokok, tunjangan yang melekat pada gaji, serta penghasilan lain yang berupa tunjangan profesi, tunjangan fungsional, tunjangan khusus, tunjangan kehormatan, serta maslahat tambahan yang terkait dengan tugas sebagai dosen. Khusus untuk tunjangan profesi, hanya diberikan kepada tenaga pendidik (dosen) yang telah mendapatkan sertifikat pendidik setelah melalui serangkaian tahapan sertifikasi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="Default" style="line-height: 150%; margin-left: 18.0pt; mso-list: l1 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;A.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Sertifikasi Dosen&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="line-height: 150%; margin-left: 18.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Sertifikasi dosen merupakan program yang bertujuan untuk meningkatkan kreatifitas dan kualitas kinerja dosen agar para dosen mampu mengaktualisasikan potensi diri secara lebih optimal sebagaimana tercermin dalam misi tridharma perguruan tinggi (pembelajaran, penelitian dan pengabdian). Pada pelaksanaannya, sertifikasi ini mengacu pada regulasi, prosedur dan format nasional sertifikasi dosen Kementerian Pendidikan Nasional, baik dari segi instrumen, mekanisme, pemetaan prioritas dosen yang akan disertifikasi, uji portofolio, dan sebagainya. Diharapkan dengan adanya kegiatan sertifikasi ini bisa terlahir profesionalisme dosen, yang dinyatakan dalam bentuk pemberian sertifikat pendidik. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="line-height: 150%; margin-left: 18.0pt; mso-list: l1 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;B.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Pelaksanaan Sertifikasi Dosen&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="line-height: 150%; margin-left: 18.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Kegiatan sertifikasi dosen dimulai dengan adanya penentuan kuota peserta serdos bagi perguruan tinggi pengusul sertifikasi dosen (PTP Serdos). Kuota ini merupakan pagu calon peserta yang tidak bisa dirubah jumlahnya. Karena itu, penetapan dan pengumuman kuota peserta serdos merupakan hal yang paling ditunggu oleh kebanyakan dosen di tiap perguruan tinggi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="line-height: 150%; margin-left: 18.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Setelah kuota calon peserta serdos diumumkan, tahap selanjutnya adalah penyusunan portofolio. Portofolio sertifikasi dosen itu sendiri adalah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;kumpulan dokumen yang terdiri dari (1) kualifikasi akademik dan unjuk kerja tridharma perguruan tinggi; (2) persepsi dari atasan, sejawat, mahasiswa dan diri sendiri tentang kepemilikan kompetensi pedagogik, profesional, sosial dan kepribadian; dan (3) pernyataan diri tentang kontribusi dosen yang bersangkutan dalam pelaksanaan dan pengembangan tridharma perguruan tinggi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="line-height: 150%; margin-left: 18.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="line-height: 150%; margin-left: 18.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Dari uraian diatas, maka penilaian atas portofolio yang disusun oleh seorang peserta sertifikasi dosen adalah:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l0 level1 lfo2; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Penilaian Empirikal&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 36.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-autospace: none;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Yaitu penilaian atas bukti yang terkait dengan kualifikasi akademik dan angka kredit dosen&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;untuk kenaikan jabatan akademik sebagaimana tersebut dalam SK Menkowasbangpan Nomor 38 Tahun 1999. Bukti-bukti tersebut antara lain SK pengangkatan sebagai dosen, penetapan angka kredit (PAK), dan SK pangkat terakhir. Beberapa perguruan tinggi melengkapinya dengan SK CPNS/PNS dan SK beban mengajar&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="Default" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l0 level1 lfo2; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Penilaian Persepsional&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 36.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-autospace: none;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Yaitu penilaian &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;yang didasarkan atas persepsi kepemilikan kompetensi pedagogik, profesional, kepribadian dan sosial oleh mahasiswa, teman sejawat, atasan dan diri sendiri. Instrumen penilaian ini berupa lembar-lembar penilaian yang telah diisi oleh mahasiswa, teman sejawat, atasan dan diri sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 36.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-autospace: none;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Mahasiswa diminta menilai karena mahasiswa dianggap sebagai pihak yang langsung merasakan sejauh mana kompetensi dosen yang bersangkutan. Teman sejawat menilai, karena diyakini mereka mengetahui kemampuan dosen dalam rapat-rapat resmi di jurusan/program studi atau dalam perbincangan sehari-hari. Dan atasan menilai, karena dianggap dapat merasakan sejauh mana kemampuan dosen dalam melaksanakan tugasnya sehari-hari. Dan diri sendiri juga ikut menilai, karena diri sendirilah yang seharusnya paling tahu tentang kompetensinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l0 level1 lfo2; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;3.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Deskripsi Diri&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 36.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-autospace: none;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Yaitu &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;pernyataan dari dosen yang bersangkutan tentang prestasi dan kontribusi yang telah diberikannya dalam pelaksanaan dan pengembangan Tridharma Perguruan Tinggi. Disini dosen diminta membuat essai tentang kegiatan yang pernah dilakukan, sehingga bersifat unik dan sangat berbeda antara dosen satu dengan yang lainnya. Oleh sebab itu obyektifitas dosen mendeskripsikan diri akan sangat menentukan dan menggambarkan kejujuran professional dosen yang bersangkutan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 36.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-autospace: none;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="line-height: 150%; margin-left: 18.0pt; mso-list: l1 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;C.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Proses Sertifikasi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="line-height: 150%; margin-left: 18.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Proses sertifikasi dosen secara resmi dimulai saat keputusan tentang berapa kuota untuk perguruan tinggi yang bersangkutan dikeluarkan. Dari sini, mereka mulai mengumpulkan beberapa data menyangkut status kepegawaian, jumlah angka kredit yang telah dikumpulkan, dan surat keputusan lain yang terkait dengan status fungsional dosennya. Untuk penilaian persepsional, peserta dapat bekerja sama dengan jurusan atau program studinya dalam menentukan siapa teman sejawat dan atasan penilainya. Sedang untuk menentukan siapa mahasiswa penilai, peserta dapat memilih 5 orang mahasiswanya untuk menjadi penilai dan mengisi form penilaian.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="line-height: 150%; margin-left: 18.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Yang tidak kalah pentingnya adalah membuat deskripsi diri, yang antara lain berisi gambaran aktualisasi diri dosen yang bersangkutan. Deskripsi diri ini lebih baik berisi hal-hal nyata yang telah dilakukan, dan bukan hal yang seharusnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="line-height: 150%; margin-left: 18.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Setelah semua proses pengisian portofolio dilakukan, berkas kemudian dikirimkan ke Perguruan Tinggi Penyelenggara (PTP) serdos yang telah ditunjuk.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="line-height: 150%; margin-left: 18.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="line-height: 150%; margin-left: 18.0pt; mso-list: l1 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;D.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Hasil Akhir&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="line-height: 150%; margin-left: 18.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Setelah melalui serangkaian pembahasan, monitoring dan evaluasi (&lt;/span&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;monev&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;), dan proses penilaian lainnya, maka Perguruan Tinggi Penyelenggara (PTP) serdos mengirimkan pemberitahuan kepada Perguruan Tinggi Pengusul tentang nama-nama peserta serdos yang dinyatakan lulus. Kepada mereka yang dinyatakan lulus diberikan sertifikat pendidik, dan pada bulan Januari tahun berikutnya tunjangan profesi bisa mulai dicairkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8590952978031482641-6341860628274377487?l=triehartanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://triehartanto.blogspot.com/feeds/6341860628274377487/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://triehartanto.blogspot.com/2010/07/menyusun-portofolio-sertifikasi-dosen.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8590952978031482641/posts/default/6341860628274377487'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8590952978031482641/posts/default/6341860628274377487'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://triehartanto.blogspot.com/2010/07/menyusun-portofolio-sertifikasi-dosen.html' title='Menyusun Portofolio Sertifikasi Dosen'/><author><name>Tri Hartanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11220858388235859727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_jbdytvm49dk/TAItxQhLrOI/AAAAAAAAAI8/HpU9vWO5hKk/S220/11549_1197809944906_1218231067_30641718_4479968_s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8590952978031482641.post-5582699236573895671</id><published>2010-10-24T21:15:00.001+07:00</published><updated>2010-10-24T21:19:06.290+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='culture n arts'/><title type='text'>Keroncong Bale, apresiasi orkes keroncong kampung</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal"&gt;Ada sebuah even budaya kecil yang berlangsung di kota Solo kemarin, yaitu Keroncong Bale. Sebuah pertunjukan live seni keroncong yang digelar secara rutin di Balai Soedjatmoko jalan Slamet Riyadi Solo. Biasanya digelar pada minggu ketiga tiap bulan, dengan menampilkan orkes keroncong non profesional di kota Solo.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_jbdytvm49dk/TMP-fRuwjsI/AAAAAAAAAKE/swfaZ0HFEv0/s1600/IMAG0021.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="298" src="http://3.bp.blogspot.com/_jbdytvm49dk/TMP-fRuwjsI/AAAAAAAAAKE/swfaZ0HFEv0/s400/IMAG0021.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari Jumat 22 November 2010 kemarin, Keroncong Bale menampilkan Orkes Keroncong Putri Delima dari &lt;a href="http://smkn8solo.net/id/index.php"&gt;SMKN 8 Surakarta&lt;/a&gt;, atau yang dulu lebih dikenal dengan nama SMKI Surakarta. Menjadi istimewa karena keroncong bale kali ini menampilkan anak-anak ABG yang piawai memegang berbagai alat musik. Jika selama ini keroncong identik dengan kaum berumur dan generasi jadul, maka malam itu SMKN 8 bisa membuktikan bahwa musik keroncong adalah juga musik segala usia. Tanpa canggung mereka membawakan belasan lagu di hadapan banyak orang, yang sebagian besar adalah pengunjung Gramedia. Lagu yang dibawakan pun cukup beragam, baik itu lagu keroncong murni, campursari, ataupun lagu pop yang telah diaransemen ke dalam format musik keroncong. Misalnya lagu “Teruskanlah” dari Agnes Monica bisa dibawakan dengan apik dan sangat menjiwai.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_jbdytvm49dk/TMP-50pXr0I/AAAAAAAAAKI/gWtnX1J57h8/s1600/IMAG0018.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="298" src="http://1.bp.blogspot.com/_jbdytvm49dk/TMP-50pXr0I/AAAAAAAAAKI/gWtnX1J57h8/s400/IMAG0018.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Pengunjung pun dimanjakan dengan berbagai hidangan ringan ala jajan pasar yang bisa diambil secara bebas sambil menikmati alunan musik. Beberapa pengunjung yang notabene adalah kaum berumur terlihat sangat menikmati pertunjukan tersebut. Tidak jarang mereka berkomentar atau bahkan ikut bernyanyi untuk sekedar membetulkan cengkok atau nada suara yang dirasa masih fals. Wajar sajalah. Mungkin rasanya seperti seorang kakek yang mengajari cucunya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Acara yang juga direlay secara langsung oleh &lt;a href="http://riafmsolo.blog.friendster.com/"&gt;Ria FM 98.8 MHzSolo&lt;/a&gt; ini akhirnya berakhir sekitar pukul 22.00 WIB. Rasanya waktu yang dua jam berjalan cepat dan sedikit melalaikan. Barangkali jika diawali lebih sore, maka akan lebih banyak lagi penikmat musik keroncong yang bisa terhibur. Tetapi setidaknya, bentara budaya kecil di pinggir jalan kota Solo ini semakin mengukuhkan kota Solo sebagai &lt;b&gt;&lt;i&gt;the spirit of java.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8590952978031482641-5582699236573895671?l=triehartanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://triehartanto.blogspot.com/feeds/5582699236573895671/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://triehartanto.blogspot.com/2010/10/keroncong-bale-apresiasi-orkes.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8590952978031482641/posts/default/5582699236573895671'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8590952978031482641/posts/default/5582699236573895671'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://triehartanto.blogspot.com/2010/10/keroncong-bale-apresiasi-orkes.html' title='Keroncong Bale, apresiasi orkes keroncong kampung'/><author><name>Tri Hartanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11220858388235859727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_jbdytvm49dk/TAItxQhLrOI/AAAAAAAAAI8/HpU9vWO5hKk/S220/11549_1197809944906_1218231067_30641718_4479968_s.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_jbdytvm49dk/TMP-fRuwjsI/AAAAAAAAAKE/swfaZ0HFEv0/s72-c/IMAG0021.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8590952978031482641.post-2891487909988524499</id><published>2010-10-23T22:31:00.003+07:00</published><updated>2010-10-24T21:22:37.186+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='penerimaan CPNS'/><title type='text'>Penerimaan CPNS STAIN Kediri Tahun 2010</title><content type='html'>Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kediri di tahun 2010 ini kembali membuka penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) untuk formasi dosen dan pegawai. Kualifikasi yang dibutuhkan adalah minimal berijasah S2 untuk formasi dosen dan S1 untuk formasi pegawai. Dibanding tahun 2009 lalu, tahun ini jumlah CPNS yang akan diterima meningkat cukup besar, yaitu 11 orang. Jumlah tersebut terbagi atas 6 orang dosen dan 5 orang pegawai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendaftaran dibuka mulai tanggal 25 Oktober 2010 sampai dengan 3 November 2010 dengan cara online. Sedangkan tes tulis diadakan tanggal 24 November 2010. Sedangkan pengumuman hasil tes tulis tanggal 15 Desember 2010. Khusus formasi dosen, peserta yang dinyatakan lulus seleksi tulis akan mengikuti seleksi tahap kedua tanggal 16 Desember 2010 dengan materi tes berupa wawancara, psikotes, dan micro teaching. Apabila dinyatakan lulus, maka akan diangkat menjadi CPNS Kementerian Agama terhitung mulai tanggal 1 Januari 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun alur pendaftaran secara online nampak dalam bagan berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_jbdytvm49dk/TMRAo1qPb0I/AAAAAAAAAKM/mJavC2DiyzE/s1600/alur_pendaftaran.jpeg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="246" src="http://4.bp.blogspot.com/_jbdytvm49dk/TMRAo1qPb0I/AAAAAAAAAKM/mJavC2DiyzE/s400/alur_pendaftaran.jpeg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memulai pendaftaran, pelamar dapat melakukannya melalui situs &lt;a href="http://cpns.kemenag.go.id/"&gt;http://cpns.kemenag.go.id&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Contoh surat lamaran dapat di download &lt;a href="http://stainkediri.ac.id/images/contoh_surat_lamaran.pdf"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Format amplop kirim dan balasan dapat didownload &lt;a href="http://stainkediri.ac.id/images/contoh_amplop.pdf"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Format surat pernyataan dapat didownload &lt;a href="http://stainkediri.ac.id/images/pernyataan.pdf"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sedangkan informasi lengkap lowongan CPNS STAIN Kediri tahun 2010 seperti di bawah ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;h1 align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 18.0pt;"&gt;PENGUMUMAN&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;h1 align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 10.0pt;"&gt;No. Sti.8.2/KP.00.3/619/2010&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt;"&gt;Berdasarkan &lt;st1:city w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;surat&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; Sekretaris Jenderal Kementerian Agama no. B.II/1-a/Kp.003/15709/2010 tanggal18 Oktober 2010, maka Kementerian Agama RI unit kerja STAIN Kediri dalam tahun anggaran 2010 menerima Calon Pegawai Negeri Sipil dengan ketentuan sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="margin-left: 18.0pt; mso-list: l2 level1 lfo1; tab-stops: list 18.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;A.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: 400; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt;"&gt;JENIS KETENAGAAN DAN KUALIFIKASI PENDIDIKAN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;table border="1" cellpadding="0" cellspacing="0" class="MsoNormalTable" style="border-collapse: collapse; border: none; margin-left: 27.9pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-insideh: .5pt solid windowtext; mso-border-insidev: .5pt solid windowtext; mso-padding-alt: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-yfti-tbllook: 191;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr style="mso-yfti-firstrow: yes; mso-yfti-irow: 0;"&gt;   &lt;td style="background: silver; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 27.3pt;" valign="top" width="36"&gt;&lt;div align="center" class="MsoBodyText" style="text-align: center;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.0pt;"&gt;NO&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="background: silver; border-left: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 148.2pt;" valign="top" width="198"&gt;&lt;div align="center" class="MsoBodyText" style="text-align: center;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.0pt;"&gt;JENIS   TENAGA&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="background: silver; border-left: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 184.5pt;" valign="top" width="246"&gt;&lt;div align="center" class="MsoBodyText" style="text-align: center;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.0pt;"&gt;KUALIFIKASI   PENDIDIKAN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="background: silver; border-left: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 76.35pt;" valign="top" width="102"&gt;&lt;div align="center" class="MsoBodyText" style="text-align: center;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.0pt;"&gt;GOL RUANG&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="background: silver; border-left: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 54.15pt;" valign="top" width="72"&gt;&lt;div align="center" class="MsoBodyText" style="text-align: center;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.0pt;"&gt;JUMLAH&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr style="mso-yfti-irow: 1;"&gt;   &lt;td style="border-top: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 27.3pt;" valign="top" width="36"&gt;&lt;div align="center" class="MsoBodyText" style="text-align: center;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.0pt;"&gt;I&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 148.2pt;" valign="top" width="198"&gt;&lt;div class="MsoBodyText"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.0pt;"&gt;DOSEN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText"&gt;&lt;span style="font-size: 10.0pt;"&gt;1. Biologi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText"&gt;&lt;span style="font-size: 10.0pt;"&gt;2. Komunikasi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText"&gt;&lt;span style="font-size: 10.0pt;"&gt;3. Bahasa Inggris&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText"&gt;&lt;span style="font-size: 10.0pt;"&gt;4. Manajemen Pendidikan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText"&gt;&lt;span style="font-size: 10.0pt;"&gt;5. Sosiologi Hukum&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 184.5pt;" valign="top" width="246"&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.0pt;"&gt;S2   Biologi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 10.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;S2 Komunikasi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 10.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;S2 Pendidikan Bahasa Inggris&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.0pt;"&gt;S2   Manajemen Pendidikan, Tarbiyah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.0pt;"&gt;S2   Hukum&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 76.35pt;" valign="top" width="102"&gt;&lt;div align="center" class="MsoBodyText" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoBodyText" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.0pt;"&gt;III/b&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoBodyText" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.0pt;"&gt;III/b&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoBodyText" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.0pt;"&gt;III/b&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoBodyText" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.0pt;"&gt;III/b&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoBodyText" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.0pt;"&gt;III/b&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 54.15pt;" valign="top" width="72"&gt;&lt;div align="center" class="MsoBodyText" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoBodyText" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.0pt;"&gt;2&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoBodyText" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.0pt;"&gt;1&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoBodyText" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.0pt;"&gt;1&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoBodyText" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.0pt;"&gt;1&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoBodyText" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.0pt;"&gt;1&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr style="height: 49.65pt; mso-yfti-irow: 2;"&gt;   &lt;td style="border-top: none; border: solid windowtext 1.0pt; height: 49.65pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 27.3pt;" valign="top" width="36"&gt;&lt;div align="center" class="MsoBodyText" style="text-align: center;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.0pt;"&gt;II&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; height: 49.65pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 148.2pt;" valign="top" width="198"&gt;&lt;div class="MsoBodyText"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.0pt;"&gt;TENAGA TEKNIS &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="margin-left: 18.0pt; mso-list: l3 level1 lfo5; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: 400; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10.0pt;"&gt;Penyusun bahan   informasi dan publikasi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="margin-left: 18.0pt; mso-list: l3 level1 lfo5; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: 400; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10.0pt;"&gt;Penyusun bahan   program dan evaluasi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="margin-left: 18.0pt; mso-list: l3 level1 lfo5; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: 400; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10.0pt;"&gt;Pranata   komputer&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; height: 49.65pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 184.5pt;" valign="top" width="246"&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-size: 10.0pt; mso-ansi-language: PT-BR;"&gt;S1 Keagamaan Islam&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-size: 10.0pt; mso-ansi-language: PT-BR;"&gt;S1 Ekonomi, Hukum, Adm negara/publik, sospol, keagamaan Islam&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-size: 10.0pt; mso-ansi-language: PT-BR;"&gt;S1 Komputer, teknik informasi, manajemen informatika&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; height: 49.65pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 76.35pt;" valign="top" width="102"&gt;&lt;div align="center" class="MsoBodyText" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoBodyText" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.0pt;"&gt;III/a&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoBodyText" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoBodyText" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.0pt;"&gt;III/a&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoBodyText" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoBodyText" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.0pt;"&gt;III/a&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoBodyText" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; height: 49.65pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 54.15pt;" valign="top" width="72"&gt;&lt;div align="center" class="MsoBodyText" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoBodyText" style="text-align: center;"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-size: 10.0pt; mso-ansi-language: PT-BR;"&gt;1&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoBodyText" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoBodyText" style="text-align: center;"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-size: 10.0pt; mso-ansi-language: PT-BR;"&gt;2&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoBodyText" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoBodyText" style="text-align: center;"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-size: 10.0pt; mso-ansi-language: PT-BR;"&gt;2&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoBodyText" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr style="mso-yfti-irow: 3; mso-yfti-lastrow: yes;"&gt;   &lt;td colspan="4" style="background: silver; border-top: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 436.35pt;" valign="top" width="582"&gt;&lt;div align="center" class="MsoBodyText" style="text-align: center;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.0pt;"&gt;Jumlah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="background: silver; border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 54.15pt;" valign="top" width="72"&gt;&lt;div align="center" class="MsoBodyText" style="text-align: center;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.0pt;"&gt;11&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="margin-left: 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="margin-left: 18.0pt; mso-list: l2 level1 lfo1; tab-stops: list 18.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;B.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: 400; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt;"&gt;CARA MENDAFTAR&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="margin-left: 35.45pt; mso-list: l2 level3 lfo1; tab-stops: 35.45pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt; mso-bidi-font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: 400; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt; mso-bidi-font-weight: bold;"&gt;Pelamar melakukan pendaftaran secara online melalui &lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=8590952978031482641&amp;amp;postID=2891487909988524499" name="OLE_LINK1"&gt;&lt;span style="mso-bookmark: OLE_LINK2;"&gt;&lt;b&gt;http://cpns.kemenag.go.id&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; dan mengikuti seluruh tahapan pendaftaran dalam situs tersebut. Sebagai bukti telah terdaftar, peserta harus mencetak print out entry tanda registrasi dari situs diatas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="margin-left: 35.45pt; mso-list: l2 level3 lfo1; tab-stops: 35.45pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt; mso-bidi-font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: 400; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt; mso-bidi-font-weight: bold;"&gt;Mengirimkan berkas lamaran kepada panitia seleksi CPNS STAIN Kediri dan disertai dengan:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="margin-left: 2.0cm; mso-list: l2 level4 lfo1; tab-stops: 35.45pt 2.0cm; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt; mso-bidi-font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: 400; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt; mso-bidi-font-weight: bold;"&gt;Surat lamaran ditanda tangani oleh peserta sendiri&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="margin-left: 2.0cm; mso-list: l2 level4 lfo1; tab-stops: 35.45pt 2.0cm; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt; mso-bidi-font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: 400; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt; mso-bidi-font-weight: bold;"&gt;Print out entry tanda registrasi pendaftar&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="margin-left: 2.0cm; mso-list: l2 level4 lfo1; tab-stops: 35.45pt 2.0cm; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt; mso-bidi-font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;c.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: 400; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt; mso-bidi-font-weight: bold;"&gt;Foto copy sah ijasah yang telah dilegalisir pejabat yang berwenang sesuai dengan kualifikasi pendidikan yang dimaksud&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="margin-left: 2.0cm; mso-list: l2 level4 lfo1; tab-stops: 35.45pt 2.0cm; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt; mso-bidi-font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;d.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: 400; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt; mso-bidi-font-weight: bold;"&gt;Pas photo berwarna ukuran 4x6 sebanyak dua lembar&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="margin-left: 2.0cm; mso-list: l2 level4 lfo1; tab-stops: 35.45pt 2.0cm; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt; mso-bidi-font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;e.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: 400; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt; mso-bidi-font-weight: bold;"&gt;Foto copy KTP yang masih berlaku&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="margin-left: 2.0cm; mso-list: l2 level4 lfo1; tab-stops: 35.45pt 2.0cm; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt; mso-bidi-font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;f.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: 400; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt; mso-bidi-font-weight: bold;"&gt;Surat keterangan wiyata bakti yang dibuat setiap tahun selama masa pengabdian pelamar (bagi yang memiliki)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="margin-left: 2.0cm; mso-list: l2 level4 lfo1; tab-stops: 35.45pt 2.0cm; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt; mso-bidi-font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;g.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: 400; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt; mso-bidi-font-weight: bold;"&gt;Surat pernyataan tidak mengundurkan diri apabila telah diterima sebagai CPNS bermaterai Rp.6000&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="margin-left: 35.45pt; mso-list: l2 level3 lfo1; tab-stops: 35.45pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt; mso-bidi-font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: 400; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt; mso-bidi-font-weight: bold;"&gt;Surat lamaran dikirim melalui jasa pos KILAT KHUSUS, ditujukan kepada panitia seleksi CPNS STAIN Kediri dengan alamat PO BOX 123 KEDIRI 64101 dan terakhir tanggal 3 November 2010 stempel pos.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="margin-left: 35.45pt; mso-list: l2 level3 lfo1; tab-stops: 35.45pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt; mso-bidi-font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: 400; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt; mso-bidi-font-weight: bold;"&gt;Pelamar wajib melampirkan amplop balasan yang telah ditempel dengan prangko kilat dengan menuliskan nama dan alamat serta kode pos. Bagi pelamar yang tidak melampirkan amplop balasan dinyatakan gugur sebagai peserta.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="margin-left: 35.45pt; mso-list: l2 level3 lfo1; tab-stops: 35.45pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt; mso-bidi-font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;5.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: 400; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt; mso-bidi-font-weight: bold;"&gt;Contoh surat lamaran, surat pernyataan tidak mengundurkan diri, amplop pengiriman kilat khusus, dan amplop balasan bisa didownload pada &lt;b&gt;http://www.stainkediri.ac.id&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="margin-left: 35.45pt; tab-stops: 35.45pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="margin-left: 18.0pt; mso-list: l2 level1 lfo1; tab-stops: list 18.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;C.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: 400; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt;"&gt;PERSYARATAN PELAMAR&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="margin-left: 36.0pt; mso-list: l4 level1 lfo2; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: 400; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt;"&gt;PERSYARATAN UMUM&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="margin-left: 54.0pt; mso-list: l1 level1 lfo3; tab-stops: list 54.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: 400; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt;"&gt;Warga negara Indonesia, berusia antara 18-35 tahun (pada tanggal 1Januari 2011). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="margin-left: 54.0pt; mso-list: l1 level1 lfo3; tab-stops: list 54.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: 400; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt;"&gt;Bagi yang berusia antara 35 – 40 tahun dapat mengajukan lamaran jika memiliki wiyata bakti minimal 13 tahun 9 bulan secara terus menerus di satu unit instansi pemerintah atau yayasan yang berbadan hukum. Wiyata bakti harus dibuktikan dengan &lt;st1:city w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;surat&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; keputusan dari pejabat yang berwenang (&lt;st1:city w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;surat&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; keterangan tidak diakui).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="margin-left: 54.0pt; mso-list: l1 level1 lfo3; tab-stops: list 54.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;c.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: 400; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt;"&gt;Tidak berkedudukan sebagai Calon Pegawai Negeri / Pegawai Negeri;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="margin-left: 54.0pt; mso-list: l1 level1 lfo3; tab-stops: list 54.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;d.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: 400; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt;"&gt;Tidak menjadi anggota / Pengurus partai politik;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="margin-left: 54.0pt; mso-list: l1 level1 lfo3; tab-stops: list 54.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;e.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: 400; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt;"&gt;Bersedia memenuhi peraturan / ketentuan yang berlaku dalam lingkungan Kementerian Agama.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="margin-left: 54.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="margin-left: 36.0pt; mso-list: l4 level1 lfo2; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: 400; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt;"&gt;PERSYARATAN KHUSUS&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="margin-left: 54.0pt; mso-list: l4 level2 lfo2; tab-stops: list 54.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: 400; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt;"&gt;Bagi pelamar lulusan Perguruan Tinggi Swasta yang belum terakreditasi sebelum berlakunya Keputusan Mendiknas Nomor 184/U/2001 tanggal 23 November 2001 harus sudah disahkan oleh Kopertis/Kopertais&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="margin-left: 54.0pt; mso-list: l4 level2 lfo2; tab-stops: list 54.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: 400; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt;"&gt;Ijasah yang diperoleh dari sekolah/perguruan tinggi luar negeri harus mendapat penetapan penyetaraan dari Kementerian Pendidikan Nasional atau Kementerian Agama.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="margin-left: 54.0pt; mso-list: l4 level2 lfo2; tab-stops: list 54.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;c.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: 400; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt;"&gt;Foto copy ijasah Universitas/Institut dilegalisir oleh Rektor, Dekan atau Pembantu Dekan Bidang Akademik, sedangkan foto copy ijasah Sekolah Tinggi dilegalisir Ketua atau Pembantu Ketua Bidang Akademik;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="margin-left: 54.0pt; mso-list: l4 level2 lfo2; tab-stops: list 54.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;d.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: 400; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt;"&gt;Tanggal penetapan ijasah harus sebelum tanggal pelamaran, sedangkan surat keterangan atau pernyataan lulus tidak diperkenankan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;D.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: 400; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt;"&gt;WAKTU DAN TEMPAT PENDAFTARAN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="margin-left: 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt;"&gt;Waktu pendaftaran tanggal 25 Oktober – 3 November 2010 secara online di &lt;b&gt;http://cpns.kemenag.go.id&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="margin-left: 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="margin-left: 18.0pt; mso-list: l2 level1 lfo1; tab-stops: list 18.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;E.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: 400; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt;"&gt;PELAKSANAAN SELEKSI&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="margin-left: 54.0pt; mso-list: l0 level1 lfo4; tab-stops: list 54.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: 400; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt;"&gt;Ujian tulis akan diadakan pada hari Rabu, 24 November 2010 di STAIN Kediri;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="margin-left: 54.0pt; mso-list: l0 level1 lfo4; tab-stops: list 54.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: 400; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt;"&gt;Peserta harus membawa kartu peserta, pensil 2B, penghapus, dan alat tulis menulis lainnya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="margin-left: 54.0pt; mso-list: l0 level1 lfo4; tab-stops: list 54.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: 400; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt;"&gt;Pengumuman kelulusan ujian tulis tanggal 15 Desember 2010&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="margin-left: 54.0pt; mso-list: l0 level1 lfo4; tab-stops: list 54.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: 400; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt;"&gt;Bagi peserta yang dinyatakan lulus ujian tahap pertama akan mengikuti ujian tahap kedua pada tanggal 16 Desember 2010 (khusus pelamar formasi dosen)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="margin-left: 54.0pt; mso-list: l0 level1 lfo4; tab-stops: list 54.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;5.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: 400; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt;"&gt;Waktu dan tempat ujian tahap kedua akan diumumkan kemudian.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyTextIndent" style="text-indent: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyTextIndent" style="text-indent: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt;"&gt;Demikian pengumuman ini dikeluarkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyTextIndent" style="text-indent: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyTextIndent" style="text-indent: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt;"&gt;Kediri, 23 Oktober 2010&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div class="MsoBodyTextIndent" style="text-indent: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt;"&gt;Ketua STAIN Kediri,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div class="MsoBodyTextIndent" style="text-indent: 0cm;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt;"&gt;Dr. H. AHMAD SUBAKIR, M.Ag &lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div class="MsoBodyTextIndent" style="text-indent: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: 11.0pt;"&gt;NIP. 19631226 199103 1 001&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8590952978031482641-2891487909988524499?l=triehartanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://triehartanto.blogspot.com/feeds/2891487909988524499/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://triehartanto.blogspot.com/2010/10/penerimaan-cpns-stain-kediri-tahun-2010.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8590952978031482641/posts/default/2891487909988524499'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8590952978031482641/posts/default/2891487909988524499'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://triehartanto.blogspot.com/2010/10/penerimaan-cpns-stain-kediri-tahun-2010.html' title='Penerimaan CPNS STAIN Kediri Tahun 2010'/><author><name>Tri Hartanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11220858388235859727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_jbdytvm49dk/TAItxQhLrOI/AAAAAAAAAI8/HpU9vWO5hKk/S220/11549_1197809944906_1218231067_30641718_4479968_s.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_jbdytvm49dk/TMRAo1qPb0I/AAAAAAAAAKM/mJavC2DiyzE/s72-c/alur_pendaftaran.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8590952978031482641.post-4953562319672110922</id><published>2010-07-27T12:43:00.001+07:00</published><updated>2010-07-27T12:44:33.763+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='culture n arts'/><title type='text'>Wedang Ronde di Solo Keroncong Festival 2010</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_jbdytvm49dk/TE5v2NvZzbI/AAAAAAAAAJ0/2-p3mz79Pw8/s1600/Untitled-1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/_jbdytvm49dk/TE5v2NvZzbI/AAAAAAAAAJ0/2-p3mz79Pw8/s320/Untitled-1.jpg" width="243" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;, &amp;quot;Arial&amp;quot;, &amp;quot;Helvetica&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Menikmati malam di Solo, seakan memendarkan kenangan masa lalu. Apalagi malam itu Solo punya hajatan istimewa, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.solothespiritofjava.com/visit/event/23-event/460-solo-keroncong-festival-2010.html"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;, &amp;quot;Arial&amp;quot;, &amp;quot;Helvetica&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Solo Keroncong Festival&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;, &amp;quot;Arial&amp;quot;, &amp;quot;Helvetica&amp;quot;, sans-serif;"&gt;. Suatu kegiatan budaya di depan pasar barang antik Windujenar, Ngarsopuro tanggal 24-25 Juli 2010 lalu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;, &amp;quot;Arial&amp;quot;, &amp;quot;Helvetica&amp;quot;, sans-serif;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;, &amp;quot;Arial&amp;quot;, &amp;quot;Helvetica&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Ada &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;, &amp;quot;Arial&amp;quot;, &amp;quot;Helvetica&amp;quot;, sans-serif;"&gt;23 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;, &amp;quot;Arial&amp;quot;, &amp;quot;Helvetica&amp;quot;, sans-serif;"&gt;orkes keroncong (OK) yang tampil dalam pagelaran yang berlangsung selama dua malam tersebut. Panitia menyiapkan dua panggung di tiap ujung jalan Ngarsopuro, dan satu panggung besar di depan pasar windujenar. Tata lampu yang artistik dan tampilan artis pengisi acara yang membaur dengan penonton seakan mempersempit jarak. Mengesankan festival tersebut adalah acara dari kita untuk kita.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;, &amp;quot;Arial&amp;quot;, &amp;quot;Helvetica&amp;quot;, sans-serif;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;, &amp;quot;Arial&amp;quot;, &amp;quot;Helvetica&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;, &amp;quot;Arial&amp;quot;, &amp;quot;Helvetica&amp;quot;, sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;, &amp;quot;Arial&amp;quot;, &amp;quot;Helvetica&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;, &amp;quot;Arial&amp;quot;, &amp;quot;Helvetica&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;, &amp;quot;Arial&amp;quot;, &amp;quot;Helvetica&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Lagu demi lagu terus mengalun, mengisi kerinduan akan damainya kenangan masa lalu. Ditemani temaram lampu ublik di pinggir panggung, dan semangkok wedang ronde, tak terasa kaki ini pun ikut bergoyang…&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;, &amp;quot;Arial&amp;quot;, &amp;quot;Helvetica&amp;quot;, sans-serif;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;, &amp;quot;Arial&amp;quot;, &amp;quot;Helvetica&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Solo, the spirit of Java. Kutunggu penuh harap event-event budayamu..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8590952978031482641-4953562319672110922?l=triehartanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://triehartanto.blogspot.com/feeds/4953562319672110922/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://triehartanto.blogspot.com/2010/07/wedang-ronde-di-solo-keroncong-festival.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8590952978031482641/posts/default/4953562319672110922'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8590952978031482641/posts/default/4953562319672110922'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://triehartanto.blogspot.com/2010/07/wedang-ronde-di-solo-keroncong-festival.html' title='Wedang Ronde di Solo Keroncong Festival 2010'/><author><name>Tri Hartanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11220858388235859727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_jbdytvm49dk/TAItxQhLrOI/AAAAAAAAAI8/HpU9vWO5hKk/S220/11549_1197809944906_1218231067_30641718_4479968_s.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_jbdytvm49dk/TE5v2NvZzbI/AAAAAAAAAJ0/2-p3mz79Pw8/s72-c/Untitled-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8590952978031482641.post-6634187118682325803</id><published>2010-07-21T22:27:00.001+07:00</published><updated>2010-07-21T22:36:52.911+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='stock'/><title type='text'>Euforia IHSG 3000</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Setelah lama dinanti-nantikan, hari ini IHSG menembus angka 3000, angka tertinggi yang pernah dicapai selama ini. Tembusnya angka keramat ini disambut sukaria oleh para pelaku pasar modal, seolah menjanjikan angka yang lebih tinggi lagi, yang juga berarti menjanjikan cuan yang lebih tinggi juga.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_jbdytvm49dk/TEcPPZNhycI/AAAAAAAAAJc/zhKrJNh0XZk/s1600/indeks+3000a.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="225" src="http://4.bp.blogspot.com/_jbdytvm49dk/TEcPPZNhycI/AAAAAAAAAJc/zhKrJNh0XZk/s400/indeks+3000a.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Pada pre opening market pagi tadi pukul 09.25 WIB, indeks langsung melonjak pada level 3000,933 atau naik 0,18 %, atau naik 5,492 poin dari penutupan kemarin. Angka ini ditopang oleh sektor mining 0,41%, agri 0,47% dan beberapa sektor lainnya. Pelemahan hanya terjadi di sektor consumer, tapi dengan prosentase yang kecil, yaitu 0,01%.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_jbdytvm49dk/TEcPn1HA5YI/AAAAAAAAAJk/99pWMiuYzh8/s1600/IHSG+3000.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="245" src="http://1.bp.blogspot.com/_jbdytvm49dk/TEcPn1HA5YI/AAAAAAAAAJk/99pWMiuYzh8/s400/IHSG+3000.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Dengan begitu, maka angka 300 menjadi support terdekat diatas 2981,28 dengan resistance di 3027,26. Jika resis ini bisa dilampaui, maka banyak yang percaya indeks akan terus naik hingga 3150.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Yang jadi pertanyaan sekarang ini adalah, apakah angka 3000 itu memang benar-benar mencerminkan kondisi pasar yang sebenarnya? Ataukah hanya sekedar euphoria belaka, untuk nantinya kembali anjlok tajam ke support terdekatnya? Pertanyaan ini cukup wajar diajukan, mengingat saat ini hampir semua saham big cap telah berada pada posisi overbought, dan PER rata-rata sudah diatas 15.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_jbdytvm49dk/TEcQNo1lGZI/AAAAAAAAAJs/PB-06LdK_zU/s1600/Untitled-1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="241" src="http://1.bp.blogspot.com/_jbdytvm49dk/TEcQNo1lGZI/AAAAAAAAAJs/PB-06LdK_zU/s400/Untitled-1.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Tapi apapun itu, tentunya kita berharap bahwa indeks terus melaju dan menjadikan angka 3000 sebagai pijakan kuat untuk ke resistance berikutnya. Kita masih ingat ketika indeks dow jones pertama kali menembus angka 1000 di tahun 1966. Level 1000 tersebut dikenal sebagai angka sakti 1000, karena gagal ditembus. Setiap kali indeks dow jones naik ke level tersebut selalu terkoreksi kembali. Sampai akhirnya di tahun 1983, level resistance tersebut baru berhasil di lampaui dan berbalik menjadi garis support yang belum pernah tersentuh lagi hingga saat ini.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8590952978031482641-6634187118682325803?l=triehartanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://triehartanto.blogspot.com/feeds/6634187118682325803/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://triehartanto.blogspot.com/2010/07/euforia-ihsg-3000.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8590952978031482641/posts/default/6634187118682325803'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8590952978031482641/posts/default/6634187118682325803'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://triehartanto.blogspot.com/2010/07/euforia-ihsg-3000.html' title='Euforia IHSG 3000'/><author><name>Tri Hartanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11220858388235859727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_jbdytvm49dk/TAItxQhLrOI/AAAAAAAAAI8/HpU9vWO5hKk/S220/11549_1197809944906_1218231067_30641718_4479968_s.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_jbdytvm49dk/TEcPPZNhycI/AAAAAAAAAJc/zhKrJNh0XZk/s72-c/indeks+3000a.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8590952978031482641.post-5396201499424513675</id><published>2010-05-31T06:49:00.000+07:00</published><updated>2010-05-31T06:49:12.147+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lingkungan'/><title type='text'>Alat Penghemat Listrik. Benarkah?</title><content type='html'>Menjelang akhir bulan, biasanya mulai disibukkan dengan berbagai persiapan menjelang tanggal 1. Senangnya sih pasti gajian. Tapi di sisi lain, berbagai tagihan juga mulai bermunculan, menuntut segera dibayar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu tagihan yang rutin harus segera dibayar adalah tagihan listrik. Beda dengan tagihan telpon (prabayar), yang bisa ditunda nanti kalau sudah punya uang, tagihan listrik ini tentu jadi prioritas utama untuk dilunasi. Tentu kita tidak ingin seluruh kehidupan kita yang ditunjang oleh listrik jadi terganggu kan gara-gara menunggak listrik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya, sekarang ini tagihan listrik makin tidak terjangkau. Belum lagi rencana pemerintah yang akan menaikkan tarif dasar listrik (TDL), mencabut subsidi BBM bagi pengendara motor, bla..bla..bla... Ah, rasanya kok jadi lebay ya pemerintah sekarang ini? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sempat terbersit keinginan untuk membeli alat penghemat listrik. Barangkali lumayan buat penghematan di rumah. Masak nonton tv, menanak nasi, sama mesin cuci saja listrik sudah njepret? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tunggu dulu! Benarkah alat penghemat listrik itu benar-benar memberikan penghematan seperti yang dijanjikan? Jangan-jangan itu cuma hoax saja... &lt;br /&gt;Setelah googling, akhirnya saya menemukan artikel di bawah ini, bersumber dari &lt;a href="http://www.plnjateng.co.id/?p=153"&gt;pln jateng&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;em&gt;Bila berjalan-jalan ke toko elektronik, seringkali kita ditawari alat penghemat listrik. Mulai yang berharga ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Namun benarkah alat itu mampu menghemat listrik? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umumnya, penjual memberi iming-iming bila alatnya bisa menghemat listrik 10 hingga 40 persen. Bahkan juga diberi jaminan barang akan diganti baru bila tidak terjadi perubahan tagihan listrik dalam 1 tahun. Tak ayal, ini menjadi magnet tersendiri bagi masyarakat terus berusaha menekan pengeluaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia, alat ini mulai dipasarkan sejak 2003. Berbagai merek didatangkan dari luar negeri, baik dari Jerman, Italia maupun negara Eropa lainnya. Meski ada juga buatan lokal yang mengadopsi teknologi luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya, alat hemat energi buatan luar negeri dipatok lebih mahal dibanding buatan lokal. Alat hemat listrik buatan Jerman misalnya dipasarkan dengan harga antara Rp 1,25 juta sampai Rp 1,5 juta, bergantung kapasitas daya yang digunakan. Sedang alat hemat energi buatan lokal berkisar Rp 100 ribu hingga Rp 300 ribu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kompensator Daya&lt;br /&gt;Sebetulnya, cara kerja alat itu terbilang sederhana. Menurut teori, untuk mengurangi pemakaian energi listrik diperlukan sebuah kompensator daya. Kompensator ini bekerja sebagai pengatur tegangan yang akan mengurangi catu tegangan ke beban, yang berarti mengurangi catu daya ke beban. Nah, dengan mengurangi catu daya secara otomatis energi yang terpakai pun akan berkurang dibanding keadaan normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua jenis kompensator daya yang banyak beredar di pasaran, yakni kompensator yang dipasang secara paralel dengan beban dan kompensator yang dipasang seri dengan beban. Dari dua jenis kompensator daya ini, yang banyak beredar di pasaran adalah kompensator daya yang dipasang paralel. Jika dirata-rata, perbandingan antara jumlah kompensator daya yang dipasang paralel dengan seri kira-kira 9:1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kompensator yang dipasang secara paralel terhadap beban sebenarnya merupakan kompensator daya aktif reaktif. Asas kerja kompensator ini memanfaatkan jenis arus yang dialirkan PLN ke pelanggan, yakni arus bolak-balik yang memiliki dua komponen daya: aktif dan reaktif. Daya aktif adalah daya sebenarnya yang dibutuhkan beban. Sebaliknya, daya reaktif adalah daya yang dapat terjadi karena induktansi maupun kapasitansi. Induktansi disebabkan komponen yang berbentuk kumparan seperti motor listrik maupun transfomator step down pada adaptor. Sedangkan kapasitansi diakibatkan oleh komponen kapasitor. Resultan atau jumlah dari keduanya kemudian membentuk daya nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kenyataannya, daya yang dipasok oleh PLN adalah daya nyata. Oleh sebab itu untuk meminimalisasi daya yang dipasok oleh PLN maka sebisa mungkin daya reaktif diminimalisasi. Jika beban bersifat induktif maka diberi kapasitor dan jika beban bersifat kapasitif maka beban diberi induktor. Karena umumnya peralatan yang digunakan dalam lingkungan perumahan bersifat induktif, maka kompensator daya untuk mengeliminasi daya reaktif tak lain berupa kapasitor. Biasanya, alat ini dipasang secara paralel pada jaringan listrik, tepatnya setelah kotak MCB (Mini Circuit Breaker) atau sekering yang telah terpasang sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, kompensator daya yang dipasang seri dengan pemanfaat listrik merupakan sebuah alat penurun kinerja beban dengan cara menurunkan catu daya melalui penurunan tegangan catu. Hasil keluaran dari pemasangan alat kompensator daya jenis seri ini adalah diperoleh penurunan pemakaian daya nyata (watt), tetapi tegangan catu ke pemanfaat listrik juga dibuat turun. Sepintas terlihat sebagai penghematan pemakaian energi listrik, tetapi sesungguhnya kinerja pemanfaat listrik menurun dan dapat berakibat mengurangi umur pemanfaatan listrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untung Rugi Peralatan&lt;br /&gt;Berdasar penelitian alat penghemat energi yang dilakukan Pranyoto, dari bagian Litbang PLN, penggunaan alat penghemat energi, baik berupa kompensator yang dipasang seri atau paralel ternyata tidak memberi kontribusi seperti yang dijanjikan produsen. Alih-alih menurunkan penggunaan daya, yang terjadi pada penggunaan alat semacam itu adalah mengurangi efisiensi peralatan dan umur pemanfaatan listrik. Ini disebabkan meski diperoleh penurunan pemanfaatan daya nyata antara 15 persen hingga 20 persen, tetapi pemanfaatan listrik juga dibuat menurun hingga 20 persen. Misal, AC dan kulkas menjadi kurang dingin dan lampu menjadi redup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, pada kondisi tertentu yang mempertimbangkan adanya hambatan dalam kabel, penghematan yang terjadi dalam rumah sangat kecil. Penghematan hanya akan didapat ketika terjadi kondisi ekstrim dimana daya nyata dua kali lipat daya aktifnya. Namun jika dalam kondisi ideal alat ini justru akan menambah tagihan listrik meskipun besarnya tidak seberapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian alat ini juga berguna mengoptimalisasi daya listrik agar daya yang digunakan dapat digunakan sesuai daya yang diperbolehkan oleh PLN. Misal, pada perumahan, kWh meter akan menghitung daya aktif, tetapi MCB bekerja berdasarkan arus yang mengalir pada resultan daya nyata. Dengan menggunakan alat ini, maka resiko adanya pemutusan arus (ngejepret) oleh MCB dapat berkurang, dengan catatan bahwa rumah tersebut banyak menggunakan peralatan yang bersifat induktif. Jadi jika sebuah rumah berdaya 900 watt, terkadang dengan peralatan yang berdaya 600 watt atau 700 watt ternyata listriknya ngejepret. Nah, dengan pemasangan alat penghemat energi maka penggunaan daya akan dapat dioptimalkan mendekati 900 watt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jurus Menggaet Konsumen&lt;br /&gt;Seringkali seorang calon pembeli tertarik iming-iming penurunan tagihan listrik yang diungkapkan penjual. Biasanya konsumen akan diberi demonstrasi yang meyakinkan. Ada tiga modus yang sering digunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, dengan menggunakan amperemeter. Ketika kompensator dipasang, amperemeter akan menunjukkan angka lebih rendah dibanding kondisi normal. Konsumen yang biasanya awam dengan masalah kelistrikan seringkali terkecoh. Tentu saja keadaan sebenarnya tidak demikian. Amperemeter mengukur arus pada komponen daya nyata dan bukan pada komponen daya aktif. Walaupun besaran yang ditunjukkan amperemeter akan berubah tergantung apakah alat penghemat dipasang atau tidak, besaran arus pada komponen daya aktif sebenarnya tidak akan berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, dengan menggunakan wattmeter. ’Jurus’ ini memang lebih cerdik dari yang pertama, karena PLN memang mengukur berdasarkan Watt. Tetapi yang tidak disadari konsumen adalah ada hambatan berukuran besar atau gulungan kabel yang sangat panjang di belakang alat demonstrasi ini yang menghubungkan beban dengan sumber listrik, terkadang bahkan sampai 100 meter. Jelas, ini sangat kontras dengan keadaan instalasi di rumah yang rata-rata hanya mencapai 10 meter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, masih menggunakan wattmeter, tetapi tanpa memperlihatkan besaran tegangan. Alat ini dengan meyakinkan dapat memperlihatkan bahwa penggunaan daya akan dihemat. Tetapi konsumen tidak menyadari bahwa sebenarnya tegangan listrik sudah jauh di bawah 220V, diturunkan dari keadaan normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya ada cara mudah menekan tagihan rekening listrik yang tidak memerlukan peralatan tambahan semacam ”alat hemat listrik”. Salah satunya mengkonsumsi listrik seperlunya atau mematikan peralatan saat tidak digunakan. Misal ketika keluar kamar, lampu dimatikan. Jangan lupa pakai lampu hemat energi. Meski agak sedikit mahal tapi konsumsi dayanya jauh lebih kecil dibanding lampu biasa dan umur penggunaannya lebih lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, mudah kan? Tanpa perlu membeli alat hemat listrik yang berharga jutaan, Anda juga dapat menghemat listrik dengan mudah dan nyaman.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/blockquote&gt;ternyata cuma hoax ya....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8590952978031482641-5396201499424513675?l=triehartanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://triehartanto.blogspot.com/feeds/5396201499424513675/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://triehartanto.blogspot.com/2010/05/alat-penghemat-listrik-benarkah.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8590952978031482641/posts/default/5396201499424513675'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8590952978031482641/posts/default/5396201499424513675'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://triehartanto.blogspot.com/2010/05/alat-penghemat-listrik-benarkah.html' title='Alat Penghemat Listrik. Benarkah?'/><author><name>Tri Hartanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11220858388235859727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_jbdytvm49dk/TAItxQhLrOI/AAAAAAAAAI8/HpU9vWO5hKk/S220/11549_1197809944906_1218231067_30641718_4479968_s.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8590952978031482641.post-2351221846966474693</id><published>2010-05-23T21:04:00.006+07:00</published><updated>2010-05-23T22:07:49.563+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MESP'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='good governance'/><title type='text'>Reformasi Pelayanan Publik Menuju Good Governance</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:large;"&gt;Good governance (GG) &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;seringkali didefinisikan sebagai pemerintahan yang bersih dan berwibawa, bebas dari KKN, dan berorientasi pada pelayanan publik. Tetapi sebenarnya orang sering menjelaskan konsep GG dalam bentuk yang berbeda-beda tergantung konteksnya. Misalnya dalam konteks pemberantasan KKN, GG sering didefinisikan sebagai pemerintahan yang bersih dari KKN. Demikian pula dalam konteks demokratisasi, GG diartikan sebagai pemerintahan yang memberikan ruang yang luas bagi aktor atau lembaga di luar pemerintah, sehingga ada pembagian peran dan kekuasaan yang seimbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_jbdytvm49dk/S_lC9dBQsII/AAAAAAAAAI0/1oSEJp-ZQ2c/s1600/good+governance.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 253px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_jbdytvm49dk/S_lC9dBQsII/AAAAAAAAAI0/1oSEJp-ZQ2c/s400/good+governance.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5474480445574918274" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lain pihak, konsep GG seringkali dimaknai sebagai suatu gerakan, dimana hal ini didorong oleh berbagai kepentingan lembaga donor dan keuangan internasional untuk memperkuat institusi yang ada di dunia ketiga. UNDP sendiri mendefinisikan GG sebagai suatu hubungan yang sinergis dan konstruktif antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Dengan berbagai pengertian diatas, sebenarnya GG LEBIH BERORIENTASI pada dua hal:&lt;br /&gt;a. Orientasi ideal Negara yang diarahkan untuk mencapai tujuan nasional. Dalam tataran ini GG mengacu pada demokratisasi dalam kehidupan bernegara dengan elemen-elemen konstituennya.&lt;br /&gt;b. Pemerintahan yang berfungsi secara ideal yaitu secara efektif dan efisien dalam upaya mencapai tujuan nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun indikator dari GG antara lain:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Demokrasi, desentralisasi, dan kemampuan pemerintah;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hormat terhadap HAM dan kepatuhan terhadap hukum yang berlaku;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Partisipasi rakyat;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Efisiensi, akuntabilitas, tranparansi dalam pemerintah dan administrasi publik;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengurangan anggaran militer; dan &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tata ekonomi yang berorientasi pasar.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;Menurut Agus Dwiyanto (2005) dalam buku mewujudkan good governance melalui pelayanan publik, setidaknya ada tiga karakteristik yang melekat pada GG, yaitu antara lain&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Memberi ruang bagi actor/lembaga pemerintah dan non pemerintah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Terkandung nilai-nilai yang membuat pemerintah secara aktif mewujudkan kesejahteraan bersama.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bebas dari KKN dan berorientasi pada kepentingan publik.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, maka pemerintah yang menjalankan GG akan mampu mewujudkan transparansi, penegakan hukum, dan akuntabilitas publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:large;"&gt;Pelayanan Publik&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Kepmenpan no 63 tahun 2003, pelayanan publik adalah segala kegiatan pelayanan  yang dilaksanakan oleh penyelengggaran pelayanan sebagai upaya pemenuhan kebutuhan-kebutuhan publik tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelayanan publik saat ini menjadi sesuatu yang penting di tengah menguatnya isu akan pentingnya demokratisasi, pengakuan akan HAM, desentralisasi, globalisasi dan perdagangan bebas, serta isu good governance dan clean government. Apalagi seiring dengan perubahan paradigma, arah pelayanan publik bergerak dari OLD PUBLIC ADMINSTRATION menuju NEW PUBLIC ADMINISTRATION. Bahkan sekarang ini pelayanan publik cenderung membentuk diri  menjadi NEW PUBLIC SERVICE, yang lebih menekankan pada CITIZENS (warga negara) daripada CUSTOMERS (pelanggan) atau CLIENTS (klien) sebagai pihak yang dilayani. Oleh karena itu, perbaikan pelayanan publik dinilai penting oleh semua stakeholders, yaitu pemerintah, warga pengguna dan pelaku pasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berpijak pada beberapa hal diatas, maka pelayanan publik mempunyai nilai strategis setidaknya pada tiga hal berikut:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Pelayanan publik merupakan ranah dimana pemerintah berinteraksi dengan lembaga-lembaga non pemerintah. Apabila interaksi ini bernilai buruk, maka akan berakibat meluasnya apatisme dan pesimisme terhadap pemerintah. Namun sebaliknya bila interaksi itu berimplikasi positif yang terwujud dalam good governance (GG), maka akan meningkatkan dukungan dan kepercayaan masyarakat luas yang berujung pada keberanian dan semangat akan perubahan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pelayanan publik merupakan ranah dimana tolok ukur dan indikator yang jelas dalam GG relatif lebih mudah dikembangkan. Tolok ukur ini antara lain efisiensi, non diskriminatif, berdaya tanggap, dan memiliki akuntabilitas tinggi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pelayanan publik melibatkan kepentingan semua unsur governance. Kepentingan pemerintah terlibat, sudah tentu, karena untuk membangun legitimasi kekuasaan. Sebaliknya kepentingan masyarakat sipil pun juga terlibat, karena dengan melihat pelayanan publik, mereka bisa menghukum atau menilai baik pemerintah. Di lain pihak, pelaku pasar pun bisa mengambil keputusan ekonomi yang penting dengan menilai pelaksanaan pelayanan publik.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu, yang paling mendesak untuk direformasi dalam kaitannya antara pelayanan publik dan good governance adalah:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Perubahan mindset perilaku birokrasi politik dari budaya penguasa menjadi budaya pelayanan. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perubahan prosedur pelayanan dan misi melayani, dari mengendalikan perilaku menjadi mempermudah warga memperoleh layanan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perubahan struktur organisasi menjadi struktur yang mendukung perbaikan kinerja organisasi.&lt;br /&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Dari paparan diatas dapat disimpulkan bahwa penyelenggaraan pelayanan publik yang efisien, responsive, dan akuntabel memungkinkan pemerintah tidak saja memperbaiki kinerja birokrasi, tetapi juga membangun GOOD GOVERNANCE (GG).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:x-small;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;materi diatas adalah ringkasan dari KULIAH TAMU tentang GOOD GOVERNANCE yang disampaikan oleh &lt;a href="http://isminurhaeni.staff.fisip.uns.ac.id/"&gt;Dr. Ismi Dwi Astuti Nurhaeni, M.Si&lt;/a&gt;, di hadapan mahasiswa program pascasarjana &lt;a href="http://mesp.fe.uns.ac.id/"&gt;Magister Ekonomi dan Studi Pembangunan Universitas Sebelas Maret (UNS)&lt;/a&gt; Solo angkatan IV tanggal 22 Mei 2010 lalu. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:x-small;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;Beliau sendiri adalah Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Gender LPPM UNS Solo, yang sehari-harinya juga aktif mengajar di program Magister Administrasi Publik (MAP) UNS Solo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8590952978031482641-2351221846966474693?l=triehartanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://triehartanto.blogspot.com/feeds/2351221846966474693/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://triehartanto.blogspot.com/2010/05/reformasi-pelayanan-publik-menuju-good.html#comment-form' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8590952978031482641/posts/default/2351221846966474693'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8590952978031482641/posts/default/2351221846966474693'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://triehartanto.blogspot.com/2010/05/reformasi-pelayanan-publik-menuju-good.html' title='Reformasi Pelayanan Publik Menuju Good Governance'/><author><name>Tri Hartanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11220858388235859727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_jbdytvm49dk/TAItxQhLrOI/AAAAAAAAAI8/HpU9vWO5hKk/S220/11549_1197809944906_1218231067_30641718_4479968_s.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_jbdytvm49dk/S_lC9dBQsII/AAAAAAAAAI0/1oSEJp-ZQ2c/s72-c/good+governance.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8590952978031482641.post-247429902627025944</id><published>2010-05-16T23:52:00.003+07:00</published><updated>2010-05-17T10:14:47.711+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='journey'/><title type='text'>Kaliurang, Kaliadem, Kalikuning</title><content type='html'>Yang belum mendengar deretan kata diatas, barangkali akan tertawa. Masak segala macam kali dijejer jejer, seperti tidak ada kata lain saja. Emang apa istimewanya dengan kali-kali diatas?&lt;br /&gt;Tapi rasanya hampir semua orang kenal daerah Kaliurang. Apalagi jika dikaitkan dengan gunung Merapi di Jawa Tengah, rasanya Kaliurang cukup familiar terdengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_jbdytvm49dk/S-_2NkBYyPI/AAAAAAAAAIM/gEm2ZfD_wQQ/s1600/IMG_0294.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5471862785146669298" src="http://4.bp.blogspot.com/_jbdytvm49dk/S-_2NkBYyPI/AAAAAAAAAIM/gEm2ZfD_wQQ/s400/IMG_0294.jpg" style="cursor: hand; cursor: pointer; display: block; height: 400px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 300px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;salah satu sudut taman gardu pandang, Kaliurang&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;Kaliurang sendiri adalah daerah pegunungan di lereng gunung Merapi, sekitar 1 jam perjalanan dari kota Jogjakarta. Udaranya yang sejuk, khas iklim pegunungan, membuat banyak wisatawan betah berlama-lama disana. Tidak heran jika banyak warga kota Jogja dan sekitarnya yang menjadikan daerah ini sebagai salah satu tujuan berlibur.  Mungkin sama artinya dengan daerah Puncak bagi kota Jakarta, Lembang bagi Bandung, Batu bagi kota Malang, Kuningan bagi kota Cirebon, Tawangmangu bagi kota Solo, Bandungan bagi kota Semarang, Bukittinggi bagi kota Padang, Rembangan bagi kota Jember, Besuki bagi kota Kediri, atau tempat-tempat lain yang saya belum tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_jbdytvm49dk/S-_2NM9c7bI/AAAAAAAAAIE/w19traKDhMM/s1600/IMG_0309.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5471862778956148146" src="http://2.bp.blogspot.com/_jbdytvm49dk/S-_2NM9c7bI/AAAAAAAAAIE/w19traKDhMM/s400/IMG_0309.jpg" style="cursor: hand; cursor: pointer; display: block; height: 300px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 400px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;Tlogo Putri, Kaliurang&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;Sekarang Kaliurang telah menjelma menjadi salah satu tempat peristirahatan yang cukup populer. Sedemikian populernya, sehingga hampir semua bangunan yang ada adalah wisma, atau paling tidak difungsikan sebagai wisma. Hotel juga cukup menjamur disini, memberi pilihan bagi tamu dengan kocek yang lebih tebal. Tanpa bermaksud promosi, rasanya hotel yang cukup bagus dengan harga terjangkau salah satunya adalah Fuji villa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat wisata di Kaliurang antara lain Tlogo Putri, taman wisata anak-anak, gardu pandang, goa Jepang. Untuk mengelilingi seluruh area wisata tersedia kereta kelinci yang dimodif mirip kereta api uap. Taripnya Rp. 4000 per orang untuk sekali putaran mengelilingi Kaliurang. Rutenya biasanya dimulai dari Tlogo Putri, lalu berlanjut ke taman wisata anak-anak, berputar ke wisma Kaliurang, gardu pandang, lalu kembali ke Tlogo Putri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_jbdytvm49dk/S-_2NxUVwfI/AAAAAAAAAIU/VqJhAbmyWd0/s1600/IMG_0281.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5471862788715823602" src="http://2.bp.blogspot.com/_jbdytvm49dk/S-_2NxUVwfI/AAAAAAAAAIU/VqJhAbmyWd0/s400/IMG_0281.jpg" style="cursor: hand; cursor: pointer; display: block; height: 300px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 400px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;Wisma Kaliurang, tempat perundingan Indonesia-KTN tahun 1948&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang menyukai wisata sejarah, di Kaliurang terdapat sebuah bangunan bersejarah yaitu Wisma Kaliurang. Di sana pernah terjadi Perundingan Khusus antara Republik Indonesia dengan Komisi Tiga Negara pada 13 Januari 1948. Republik Indonesia diwakili oleh Presiden Soekarno , Wapres Moh Hatta , PM Syahrir dan Jendral Soedirman. Sedangkan Delegasi Belanda diwakili oleh Paul Van Zeelan (Belgia), Richard Kirby (Australia), dan Dr Frank Graham (AS). Di dalam perundingan, Frank Graham mengucapkan ungkapan populer, yaitu "You are what you are from bullets to the ballots."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, tentu saja daya tarik utama dari Kaliurang adalah panorama gunung Merapi, yang bisa jelas terlihat sedang mengepulkan asapnya. Tempat yang paling strategis untuk melihat adalah dengan cara naik tower di gardu pandang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KALIADEM&lt;br /&gt;Kaliadem adalah salah satu tempat di sisi lain di lereng gunung Merapi. Berbeda dengan Kaliurang, sebelum letusan Merapi tahun 2006, Kaliadem dikenal sebagai tempat perkemahan dan wisata alam. Letaknya di pinggir kali Bendol, kali aliran lahar gunung Merapi, sekitar 5 km dari puncak Merapi.  Karena itu Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Yogyakarta masih memetakan Kaliadem ke dalam kawasan rawan bencana. Kaliadem ini letaknya juga dekat dengan rumah Mbah Maridjan, juru kunci gunung Merapi, sekaligus bintang iklan yang cukup beken itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_jbdytvm49dk/S-_2OYEsMUI/AAAAAAAAAIc/R0ilsAVkI0w/s1600/IMG_0320.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5471862799119167810" src="http://3.bp.blogspot.com/_jbdytvm49dk/S-_2OYEsMUI/AAAAAAAAAIc/R0ilsAVkI0w/s400/IMG_0320.jpg" style="cursor: hand; cursor: pointer; display: block; height: 300px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 400px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;sisa-sisa lahar Merapi di bekas Kaliadem&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;Sekarang Kaliadem lebih dikenal dengan lokasi bekas aliran lahar dan pasir berbatu. Segala keindahan dan kenyamanan camping ground yang lalu nyaris musnah, menyisakan puing-puing bangunan yang hancur oleh terjangan wedhus gembel. Sebuah bunker bahkan menjadi saksi sejarah kekuatan alam, dimana terdapat dua orang relawan yang tewas di dalamnya saat hempasan awan panas gunung Merapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_jbdytvm49dk/S-_2OqwjnrI/AAAAAAAAAIk/xHb6CT3_FZE/s1600/IMG_0314.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5471862804134993586" src="http://3.bp.blogspot.com/_jbdytvm49dk/S-_2OqwjnrI/AAAAAAAAAIk/xHb6CT3_FZE/s400/IMG_0314.jpg" style="cursor: hand; cursor: pointer; display: block; height: 300px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 400px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;Bunker Maut&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;Tak heran jika jumlah pengunjung di Kaliadem masih terhitung sepi, berkisar antara 8000 sampai 9.000 orang per bulan. Jumlah ini sekitar 50% dari jumlah pengunjung sebelum erupsi.&lt;br /&gt;Sebenarnya ada program Lava Tour yang digagas pemda Sleman untuk mengaktifkan kembali wisata Kaliadem. Hanya sayang program ini sepertinya tidak berjalan maksimal. Terbukti kebanyakan pengunjung hanya sekedar lewat dan sekadar duduk-duduk di atas pasir bekas lahar. Setelah itu, kebanyakan dari mereka kembali turun ke Kalikuning atau tempat lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KALIKUNING&lt;br /&gt;Sama halnya dengan Kaliadem, Kalikuning adalah sebuah camping ground yang berlokasi di pinggir sungai di lereng Merapi. Bedanya, jika sekarang Kaliadem telah luluh lantak diterjang lahar Merapi tahun 2006 lalu, maka Kalikuning relatif lebih “selamat”. Hutan di sekeliling Kalikuning masih terjaga rapi, dan sungai di bawah sana juga masih bergemericik deras. Bahkan perhutani setempat makin menggiatkan promosi dan sarana untuk menggaet pengunjung.&lt;br /&gt;Secara geografis, lokasi Kalikuning terletak bersebelahan dengan Kaliurang. Kedua lokasi ini hanya dibatasi punggung bukit dan rimbunan pohon pinus. Dari beberapa referensi, Kalikuning bisa ditembus dari Kaliurang secara langsung tanpa harus turun dulu dan membayar retribusi. Caranya adalah dengan menembus goa kecil selebar satu meter, yang nanti akan langsung terhubung ke wilayah Kalikuning. Sayang, sekarang goa tersebut telah tertimbun tanah, sekaligus menutup “pintu” penghubung tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_jbdytvm49dk/S_CyAveCJkI/AAAAAAAAAIs/JRWTEzf6Vhg/s1600/IMAG0045.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5472069273067333186" src="http://3.bp.blogspot.com/_jbdytvm49dk/S_CyAveCJkI/AAAAAAAAAIs/JRWTEzf6Vhg/s400/IMAG0045.jpg" style="cursor: hand; cursor: pointer; display: block; height: 300px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 400px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;lembah kalikuning&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Sekarang Kalikuning lebih dikenal sebagai daerah wisata outbound, camping, arung jeram, dan wisata petualangan alam bebas lainnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8590952978031482641-247429902627025944?l=triehartanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://triehartanto.blogspot.com/feeds/247429902627025944/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://triehartanto.blogspot.com/2010/05/kaliurang-kaliadem-dan-kalikuning.html#comment-form' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8590952978031482641/posts/default/247429902627025944'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8590952978031482641/posts/default/247429902627025944'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://triehartanto.blogspot.com/2010/05/kaliurang-kaliadem-dan-kalikuning.html' title='Kaliurang, Kaliadem, Kalikuning'/><author><name>Tri Hartanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11220858388235859727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_jbdytvm49dk/TAItxQhLrOI/AAAAAAAAAI8/HpU9vWO5hKk/S220/11549_1197809944906_1218231067_30641718_4479968_s.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_jbdytvm49dk/S-_2NkBYyPI/AAAAAAAAAIM/gEm2ZfD_wQQ/s72-c/IMG_0294.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8590952978031482641.post-7557188286931193397</id><published>2010-04-16T10:29:00.001+07:00</published><updated>2010-04-16T10:32:20.000+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='haji'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ziarah'/><title type='text'>Ziarah makam Syuhada Uhud</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_jbdytvm49dk/S8fP3iVctMI/AAAAAAAAAH0/7xEnwmoexTs/s1600/IMAGE_00399.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5460561626226537666" src="http://4.bp.blogspot.com/_jbdytvm49dk/S8fP3iVctMI/AAAAAAAAAH0/7xEnwmoexTs/s400/IMAGE_00399.jpg" style="cursor: hand; cursor: pointer; display: block; height: 300px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 400px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;bukit rummat, bukit para pemanah di kaki gunung Uhud&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ada banyak peristiwa heroik di seputar perang Uhud. Keberanian, pengorbanan, pengkhianatan, ketamakan, dan semua sifat alami manusia tampak dalam peperangan paling berdarah dalam sejarah dakwah Rasulullah SAW. Hal tersebut menginsiprasi saya untuk mengunjungi tempat tersebut di sela-sela waktu arbain, tepat tanggal 1 Januari 2009 yang lalu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Secara geografis, lokasi perang uhud terletak di seputar bukit Rummat, kurang lebih 5 mil di luar kota Madinah. Tempat ini terkenal sebagai medan peperangan antara umat Islam dan golongan kafir Quraisy pada tanggal 15 Syawwal 3 H (Maret 625 M) yang kemudian disebut Perang Uhud. Gunung ini merupakan bagian dari dataran tinggi yang membentang dari utara ke selatan dan menyebar ke timur dan kemudian membentuk bukit-bukit sendiri. Bukit-bukit itu hampir tidak memiliki karena merupakan dataran tinggi berbentuk persegi panjang. Daerah di sekitar dataran ini gersang dan tandus, ditutupi bebatuan dan pasir. Hanya di bagian selatan terdapat ladang-ladang gandum dan tanah perkebunan yang dialiri selokan kecil. Akan tetapi, daerah itu terkadang dilanda banjir dari curahan hujan lebat.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dengan berjalan kaki dari masjid Nabawi, saya menyusuri jalan-jalan kota Madinah yang lebar tapi sepi, sebelum akhirnya sampai di tempat itu. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_jbdytvm49dk/S8fP39Ey90I/AAAAAAAAAH8/OFWrO5BWiVg/s1600/IMAGE_00405.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5460561633404450626" src="http://3.bp.blogspot.com/_jbdytvm49dk/S8fP39Ey90I/AAAAAAAAAH8/OFWrO5BWiVg/s400/IMAGE_00405.jpg" style="cursor: hand; cursor: pointer; display: block; height: 300px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 400px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;jalan di kota Madinah yang lebar tapi sepi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Banyak peziarah yang datang dan berdoa di seputar makam para syuhada Uhud. Saya sendiri kemudian naik ke atas bukit Rummat, bukit para pemanah yang legendaris itu. Dari atas tempat yang strategis itu, dahulu terjadi malapetaka akibat ketamakan dan keserakahan anak manusia akan harta dunia. Dengan memutari bukit itu pula, Khalid bin Walid membuktikan kehebatan strategi tempurnya dan menghabisi pasukan panah muslim  yang masih bertahan di atas bukit. Di sekitar bukit itu pula, Hamzah, paman Nabi, dihabisi dengan tombak oleh Washi, sebelum akhirnya dibelah dadanya dan dikeluarkan jantungnya oleh Hindun.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_jbdytvm49dk/S8fPJaMVHUI/AAAAAAAAAHs/MiCOkekwh04/s1600/IMAGE_00395.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5460560833766825282" src="http://4.bp.blogspot.com/_jbdytvm49dk/S8fPJaMVHUI/AAAAAAAAAHs/MiCOkekwh04/s400/IMAGE_00395.jpg" style="cursor: hand; cursor: pointer; display: block; height: 300px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 400px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;makam syuhada Uhud&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Barangkali referensi tentang perang tersebut bisa saya nukilkan disini, bersumber dari situs &lt;a href="http://brain-news.blogspot.com/2009/02/perang-uhud.html"&gt;brain-news.blogspot&lt;/a&gt; dengan beberapa perubahan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pasca kekalahan pada perang Badar Kubro, pihak Quraisy sepakat untuk melakukan pertempuran lagi dengan pihak muslimin Madinah sebagai bentuk balas dendam. Langkah pertama yang mereka lakukan adalah menghimpun kembali barang dagangan yang bisa diselamatkan Abu Sofyan yang juga menjadi penyebab terjadinya perang Badar Kubro, sehingga terkumpullah seribu ekor onta dan seribu lima ratus dinar. Tentang hal ini Allah menerangkan dalam ayat,&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“ Sesungguhnya orang-orang yang kafir menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah. mereka akan menafkahkan harta itu, Kemudian menjadi sesalan bagi mereka, dan mereka akan dikalahkan. dan ke dalam Jahannamlah orang-orang yang kafir itu dikumpulkan.” (Al-Anfal: 36)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Setelah genap setahun, persiapan mereka pun benar-benar matang. Tidak kurang dari 3000 prajurit Quraisy sudah berhimpun bersama sekutu-sekutu mereka dan kabilah-kabilah kecil. Para pemimpin Quraisy juga membawa 15 wanita untuk memberi semangat mereka ketika perang nanti. Hewan pengangkut dalam pasukan Makkah ada 3000 onta, penunggang kudanya ada 200 orang yang disebar di sepanjang jalan yang dilalui, dan yang menggunakan baju besi ada 700 orang. Komandan pasukan yang tertinggi dipegang oleh Abu Sufyan bin Harb, komandan pasukan penunggang kuda dipegang oleh Khalid bin Walid dibantu Ikrimah bin Abu Jahal, dan bendera perang diserahkan kepada Bani Abdid-Dar. Pasukan Makkah mengambil jalur utama ke arah barat menuju Madinah, lalu melewati Abwa’. Kemudian melewati wadi Al-Aqiq, lalu membelok ke arah kanan hingga tiba di dekat bukit Uhud yang disebut Ainain, di sebelah utara Madinah. Pasukan mengambil tempat tersebut sebagai tempat perkemahan pada tanggal 6 syawal 3H.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Persiapan kaum muslimin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Al-Abbas bin Abdul Muthalib yang masih menetap di Makkah terus memata-matai setiap persiapan militer pihak Quraisy. Ketika pasukan Quraisy mulai berangkat ke Madinah, maka Al-Abbas mengirim surat kilat kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam melalui seorang utusannya yang sampai di Madinah hanya dalam jangka waktu 3 hari. Setelah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam mendapat kabar secara rinci tentang pasukan Quraisy, maka Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam langsung bermusyawarah dengan para pemuka muhajirin dan anshar. Hasil musyawarah itu memutuskan Madinah dalam keadaan siaga satu. Tak seorangpun lepas dari senjatanya, sekalipun dalam keadaan shalat. Beberapa shahabat anshar selalu menjaga Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan selalu berada didekat pintu rumah beliau. Setiap pintu gerbang Madinah pasti ada sekumpulan penjaga, karena dikhawatirkan musuh menyerang secera tiba-tiba. Ada pula sekumpulan orang-orang muslim yang bertugas memata-matai setiap gerakan musuh. Mereka berputar-putar pada setiap jalur yang bisa saja dilalui orang-orang musyrik untuk menyerang orang-orang muslim.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ketika Rasulullah mendapat kabar dari mata-matanya bahwa pasukan Quraisy telah sampai di Ainain, maka Rasulullah menggelar majelis permusyawaratan militer untuk menampung pendapat para shahabat dan menentukan sikap. Dalam majelis itu, Rasulullah mengusulkan agar kaum muslimin menggunakan strategi defensif. Jika pasukan Makkah tetap bertahan di luar Madinah tanpa mau meakuakn serangan, maka biarlah mereka berbuat begitu dan keadaan ini dibiarkan begitu tanpa kejelasan. Jika pasukan Quraisy masuk ke Madinah, maka orang-orang muslim akan menyerbu di mulut-mulut gang dan para wanita akan melancarkan serangan dari atap rumah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sekumpulan para Shahabat yang sebelumnya tidak ikut dalam Perang Badr mengusulkan kepada Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam agar keluar dari Madinah. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam akhirnya memutuskan untuk keluar dari Madinah dan bertempur di kancah terbuka.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pembagian pasukan dan keberangkatan ke medan perang&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sehari sebelum terjadinya perang Uhud, Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam mendirikan shalat jum'at bersama orang-orang muslim, dan menyampaikan nasihat dan perintah dengan penuh semangat, mengabarkan bahwa kemenangan pasti menjadi milik orang-orang muslim.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Selanjutnya beliau membagi pasukannya menjadi 3 kelompok :&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;1. Kelompok Muhajirin, yang benderanya diserahkan kepada Mush’ab bin Umair Al-Abdary&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;2. Kelompok Aus, yang benderanya diserahkan kepada Usaid bin Hudhair&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;3. Kelompok Khazraj, yang benderanya diserahkan kepada Al-Hubab bin Al-Mundzir Al-Jamuh&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pasukan ini terdiri 1000 prajurit, 100 prajurit mengenakan baju besi, dan 50 orang penunggang kuda.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Setelah melewati Tsaniyyatul-Wada’ dari kejauhan terlihat satuan pasukan lengkap dengan persenjataannya. Ketika ditanyakan dari kelompok manakah mereka itu? Dikabarkan bahwa mereka adalah orang-orang Yahudi yang menjadi sekutu Khazraj yang belum masuk Islam, maka beliau menolaknya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sesampainya disuatu tempat yang disebut Asy-Syikhany, beliau menginspeksi pasukan dan menolak keikutsertaan prajurit yang usianya masih terlalu muda dan belum mampu terjun ke kancah perang, salah satunya adalah Usamah bin Zaid. Karena sudah petang, beliau memutuskan untuk berhenti di tempat itu untuk shalat maghrib, kemudian isya’ bersama seluruh pasukan, beliau memilih 50 orang untuk berjaga berkeliling di sekitar pasukan dan memilih Dzakwan bin Abd Qais untuk menjaga beliau.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sesaat sebelum fajar menyingsing, dan shalat shubuh hampir dilaksanakan,tiba-tiba Abdullah bin Ubay membelot dan tidak kurang dari sepetiga pasukan menarik diri. Abdullah bin Ubay beralasan karena Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam mengabaikan pendapatnya untuk mengambil inisiatif defensif dan lebih mendengarkan pendapat orang lain. Namun tujuan pokoknya adalah ingin menimbulkan keguncangan dan keresahan di tengah pasukan muslimin  setelah melihat dan mendengar pasukan musuh, sehingga kaum muslimin banyak yang mundur dan sisanya banyak yang jatuh mentalnya. Cara ini bisa mempercepat kehancuran Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam sehingga kejayaan kepemimpinan Madinah berada di tangan orang-orang munafik.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hampir saja Abdullah bin Ubay berhasil mewujudkan rencananya. Bani Haritsah dari Aus dan Bani Salimah dari Khazraj hampir saja kehilangan semangat, tetapi Allah cepat mengusai golongan ini, sehingga mereka menjadi tegar kembali. Allah berfirman tentang dua golongan ini,&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Ketika dua golongan dari padamu ingin (mundur) Karena takut, padahal Allah adalah penolong bagi kedua golongan itu. Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakkal.” (Ali Imran: 122)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tentang orang-orang munafik ini Allah berfirman,&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Dan supaya Allah mengetahui siapa orang-orang yang munafik. kepada mereka dikatakan: "Marilah berperang di jalan Allah atau pertahankanlah (dirimu)". mereka berkata: "Sekiranya kami mengetahui akan terjadi peperangan, tentulah kami mengikuti kamu". mereka pada hari itu lebih dekat kepada kekafiran dari pada keimanan. mereka mengatakan dengan mulutnya apa yang tidak terkandung dalam hatinya. dan Allah lebih mengetahui dalam hatinya. dan Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan.” (Ali Imran: 167)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Setelah pengunduran diri dari pasukan Abdullah bin Ubay, akhirnya Rasulullah melanjutkan perjalanan dengan sisa yang terdiri dari 700 prajurit hingga mendekati musuh. Pasukan musyrikin mengambil tempat yang menghalangi pasukan muslim dengan bukit Uhud. Pasukan muslim berjalan dengan melewati kebun seorang musyrikin yang bernama Mirba’ bin Qaizhy. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam meneruskan perjalanan hingga tiba di kaki bukit uhud. Pasukan muslimin mengambil posisi menghadap ke arah Madinah dan memunggungi Uhud, sehingga pasukan musuh berada di tengah antara mereka dan Madinah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Rasulullah kemudian membagi tugas pasukannya. Beliau menunjuk satu kelompok yang terdiri dari para pemanah ulung yang dipimpin oleh Jubair bin An-Nu’man Al-Anshary Al-Ausy. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan agar mereka menempati posisi di atas bukit, sebelah selatan Wadi Qanat, yang sekarang terkenal dengan sebutan Jabal Rumat. Tujuan dibentuknya detasemen ini adalah untuk melindungi pasukan muslimin dari arah belakang, Rasulullah, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“lindungilah kami dengan anak panah, agar musuh tidak menyerang dari arah belakang. Tetaplah di tempatmu, entah kita di atas angin atau pun terdesak, agar kita tidak diserang dari arahmu.”&lt;/span&gt; Dengan ditempatkannya satu kelompok ini di atas bukit, maka beliau sudah bisa menyumbat satu celah yang memungkinkan bagi pasukan Quraisy untuk menyusup ke dalam barisan pasukan muslimin.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pasukan muslimin di sayap kanan di pimpin oleh Al-Mundzir bin Amr, sedang di sayap kiri di pimpin oleh Az-Zubair bin Al-Awwam. Pasukan ini masih di dukung oleh satuan pasukan yang di pimpin oleh Al-Miqdad bin Al-Aswad. Pengaturan ini merupakan strategi yang sangat bijaksana dan sekalligus amat detail yang menggambarkan kecerdikan Rasulullah sebagai komandan perang. Beliau menunjuk beberapa orang di front terdepan, yang terdiri dari orang-orang yang gagah perkasa dan pemberani. Pengaturan pasukan ini di lakukan Rasulullah pada Sabtu pagi tanggal 7 Syawal 3 H.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Rasulullah melarang semua pasukan melancarkan serangan kecuali atas perintah beliau. Sambil menghunus pedang yang tajam beliau berseru, “Siapakah yang ingin mengambil pedang ini menurut haknya?” Ada beberapa shahabat yang maju, namun pedang itu belum diserahkan juga, hingga akhirnya Abu Dujanah Simak bin Kharasyah maju dan bertanya, “Apa haknya wahai Rasulullah?” beliau menjawab, “Hendaklah engkau membabatkan pedang ini ke wajah-wajah musuh hingga bengkok”. “Aku akan mengambilnya menurut haknya wahai Rasulullah”, jawab Abu Dujanah. Kemudian Rasulullah memberikannya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pengaturan pasukan Makkah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Komandan pasukan tertinggi orang-orang musyrik ada di tangan Abu Sufyan bin Harb.  Kavaleri (pasukan berkuda) Quraisy di sayap kanan dipimpin oleh Khaid bin Walid dan sisi lainnya di pimpin Ikrimah bin Abu Jahl. Pasukan infanteri (jalan kaki) di pimpin Shafwan bin Umayyah, sedang para pemanah di pimpin Abdullah bin Rabi’ah. Yang terakhir, bendera perang di serahkan kepada beberapa orang dari Bani Abdid-Dar. Sebelum pecah peperangan, pihak Quraisy berusaha menciptakan perpecahan di dalam barisan kaum muslimin, dengan trik mengirimkan surat kepada kaum anshar agar menyerah. Tapi pasukan muslimin pun membalas surat tersebut dengan pedas hingga membuat merah telinga Abu Sufyan saat mendengarnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Awal meletusnya bara peperangan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Yang pertama kali menyulut bara pertempuran adalah para pembawa bendera dari kaum musyrikin, yaitu Abu Thalhah bin Abu Thalhah Al-Abdary. Dia mengajak adu tanding sampai dua kali, tapi tak seorangpun segera menyambut tantangannya. Pada tantangan yang ketiga, akhirnya majulah Az- Zubair dengan cara langsung melompat layaknya seekor singa, sehingga belum sempat Abu Thalhah turun dari punggung ontanya, Az-Zubair sudah menusukkan pedangnya hingga Abu Thalhah terjerembab dan mati.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Setelah itu petempuran pun meletus dan semakin mengganas diantara kedua belah pihak. Semua sudut menjadi kancah pertempuran, semakin lama semakin panas dan yang paling berat ada di sekitar bendera orang-orang musyrik. Orang-orang musyrik bergantian memegang bendera hingga 10 orang, namun semuanya terbunuh. Tiba-tiba muncul seorang pembantu mereka yang berasal dari Habasyah yang maju membawa bendera yang bernama Shu’ab, tapi dia pun terbunuh dan bendera pasukan Quraisy jatuh ke tanah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pertempuran semakin lama semakin panas, pasukan muslim menyerbu ke tengah pasukan musyrikin layaknya air bah. Abu Dujanah menyeruak sambil membawa pedang yang di berikan oleh Rasulullah, dengan satu tekad memenuhi hak pedang itu. Dia tidak berpapasan dengan seorangpun melainkan dia pasti membunuhnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sedangkan Hamzah bin Abdul-Muthalib bertempur bagaikan singa yang sedang mengamuk, bertempur tanpa rasa takut, tanpa ada tandingannya. Dia terus menerjang barisan musuh, hingga akhirnya dia terbunuh di barisan yang paling depan, dia terbunuh layaknya orang baik-baik yang terbunuh di tengah kegelapan malam. Hamzah dibunuh oleh Wahsyi bin Harb penduduk dari Habasyah, tujuannya membunuh Hamzah adalah untuk memenuhi syarat dari tuannya agar dimerdekakan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Detasemen para pemanah yang diangkat oleh Rasulullah mampu menggagalkan tiga kali serangan musuh dan menghujaninya dengan anak panah. Begitulah roda pertempuran terus berputar dan pasukan muslimin dapat menguasai seluruh keadaan, sehingga mampu membuat pasukan musyrikin kocar-kacir. Saat pasukan muslim tinggal meraih kemenangan atas pasukan Quraisy, terjadi kesalahan fatal yang dilakukan para pemanah, yang tergiur oleh kecintaan duniawi. Sebagian pasukan turun untuk mengambil harta rampasan, sehingga membalikkan keadaan yang menimbulkan kerugian yang amat banyak bagi pasukan muslimin, bahkan hampir saja menimbulkan kematian bagi Rasulullah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kesempatan ini dipergunakan oleh Khalid bin Al-Walid, yang dengan cepat mengambil jalan memutar hingga tiba di belakang dan menyerang kaum muslimin. Sedang saat itu Rasulullah hanya bersama sembilan shahabat saja. Kini di hadapan beliau hanya ada dua jalan, menyelamatkan diri bersama sembilan orang shahabat ke tempat yang lebih aman atau mengumpulkan para shahabat yang cerai berai lalu terus merengsek pasukan Makkah sampai kembali menguasai bukit uhud. Di sini tampak kecerdikan dan keberanian beliau dalam mambaca keadaan. Dengan suara nyaring beliau berteriak, “Wahai hamba-hamba Allah…!” Walau beliau sadar sepenuhnya bahwa orang-orang musyrik akan mendengar ucapan beliau sehingga mereka bisa mengetahui posisi beliau.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_jbdytvm49dk/S8fPIjg1elI/AAAAAAAAAHc/Hmh1Yjtk17M/s1600/IMAGE_00378.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5460560819088882258" src="http://1.bp.blogspot.com/_jbdytvm49dk/S8fPIjg1elI/AAAAAAAAAHc/Hmh1Yjtk17M/s400/IMAGE_00378.jpg" style="cursor: hand; cursor: pointer; display: block; height: 300px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 400px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;bukit Rummat dilihat dari seberang wadi. Dengan menyeberang wadi dan memutari bukit, pasukan berkuda Khalid bin Walid menghabisi pasukan panah kaum Muslim di atas bukit&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Saat pasukan muslimin terjepit, banyak di antara mereka yang hilang kendalinya. Tidak ada pikiran lain selain keselamatan dirinya sendiri, dan banyak yang meninggalkan kancah peperangan. Kedua pasukan saling bercampur, sehingga tak jarang orang muslim menyerang orang muslim.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tiba-tiba ada seseorang yang berteriak, “Muhammad telah terbunuh”. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Seketika itu juga mental orang-orang muslim menjadi anjlok dan semangat mereka menjadi hilang. Anas berkata, “Apa yagn kalian perbuat sepeninggalnya? Bangkitlah dan matilah seperti matinya Rasulullah,” kemudian Anas berdo’a, “Ya Allah, sesungguhnya aku meminta ampunan kepada-Mu dari apa yang mereka (orang-orang muslim) lakukan, dan aku berlindung kepada-Mu dari apa yang mereka (orang-orang musyrik) lakukan.”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kemudian Anas berpapasan dengan Sa’d bin Mu’adz, dan bertanya, “Mau kemana wahai Abu Umar?” Anas menjawab, “Di sana ada aroma surga wahai Sa’d. Aku bisa mencium baunya dari arah Uhud.” Kemudian dia beranjak menyerbu pasukan musuh hingga akhirnya syahid.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tsabit bin Ad-Dahdah berseru kepada kaumnya, “Wahai semua orang Anshar, kalau pun Muhammad benar-benar terbunuh, tapi Allah hidup dan tidak mati. Berperanglah atas nama agama kalian, karena Allah akan memenangkan dan menolong kalian.” Dengan keberanian, semangat dan sifat kesatria para shahabat kembali bangkit. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dan ketika mereka mendengar kabar terbunuhnya Muhammad adalah bohong semata, maka semakin teballah kekuatan mereka, sehingga bisa memutar jalan dan berhimpun kembali dengan pusat komando. Sementara itu Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Al-Khathab, Ali bin Abu Thalib dan beberapa shahabat mundur ke barisan belakang untuk menjaga keselamatan Rasulullah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Setelah berjalan dengan memutar, ada beberapa orang muslim yang berada di samping kiri kanan pasukan Quraisy. Setelah itu peperangan lebih banyak berkobar di sekitar Rasulullah. Maka terjadilah pertempuran yang seru antara orang-orang musyrik dan sembilan Shahabat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Saat itu adalah saat yang kritis bagi Rasulullah, ketika beberapa orang Quraisy menyerang Rasulullah. Di antaranya Utbah bin Abu Waqqash, yang melempar beliau dengan batu hingga mengenai lambung beliau dan gigi seri serta melukai bibir bawah beliau. Abdullah bin Syihab Az-Zuhry memukul beliau hingga melukai kening beliau. Lalu datang pula Abdullah bin Qami’ah, dia memukul pedang ke baju besi Rasulullah dengan keras, hingga rasa sakitnya beliau rasakan lebih dari sebulan. Hanya saja pukulan itu tidak melukai beliau. Lalu dia memukul beliau pada tulang pipi hingga ada dua keping lingkaran rantai topi besinya yang lepas dan mengenai beliau. Abdullah bin Qami’ah berkata, “Ambilah barang itu untukmu. Aku adalah ibnu qami’ah.” Sambil mengusap darah di keningnya, beliau bersabda, “Aqma’akallah.” Yang artinya, semoga Allah menghinakan dirimu. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Lalu Allah menurunkan ayat,&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Tak ada sedikitpun campur tanganmu dalam urusan mereka itu atau Allah menerima Taubat mereka, atau mengazab mereka Karena Sesungguhnya mereka itu orang-orang yang zalim.” (Ali-Imran:128)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ketika orang-orang musyrik bernafsu membunuh Rasulullah, dua orang shahabat yang menyertai beliau, yaitu Sa’d bin Abi Waqqash dan Thalhah bin Ubaidillah, berjuang dengan segenap keberanian dan kepahlawanan yang jarang ditemui. Mereka berdua terkenal sebagai pemanah ulung di Jazirah Arab, mereka terus melepaskan anak panah guna melindungi Rasulullah dari orang-orang musyrik.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Setelah semua orang-orang Anshar terbunuh, Thalhah maju dan bertempur menghadapi sebelas orang hingga jari-jari tangannya putus. Semua peristiwa ini berjalan dengan cepat. Tak beberapa lama setelah melewati saat-saat yang kritis bagi Rasulullah, ada beberapa shahabat yang sudah berhimpun di sekitar beliau, seperti Abu Dujanah, Mush’ab bin Umair, Ali bin Abi Thalib, Sahl bin Hanif, Malik bin Sinan (ayah Abu Sa’id Al-Khudry), Ummu Ammarah Nasibah binti Ka’b Al-Maziniyah, Qatadah bin An-Nu’man, Umar bin Al-Khathab, Hathib bin Abu Balta’ah dan Abu Thalhah. Dalam keadaan itu rasulullah terperosok ke dalam lubang yang dibuat oleh Abu Amir Si Fasik, yang memang dibuat untuk menjebak kaum muslimin. Pada saat itu Ali meraih tangan beliau dan Thalhah pun ikut merangkulnya hingga beliau bisa berdiri lagi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Setelah pemegang panj-panji Islam, ush’ab bin umair terbunuh, Rasulullah menyerahkan bendera kepada Ali bin Abi Thalib, yang kemudian bertempur dengan hebat. Pada saat itu Rasulullah bisa menyibak jalan dan bergabung dengan pasukannya. Setelah berkumpul, Rasulullah mundur secara teratur ke jalan bukit bersama pasukannya dengan membuka jalan di antara orang-orang musyrik yang sedang melancarkan serangan. Pasukan musyrikan berusaha menghadang tapi mereka gagal karena harus berhadapan dengan kehebatan para singa Islam.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Justru pada peperangan yang pahit itu, orang-orang muslim kemudian dikuasai rasa kantuk sebagai suatu penentraman hati yang datangnya dari allah. Dengan gambaran keberanian seperti itu, beliau dan para shahabat dapat mencapai jalan bukit dan memberi jalan bagi sisa-sisa pasukan yang lain untuk melewatinya hingga mencapai tempat yang aman. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Setelah rasulullah mendapatkan tempat sebagai pusat komando, orang-orang musyrik melancarkan serangan terakhir, sebagai upaya untuk menghabisi orang-orang muslim. Barulah setelah orang-orang musyrik yakin benar bahwa mereka telah membunuh Rasulullah, mereka kemudian mundur ke garis belakang.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Orang-orang musyrik kemudian berkutat dengan kesibukannya, seperti yang di lakukan Hindun binti Utbah yang mengambil jantung Hamzah lalu mengunyah-ngunyahnya. Karena tidak bisa menelannya maka di muntahkan lagi. Dia juga memotong telinga dan hidung Hamzah lalu menjadikannya sebagai gelang kaki dan kalung.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kembali ke Madinah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Seusai mengubur para syuhada, Rasulullah kembali ke Madinah. Di tengah perjalanan beliau berpapasan dengan Hamnah binti Jahsy. Beliau juga berpapasan dengan wanita dari Bani Dinar, yang suami, saudara dan ayahnya terbunuh dalam perang Uhud. Pada sore hari itu pula, sabtu tanggal 7 syawal 3 H rasulullah tiba di Madinah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sedangkan korban yang terbunuh dari kalangan Anshar sebanyak 65 orang, dengan rincian, 41 dari kalangan anshar, 24 dari kalangan Aus. Dari kalangan yahudi ada satu orang yang terbunuh, sedangkan dari kalangan muhajirin hanya empat orang. Sedangkan korban dari kalangan musyrikan sebanyak 30 orang.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Orang-orang muslim berada di Madinah pada malam Ahad, sepulang dari perang Uhud. Suasana duka menyelimuti mereka, apalagi ditambah keadaan badan yang letih dan lelah. Namun dengan begitu mereka tetap berjaga-jaga di dalam dan pinggiran Madinah, khususnya menjaga komandan teringgi, Rasulullah yang sewaktu-waktu bisa terancam bahaya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Perang Hamra’ul-Asad&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Setelah kembali ke kota Madinah, Rasulullah berpikir keras untuk menghadapi segala kemungkinan. Beliau khawatir orang-orang musyrik akan kembali ke Madinah dan menyerang kaum muslimin kembai. Beliau bersama para shahabat kemudian bertekad mengusir pasukan Quraisy saat itu juga. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Esok harinya mereka berangkat ke bukit Uhud, ini terjadi pada hari ahad tanggal 8 syawwal 3 H. Yang boleh ikut adalah para shahabat yang ikut perang pada hari sebelumnya, kecuali Jabir bin Abdullah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pasukan Islam tiba di Hamra’ul-Asad, 8 mil dari Madinah. Dan bermarkas di sana. Kemudian muncul Ma’bad bin Abu Ma’bad Al-Khuza’y menemui Rasulullah untuk masuk Islam. Lalu ia memberikan dukungan dan nasehat kepada Rasulullah, ia berkata, “Wahai Muhammad, demi Allah, kami (orang-orang Quraisy) merasa hebat karena melihat bencana yang menimpa rekan-rekanmu. Namun aku tetap berharap Allah memberikan afiat kepadamu.” Rasulullah kemudian menyuruh Ma’bad agar menyusul Abu Sufyan dan pasukannya serta melecehkannya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ternyata apa yang di pikirkan Rasulullah tentang niat pasukan Quraisy yang akan menyerang Madinah itu benar-benar akan dilaksanakan. Saat singgah di ar-rauha’ yang jaraknya 36 mil dari Madinah, Orang-orang musyrik saling mengejek dikarenakan mereka meninggalkan pasukan Islam kembali ke Madinah padahal peperangan telah mereka menangkan. Mereka yang mengejek ini menyemangati orang-orang Quraisy untuk segera menyerbu Madinah. Tapi pendapat ini ditolak oleh Shafwan bin Umayyah dengan kekhawatiran kemenangan yang telah diraih akan hilang jika tetap ingin ke Madinah. Dia memperkirakan pasukan Islam dibantu oleh suku Khazraj. Tapi pasukan Makkah akhirnya sepakat untuk kembali menyerang Madinah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sebelum pasukan Makkah beranjak dari tempat itu Ma’bad sudah sampai di tempat mereka dan menemui Abu Sufyan, sedang dia tidak tahu Ma’bad telah masuk Islam. Pada kesempatan ini Ma’bad melaksanakan perintah Rasul yaitu menakut-nakuti Abu Sufyan untuk tidak melanjutkan niatnya untuk menyerang Madinah dikarenakan pihak Madinah telah siap dengan kekuatan penuh menanti pihak Makkah, sehingga akan berakibat kekalahan bagi pihak Makkah. Ini membuat semangat pasukan Makkah menjadi turun dan akhirnya sepakat untuk Kembali ke Makkah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalam perjalanan kembali ke Makkah, mereka bertemu dengan rombongan Abdul Qais yang hendak pergi ke Madinah. Lalu Abu Sufyan menitipkan pesan pada Abdul Qais untuk Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam. Maka ketika Abdul Qais bertemu dengan Rasulullah di Hamra’ul Asad, dia berkata kepada rasulullah, “Sesungguhnya mereka (pasukan Makkah) telah berhimpun untuk menghadapi kalian, maka waspadalah!”. Tapi justru pesan yang disampaikan ini semakin menambah kemantapan iman kaum muslimin. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Peristiwa ini di abadikan oleh Allah dengan ayat&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“(yaitu) orang-orang (yang mentaati Allah dan rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: "Sesungguhnya manusia Telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, Karena itu takutlah kepada mereka", Maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: "Cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung". Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia (yang besar) dari Allah, mereka tidak mendapat bencana apa-apa, mereka mengikuti keridhaan Allah. dan Allah mempunyai karunia yang besar.” (Ali-Imran: 173-174)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Rasulullah berada di Hamra’ul Asad selama tiga hari.  Setelah itu beliau kembali ke Madinah. Sebelum kembali, beliau menangkap Abu Azzah Al-Jumahy yang kemudian dibunuh oleh Az-Zubair dan Ashim bin Tsabit. Ini dilakukan karena Abu Azzah mengingkari janji dengan bergabung bersama pasukan Quraisy serta membangkitkan semangat pasukan Quraisy melalui syair-syairnya. Padahal paska perang Badr dia dibebaskan oleh Rasulullah karena kemiskinannya dan putrinya yang banyak dengan syarat tidak boleh lagi memerangi Rasulullah dan kaum muslimin. Rasulullah juga memerintahkan Zaid bin Haritsah dan Amar bin Yasir untuk membunuh Muawwiyah bin Al-Mughirah bin Abdul Ash. Ini terjadi dikarenakan dia tetap berada di Madinah lebih dari tiga hari dan melakukan kegiatan mata-mata untuk kepentingan Quraisy, padahal sebelumnya dia mendapat perlindungan keamanan dari Rasulullah atas permintaan Utsman bin Affan dengan syarat hanya tiga hari berada di Madinah. Dia ke Madinah untuk menemui keponakannya yaitu Utsman bin Affan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Itulah kejadian perang Uhud dari awal sampai akhir. Yang pasti perang Hamra’ul Asad bukan merupakan peperangan yang berdiri sendiri tapi merupakan bagian dari perang uhud dan kelanjutannya. Lalu pihak manakah yang memenangi peperangan ini? Yang pasti, pada ujung peperangan ini pasukan Quraisy menarik diri dari kancah peperangan dan kembali ke Makkah dikarenakan takut berhadapan lagi dengan pasukan Islam.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Epilog&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kini kejadian tersebut telah ratusan tahun berlalu. Jabal Uhud tetap tegak berdiri di tengah gurun pasir, di luar kota Madinah. Bukit Rummat, bukit para pemanah yang legendaris  itupun tetap berdiri. Ke 70 syuhada Uhud itu pun kini telah mereguk manisnya mati syahid di surge. Makam mereka kini banyak diziarahi kaum muslimin dari seluruh dunia. Dari cerita yang beredar, dahulu pernah daerah di sekitar gunung Uhud tersebut dilanda banjir. Makam Uhud pun tak luput dari terjangan air bah, yang berakibat beberapa mayat syuhada itu pun muncul ke permukaan akibat tanah makam mereka kena erosi, termasuk Hamzah, paman Nabi. Subhanallah…. ternyata setelah sekian ratus tahun terpendam di dalam tanah, jasad-jasad para syuhada Uhud itu masih utuh tanpa mengalami kerusakan sedikit pun.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_jbdytvm49dk/S8fPI9aFLpI/AAAAAAAAAHk/X9MgVq_OAE4/s1600/IMAGE_00392.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5460560826039873170" src="http://2.bp.blogspot.com/_jbdytvm49dk/S8fPI9aFLpI/AAAAAAAAAHk/X9MgVq_OAE4/s400/IMAGE_00392.jpg" style="cursor: hand; cursor: pointer; display: block; height: 300px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 400px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;masjid kecil di samping makam syuhada Uhud&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalam suasana dingin menusuk, saya menyempatkan diri berdoa di atas bukit rummat. Setelah itu, saya sholat sunnah dua rakaat di masjid kecil di samping makam. Walau tidak disyariatkan, banyak juga dari para peziarah yang menyempatkan diri sholat di masjid ini. Toilet kecil dengan air yang kurang lancar mengalir sampai tidak mampu menampung banyaknya orang yang mau berwudhu.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_jbdytvm49dk/S8fPHzPbVGI/AAAAAAAAAHM/Ph0I0Nu6fsg/s1600/haji+1104.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5460560806130963554" src="http://4.bp.blogspot.com/_jbdytvm49dk/S8fPHzPbVGI/AAAAAAAAAHM/Ph0I0Nu6fsg/s400/haji+1104.jpg" style="cursor: hand; cursor: pointer; display: block; height: 300px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 400px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;para pedagang souvenir di sekitar bukit rummat&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&amp;nbsp;Terakhir sebelum kembali ke pemondokan, para peziarah biasanya tidak melewatkan waktu untuk membeli buah tangan. Banyak pedagang kaki lima yang mencari rezeki dengan menggelar dagangan di sini. Meski sebenarnya dilarang, ada juga yang berdagang di atas bukit rummat. Ada yang berjualan tasbih, baju, kurma, rumput fatimah, celak, dan berbagai barang lainnya. Yang favorit adalah kurma muda. Rasanya manis, warnanya masih putih dan kehijauan, serta dikemas dalam keadaan beku.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_jbdytvm49dk/S8fPIJAQYYI/AAAAAAAAAHU/LGBvWYmtLwg/s1600/haji+1114.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5460560811972911490" src="http://2.bp.blogspot.com/_jbdytvm49dk/S8fPIJAQYYI/AAAAAAAAAHU/LGBvWYmtLwg/s400/haji+1114.jpg" style="cursor: hand; cursor: pointer; display: block; height: 400px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 300px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sekitar pukul 10.00 waktu setempat, saya akhirnya kembali ke kota Madinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Ya Allah! Berikanlah pahala surga bagi para syuhada Uhud, seperti yang telah Engkau janjikan. Jadikan semangat mereka dalam menegakkan Islam menjadi semangat kami juga, menjadi pengingat kami dalam menjalani hidup. Kalau kami berkeluh kesah karena sulitnya masalah sehari-hari, sesungguhnya itu tidak ada apa-apanya dibanding pengorbanan para syuhada Uhud tersebut. Nikmat Iman yang kami rasakan sekarang ini tak lain karena buah perjuangan mereka. Sungguh tak layak kalau kami berziarah ke jabal Uhud semata karena ingin tahu dan berwisata belaka. Alangkah naifnya kalau kami mengunjungi jabal Uhud semata untuk mencari buah kurma atau tasbih belaka.&amp;nbsp;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Jauhkanlah kami dari hal-hal seperti itu ya Allah…&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8590952978031482641-7557188286931193397?l=triehartanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://triehartanto.blogspot.com/feeds/7557188286931193397/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://triehartanto.blogspot.com/2010/04/ziarah-makam-syuhada-uhud.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8590952978031482641/posts/default/7557188286931193397'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8590952978031482641/posts/default/7557188286931193397'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://triehartanto.blogspot.com/2010/04/ziarah-makam-syuhada-uhud.html' title='Ziarah makam Syuhada Uhud'/><author><name>Tri Hartanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11220858388235859727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_jbdytvm49dk/TAItxQhLrOI/AAAAAAAAAI8/HpU9vWO5hKk/S220/11549_1197809944906_1218231067_30641718_4479968_s.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_jbdytvm49dk/S8fP3iVctMI/AAAAAAAAAH0/7xEnwmoexTs/s72-c/IMAGE_00399.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8590952978031482641.post-4890391748177045739</id><published>2010-03-29T10:50:00.002+07:00</published><updated>2010-03-29T11:26:56.412+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='LAKIP'/><title type='text'>Teknik Menyusun LAKIP</title><content type='html'>LAKIP? Apa sih LAKIP itu? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang bekerja di instansi pemerintah, utamanya di bidang organisasi/tata laksana, LAKIP cukup akrab di telinga. Bukan cuma itu, menyusun LAKIP mungkin adalah pekerjaan sehari-sehari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LAKIP sendiri adalah Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Sederhananya, LAKIP adalah dokumen pertanggungjawaban kinerja suatu instansi atas rencana strategis maupun rencana tahunan yang telah disusunnya. LAKIP sendiri merupakan bagian dari Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah atau SAKIP. Hubungan tersebut akan tergambar dalam bagan berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_jbdytvm49dk/S7AM5vvFAuI/AAAAAAAAAF0/IRTOmMkhPfw/s1600/Untitled-1.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5453873334951674594" src="http://2.bp.blogspot.com/_jbdytvm49dk/S7AM5vvFAuI/AAAAAAAAAF0/IRTOmMkhPfw/s320/Untitled-1.jpg" style="cursor: hand; cursor: pointer; display: block; height: 240px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyusun LAKIP sebenarnya bukanlah hal yang sulit. Kebanyakan dari pengelola organisasi pasti akan mampu menyusunnya, karena LAKIP merupakan deskripsi dari apa yang selama ini telah dilakukan. Asal datanya lengkap, LAKIP bisa disusun dengan cepat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan untuk menyusun LAKIP? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Menyusun tim kerja &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memahami inpres no 7 tahun 2003 &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memahami instruksi menteri terkait &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kebijakan teknis (instruksi dan surat edaran pejabat eselon I)  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengumpulkan data baik data internal maupun data eksternal &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pembahasan dan klarifikasi data internal/eksternal kepada yang terkait  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Membuat rekap DIPA tahun laporan (menentukan jumlah kegiatan, jumlah dana setiap kegiatan, jumlah barga barang/jasa yang dibeli oleh dana setiap kegiatan, sisa dana setiap kegiatan yang ada pada DIPA tersebut &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengumpulkan rencana stratejik 5 tahun yang telah dibuat oleh bagian perencanaan  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mempedomani penetapan kinerja yang dibuat pada awal tahun laporan pada waktu penerimaan DIPA (memindahkan sasaran, program dan kegiatan yang ada pada DIPA yang akan dilaksanakan) &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menyusun rencana kinerja tahunan atas dasar penetapan kinerja (isi RKT dimaksud adalah semua kegiatan yang ada pada DIPA tahun yang dilaporkan dan telah selesai dilaksanakan)  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Melakukan pengukuran kinerja kegiatan  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Melakukan pengukuran pencapaian sasaran  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Melakukan evaluasi kinerja : analisis efisiensi (untuk mengetahui tingkat efisiensi kegiatan)  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Analisis efektifitas (untuk mengetahui keserasian antara tujuan dengan hasil, manfaat, dampak)  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Analisis akuntabilitas (untuk mengetahui keterkaitan antara hasil dengan kegiatan, program, kebijakan, sasaran, tujuan, misi, dan visi) &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Melakukan penyusunan LAKIP (narasi LAKIP):  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menandatangani LAKIP ke pimpinan &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;Isi LAKIP sendiri antara lain adalah : &lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Ikhtisar Eksekutif&lt;/b&gt;. Pada bagian ini disajikan tujuan &amp;amp; sasaran yang telah ditetapkan dalam rencana strategis serta sejauh mana instansi pemerintah mencapai tujuan &amp;amp; sasaran utama tersebut, serta kendala-kendala yang dihadapi dalam pencapaiannya. Disebutkan pula langkah-langkah apa yang telah dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut &amp;amp; langkah antisipatif untuk menanggulangi kendala yang mungkin akan terjadi pada tahun mendatang  &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Pendahuluan&lt;/b&gt;. Pada bagian ini dijelaskan hal-hal umum tentang instansi secara uraian singkat mandat apa yang dibebankan kepada intansi .  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Rencana Kinerja&lt;/b&gt;. Pada bagian ini disajikan gambaran singkat mengenai rencana strategis dan rencana kinerja. Pada awal bab ini disajikan gambaran secara singkat tujuan utama yang ingin diraih instansi pada tahun yang bersangkutan serta bagaimana kaitannya dengan capaian visi dan misi instansi  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Akuntabilitas Kinerja. &lt;/b&gt;Pada bagian ini disajikan uraian hasil pengukuran kinerja, evaluasi &amp;amp; analisis akuntabilitas kinerja. Termasuk didalamnya menguraikan secara sistematis keberhasilan/kegagalan, hambatan/kendala &amp;amp; permasalahan yang dihadapi serta langkah-langkah antisipatif yang akan diambil. Selain itu disajikan pula akuntabilitas keuangan dengan cara menyajikan alokasi &amp;amp; realisasi anggaran bagi pelaksanaan tupoksi &amp;amp; tugas-tugas lainnya, termasuk analisis tentang capaian indikator kinerja efisiensi  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Penutup. &lt;/b&gt;Pada bagian ini dikemukakan tinjauan secara umum tentang keberhasilan/kegagalan, permasalahan &amp;amp; kendala utama yang berkaitan dengan kinerja instansi yang bersangkutan serta strategi pemecahan masalah  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Lampiran&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lampiran bisa berupa foto, tabel pengukuran kinerja kegiatan, tabel pengukuran pencapaian sasaran, tabel rekapitulasi hasil analisis efisiensi, dan hal-hal lain yang dianggap perlu  &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, maka daftar isi LAKIP akan memuat hal-hal sebagai berikut: &lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Kata Pengantar&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Daftar Isi  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ringkasan eksekutif  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bab 1 Pendahuluan&lt;/li&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Latar Belakang&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tugas Pokok &amp;amp; Fungsi Instansi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Struktur Organisasi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sistematika Penyajian&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;li&gt;Bab 2 Rencana Strategis &amp;amp; Rencana Kinerja  &lt;/li&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Rencana Strategis 5 tahun  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rencana Kinerja  tahun yang dilaporkan &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bab 3 Akuntabilitas Kinerja  &lt;/li&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Pengukuran Capaian kinerja tahun yang dilaporkan &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Evaluasi &amp;amp; Analisis Capaian kinerja sasaran tahun yang dilaporkan &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penutup  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lampiran  &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Nah, …. Jadi deh LAKIPnya! Selamat menyusun LAKIP…..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8590952978031482641-4890391748177045739?l=triehartanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://triehartanto.blogspot.com/feeds/4890391748177045739/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://triehartanto.blogspot.com/2010/03/teknik-menyusun-lakip.html#comment-form' title='16 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8590952978031482641/posts/default/4890391748177045739'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8590952978031482641/posts/default/4890391748177045739'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://triehartanto.blogspot.com/2010/03/teknik-menyusun-lakip.html' title='Teknik Menyusun LAKIP'/><author><name>Tri Hartanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11220858388235859727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_jbdytvm49dk/TAItxQhLrOI/AAAAAAAAAI8/HpU9vWO5hKk/S220/11549_1197809944906_1218231067_30641718_4479968_s.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_jbdytvm49dk/S7AM5vvFAuI/AAAAAAAAAF0/IRTOmMkhPfw/s72-c/Untitled-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>16</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8590952978031482641.post-3192127297914253482</id><published>2010-03-26T17:11:00.006+07:00</published><updated>2010-03-28T15:49:04.631+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pribadi'/><title type='text'>About Me</title><content type='html'>Nama saya TRI HARTANTO. Gak ada tambahan atau embel-embel lain yang umum ada pada nama-nama sekarang ini. Saya dilahirkan sebagai anak ketiga dari empat bersaudara, di kota Ambulu, sebuah kota kecamatan kecil di wilayah kabupaten Jember, Jawa Timur. Kata ibuku, dulu waktu saya masih di kandungan, ayahku banyak menjalani laku tirakat dan memperbanyak ibadah, mendekatkan diri pada Allah. Suatu hal yang, kata ibuku juga, tidak terlalu dilakukan pada saat dua kakakku dan satu adikku dalam kandungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ya inilah adanya saya…. Saya sendiri bersyukur telah menjalani serangkaian hidup sejauh ini, dengan berbagai masalah dan anugerah yang silih berganti.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pendidikan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_jbdytvm49dk/S68VUErzBPI/AAAAAAAAAFM/AOuRrhIw62I/s1600/jadul001.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 233px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_jbdytvm49dk/S68VUErzBPI/AAAAAAAAAFM/AOuRrhIw62I/s320/jadul001.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5453601108367967474" /&gt;&lt;/a&gt; Yang saya ingat, saya pernah menjalani masa taman kanak-kanak di TK Dharma Wanita di Ambulu. Letaknya di kantor kecamatan. Lalu masuk SD di SDN Ambulu I. Barangkali pertimbangan saya masuk SD itu karena ayahku juga guru di SD tersebut. Sehingga meski jauh dan harus berjalan kaki, saya jalani saja semua dengan senang hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SD ku tersebut letaknya di pinggir kali. Kadang kalau waktu istirahat atau guru lagi rapat, kami suka main di pinggir kali itu. Entah itu sekedar bergayutan di pohon bambu yang menjuntai ke tengah kali, atau main kapal-kapalan dari perahu kertas. Kami juga sering main perang-perangan dengan bedil dari pelepah pisang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak temanku disitu yang sekarang sudah mapan dan menjalani hidup sesuai cita-cita dulu. Yang saya tahu misalnya Edy Siswanto, yang sekarang sudah menjadi dalang kondang nasional. Juga Anom Wibowo, yang selepas SMA lalu masuk akademi kepolisian. Terakhir saya dengar sekarang dia berpangkat AKBP, dan menjabat kasatreskrim polwiltabes Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_jbdytvm49dk/S68VVNhpxgI/AAAAAAAAAFU/RNCJpohtEuw/s1600/RPL105.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 228px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_jbdytvm49dk/S68VVNhpxgI/AAAAAAAAAFU/RNCJpohtEuw/s320/RPL105.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5453601127921206786" /&gt;&lt;/a&gt; Satu hal yang saya senangi waktu itu adalah menggambar. Sehingga tidak heran kalau halaman rumahku penuh coret-coretan hasil karya keisenganku. Adikku, B&lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100000373309799&amp;amp;ref=ts"&gt;udi Caturriyanto&lt;/a&gt;, juga punya hobi serupa. Hanya bedanya, hasil gambar dia kata orang lebih bagus dariku  Dalam beberapa kali lomba melukis, dia berhasil jadi juara. Sedang saya, masuk nominasi saja tidak… Dan sekarang, adikku telah menjadi salah satu pelukis andal di Denpasar, Bali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_jbdytvm49dk/S68VVcGH_LI/AAAAAAAAAFc/dSBQyDMQukk/s1600/jadul084.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 219px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_jbdytvm49dk/S68VVcGH_LI/AAAAAAAAAFc/dSBQyDMQukk/s320/jadul084.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5453601131832278194" /&gt;&lt;/a&gt; Yang fenomenal menurutku waktu itu, ketika saya kelas 5 SD, kami sempat mengadakan pameran lukisan di kebon binatang Wonokromo Surabaya. Salah seorang temanku, Anom Wibowo, ikut juga menyumbang beberapa hasil coretan tangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saat SMP saya sekolah di SMPN 1 Ambulu. Tidak ada yang istimewa rasanya. Tiga tahun kemudian saya masuk SMAK Santo Paulus Jember. Agak surprise rasanya saya yang anak desa ini masuk sekolah favorit di kota Jember. Sekolah katolik lagi, yang tentunya mayoritas siswanya dari golongan tionghoa. Malah seingatku, dari 40 orang murid dalam satu kelas, yang muslim hanya 5 orang, termasuk saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa SMA yang kata orang menyenangkan, tidak terlalu berkesan bagi saya. Waktu yang ada saya isi dengan belajar dan belajar. Hal ini sesuai dengan garis kebijakan sekolah yang menomorsatukan belajar, dibanding kegiatan ekstra atau pengisi waktu luang lainnya. Hasilnya, saat kelulusan saya berhasil menyandang predikat sebagai lulusan terbaik. Juga saat UMPTN, saya berhasil masuk ke &lt;a href="http://fia.brawijaya.ac.id/"&gt;FIA Unibraw&lt;/a&gt; Malang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_jbdytvm49dk/S68VVz8JD0I/AAAAAAAAAFk/DKe_kFf4-qg/s1600/RPL041.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 222px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_jbdytvm49dk/S68VVz8JD0I/AAAAAAAAAFk/DKe_kFf4-qg/s320/RPL041.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5453601138232856386" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Semasa kuliah, saya sempat merasakan beberapa unit kegiatan mahasiswa. Diantaranya Korps Sukarela (KSR), bela diri Pandawa, jadi anggota senat mahasiswa (gak terlalu aktif sih!). Tapi rasanya yang paling berkesan adalah saat aktif di Unit Aktivitas Kerohanian Islam (UAKI). Disini banyak pengalaman yang saya dapat. Mulai dari pertemuan wilayah LDK di Unair, pelatihan kepemimpinan di Univ Bangkalan (Unibang, sekarang Unijoyo Madura), sampai forum silaturrahmi LDK (FSLDK). Sampai saat mau wisuda sarjana, jabatan terakhir yang saya pegang adalah ketua Lembaga Dakwah Kampus (LDK).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pekerjaan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah lulus kuliah, saya sempat nganggur beberapa waktu. Beberapa kali saya mengirimkan lamaran pekerjaan, tapi belum juga nemu yang cocok. Pernah ikut tes di WIKA, tapi gagal di tes akhir, wawancara. Trakindo pun pernah aku jajal untuk melamar. Sayangnya setelah beberapa kali tahapan tes, saya gagal di psikotes. Begitu juga dengan tes di beberapa BUMN maupun bank-bank terkemuka. Kalau saya hitung ada sekitar 95 surat lamaran yang telah saya kirim. Sampai akhirnya saya diterima kerja di PT Putra Surya Multidana, tbk (PSM). Posisinya gak tinggi-tinggi amat, sebagai surveyor. Tugasnya pun simple, mensurvey calon customer yang mengajukan pembiayaan kredit sepeda motor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu tahun jadi surveyor, saya naik pangkat jadi Kepala Survey. Kali ini tugasnya agak kompleks, karena membawahi beberapa orang surveyor dan menangani approval kredit ratusan juta sehari.&lt;br /&gt;Tapi krisis ekonomi tahun 1998 memukul sektor perekonomian Indonesia. Perusahaan tempat saya bekerja pun terkena dampak yang tidak kecil. Karyawan dirasionalisasi, sales dihentikan, dan jam kerja pun dikurangi. Akibatnya saya dimutasi ke bagian collector. Di sini saya sempat menjabat korwil, team khusus, adm team khusus, sebelum akhirnya saya mengambil tawaran resign dari perusahaan, dengan sejumlah kompensasi tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, selepas saya keluar dari PT PSM, saya diterima sebagai PNS di Kediri, kota tempat asal istri saya. Tepatnya saya diterima di &lt;a href="http://www.stainkediri.ac.id/"&gt;Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kediri&lt;/a&gt;, suatu institusi pendidikan negeri yang bernaung di bawah departemen agama. Di kota kecil yang menyenangkan ini saya memulai karir dari bawah. Rumah hanya kontrakan type 36, yang kalau hujan suka bocor dan banyak tikusnya. Jabatan saya di kantor pun hanya staf bidang kepegawaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istri saya juga sempat kerja di &lt;a href="http://www.tigaserangkai.com/"&gt;PT Tiga Serangkai&lt;/a&gt;. Jabatan terakhir yang dipegang adalah manager IT, sebelum akhirnya memutuskan keluar dan kembali ke Kediri. Kadang saya kagum juga dengan otak encer istri saya itu. Alumni IF ITB itu nyaris bertangan dingin, berhasil di banyak hal yang dikerjakan. Sekarang dia bekerja sebagai PNS Pemkot Kediri disamping mengajar sebagai dosen di Poltek Kediri. Alhamdulillah, dari hasil pesangon dia di PT Tiga Serangkai dan hutang kanan kiri, kami bisa naik haji tahun 2008 lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Minat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_jbdytvm49dk/S68VWm4RnOI/AAAAAAAAAFs/ZBB4Jdai99A/s1600/IMG_9534.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_jbdytvm49dk/S68VWm4RnOI/AAAAAAAAAFs/ZBB4Jdai99A/s320/IMG_9534.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5453601151906847970" /&gt;&lt;/a&gt; saya suka kereta api. Entah kenapa saya suka kereta api, saya sendiri gak tahu. Yang jelas rasanya senang melihat rangkaian besi panjang itu melaju berderet-deret. Kalau pas lagi lewat di perlintasan kereta di jalan, dan mendengar genta tanda kereta mau lewat, saya lebih suka berhenti, dan menunggu kereta itu lewat. Beda dengan orang lain yang mungkin malah menerobos palang pintu perlintasan itu.&lt;br /&gt;Karena rasa suka itu, beberapa kali saya suka menjelajah tempat-tempat eksotis dengan jalur keretanya. Meski belum bergabung dengan &lt;a href="http://www.irps.or.id/"&gt;IRPS&lt;/a&gt;, tapi saya sering bersama mereka menjelajah spot-spot kereta yang menarik. Karena seringnya traveling kereta, belakangan saya juga menekuni fotografi.&lt;br /&gt;Saya juga menggemari olah raga, khususnya bulu tangkis dan bersepeda. Tidak terlalu ahli memang, tapi lumayanlah untuk sekedar mengeluarkan keringat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Masih banyak hal yang masih harus saya capai dalam hidup ini. Beberapa kali mengalami jatuh bangun membuat saya sadar, bahwa hidup tidaklah semudah ketika saya menggambar di teras rumah saat kecil dulu.&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8590952978031482641-3192127297914253482?l=triehartanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://triehartanto.blogspot.com/feeds/3192127297914253482/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://triehartanto.blogspot.com/2010/03/about-me.html#comment-form' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8590952978031482641/posts/default/3192127297914253482'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8590952978031482641/posts/default/3192127297914253482'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://triehartanto.blogspot.com/2010/03/about-me.html' title='About Me'/><author><name>Tri Hartanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11220858388235859727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_jbdytvm49dk/TAItxQhLrOI/AAAAAAAAAI8/HpU9vWO5hKk/S220/11549_1197809944906_1218231067_30641718_4479968_s.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_jbdytvm49dk/S68VUErzBPI/AAAAAAAAAFM/AOuRrhIw62I/s72-c/jadul001.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8590952978031482641.post-1353967865181928127</id><published>2010-03-15T16:15:00.000+07:00</published><updated>2010-03-15T16:15:44.479+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lingkungan'/><title type='text'>Kios Bensin Kejujuran</title><content type='html'>Beberapa kali kita disuguhi berita tentang Kantin kejujuran. Menteri A meresmikan kantin kejujuran di sekolah tertentu, atau Dirjen B menyambut baik kantin kejujuran di tempat tertentu, dan sebagainya. Kayaknya segala hal yang berbau kejujuran ini lagi digalakkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagus sih! Dan patut didukung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja kita juga sering disuguhi berita tidak sedap tentang gagalnya “proyek kejujuran” tersebut. Lihat saja &lt;a href="http://www.republika.co.id/node/106378"&gt;disini&lt;/a&gt;, atau &lt;a href="http://b0cah.org/index.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=737&amp;amp;Itemid=39"&gt;disini&lt;/a&gt;. Rata-rata proyek kejujuran tersebut masih disambut dengan “ketidakjujuran” oleh – inilah ironinya – para pelakunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Perumahan tempat saya tinggal sebenarnya biasa saja. Artinya warganya ada yang rajin ke masjid, ada yang suka duduk-duduk di warung kopi, ada yang sampe jegal-jegalan pas pemilihan ketua RW (sampe segitunya ya…?), ada yang apatis terhadap semua kegiatan sosial di lingkungannya. Ada yang rajin banget bayar iuran RT, sampe-sampe setahun kedepan dah lunas. Tapi juga ada yang harus ditagih ke rumah. Itupun masih ngeles dengan berbagai alasan. Macam-macam lah, namanya juga hidup dengan orang banyak&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_jbdytvm49dk/S535QEVaiNI/AAAAAAAAAFE/rn6AvfADXL0/s1600-h/IMAGE_010.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5448785178624952530" src="http://2.bp.blogspot.com/_jbdytvm49dk/S535QEVaiNI/AAAAAAAAAFE/rn6AvfADXL0/s320/IMAGE_010.jpg" style="cursor: hand; cursor: pointer; display: block; height: 320px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 242px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tapi yang membuat saya agak surprise, kalau nggak dibilang kaget, ternyata ada yang pasang kios bensin kejujuran. Artinya ada seseorang warga yang mendirikan kios bensin di jalan utama perumahan tanpa dijaga. Yang butuh bensin silahkan ambil sendiri, nanti uangnya di letakkan di kotak yang telah disediakan.&lt;br /&gt;Apakah ini mengikuti tren sesaat? Ataukah memang ada niatan luhur dari pemilik kios? Entahlah… &lt;br /&gt;yang jelas niatan ini memang harus didukung. Setidaknya bagi saya pribadi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8590952978031482641-1353967865181928127?l=triehartanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://triehartanto.blogspot.com/feeds/1353967865181928127/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://triehartanto.blogspot.com/2010/03/kios-bensin-kejujuran.html#comment-form' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8590952978031482641/posts/default/1353967865181928127'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8590952978031482641/posts/default/1353967865181928127'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://triehartanto.blogspot.com/2010/03/kios-bensin-kejujuran.html' title='Kios Bensin Kejujuran'/><author><name>Tri Hartanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11220858388235859727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_jbdytvm49dk/TAItxQhLrOI/AAAAAAAAAI8/HpU9vWO5hKk/S220/11549_1197809944906_1218231067_30641718_4479968_s.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_jbdytvm49dk/S535QEVaiNI/AAAAAAAAAFE/rn6AvfADXL0/s72-c/IMAGE_010.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8590952978031482641.post-5124512664828203196</id><published>2010-03-15T06:58:00.000+07:00</published><updated>2010-03-15T06:58:20.760+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='journey'/><title type='text'>Gunung Kelud dan Misteri Jalan Bermagnet</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_jbdytvm49dk/S510hSxSUkI/AAAAAAAAAEU/nwmDfZ8TP6Q/s1600-h/IMG_9979.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5448639239511233090" src="http://3.bp.blogspot.com/_jbdytvm49dk/S510hSxSUkI/AAAAAAAAAEU/nwmDfZ8TP6Q/s320/IMG_9979.jpg" style="cursor: hand; cursor: pointer; display: block; height: 240px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu wisata andalan kabupaten Kediri adalah Gunung Kelud. Meski terletak agak jauh dari pusat kota Kediri, keberadaan wisata ini masih menjadi &amp;nbsp;primadona wisata .&lt;br /&gt;Untuk mencapai lokasi ini cukup mudah. Dari Wates pengunjung bisa berbelok kea rah Tenggara melewati kecamatan Ngancar hingga sampai di depan pos retribusi. Karcis masuk Rp. 5000 per orang, kecuali turis manca Negara Rp 15.000/orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_jbdytvm49dk/S510hpo-DSI/AAAAAAAAAEc/qtEdgoISBr0/s1600-h/IMG_9933.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5448639245650365730" src="http://4.bp.blogspot.com/_jbdytvm49dk/S510hpo-DSI/AAAAAAAAAEc/qtEdgoISBr0/s320/IMG_9933.jpg" style="cursor: hand; cursor: pointer; display: block; height: 240px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ada satu fenomena menarik di jalan menuju Kelud ini, yaitu adanya mysterious road. Konon kabarnya mobil atau motor bisa berjalan sendiri meski jalan agak mendaki. Jadi disinyalir ada medan magnet tertentu yang bisa menarik kendaraan tersebut ke atas. Tapi setelah diteliti oleh tim dari ITS, terbukti fenomena jalan misteri di gunung Kelud ini hanya ilusi. Barangkali penjelasan ilmiah tentang fenonema tersebut bisa didapat &lt;a href="http://rovicky.wordpress.com/2007/07/20/misteri-jalan-bermagnet/"&gt;disini&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_jbdytvm49dk/S510h4P6rQI/AAAAAAAAAEk/QO6dC582tWE/s1600-h/IMG_9937.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5448639249571818754" src="http://1.bp.blogspot.com/_jbdytvm49dk/S510h4P6rQI/AAAAAAAAAEk/QO6dC582tWE/s320/IMG_9937.jpg" style="cursor: hand; cursor: pointer; display: block; height: 240px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Saat ini kondisi jalan dan infrastruktur lain menuju Kelud sudah lumayan bagus. Kendaraan roda empat dengan mudah bisa mencapai tempat parkir di atas gunung Kelud. Dari sini, pengunjung bisa berjalan kaki menuju kawah gunung Kelud. Jaraknya tidak jauh, hanya sekitar 500 meter dari tempat parkir tersebut, setelah terlebih dahulu masuk terowongan. &lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_jbdytvm49dk/S510iGgPuAI/AAAAAAAAAEs/9HxTDNpodGY/s1600-h/IMG_9945.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5448639253398403074" src="http://3.bp.blogspot.com/_jbdytvm49dk/S510iGgPuAI/AAAAAAAAAEs/9HxTDNpodGY/s320/IMG_9945.jpg" style="cursor: hand; cursor: pointer; display: block; height: 240px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Terowongan sepanjang 100 meter ini konon dirancang untuk mengalirkan air lahar gunung Kelud jika meletus. Tapi sekarang lebih berfungsi sebagai jalan pintas bagi pengunjung yang akan menuju ke kawah Kelud&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini ada beberapa fasilitas hiburan telah disediakan di tempat ini. Bagi yang menyukai memacu adrenalin bisa menjajal flying fox yang tersedia di samping tempat parkir. Agak jauh di bawah terdapat sungai dengan air panas yang mengandung belerang. Asap yang mengepul dari sungai ini dengan mudah bisa terlihat dari tempat parkir gunung Kelud.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_jbdytvm49dk/S512YOcybjI/AAAAAAAAAE8/0DBQWhZjWd0/s1600-h/IMG_9949.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5448641282755948082" src="http://2.bp.blogspot.com/_jbdytvm49dk/S512YOcybjI/AAAAAAAAAE8/0DBQWhZjWd0/s320/IMG_9949.jpg" style="cursor: hand; cursor: pointer; display: block; height: 240px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jika beberapa tahun lalu gunung Kelud terkenal dengan pesona kawah hijaunya, maka sekarang kondisi tersebut tidak bisa ditemui lagi. Sejak letusan tahun 2007 lalu, danau kawah itu telah diganti dengan anak gunung yang terus tumbuh hingga sekarang. Dari yang semula hanya berdiameter 1-2 meter saja, maka sekarang telah tumbuh hingga mulai melebihi ketinggian gunung Kelud yang asli. Di sela-sela lereng anak Kelud masih mengepulkan asap dan guguran belerang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8590952978031482641-5124512664828203196?l=triehartanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://triehartanto.blogspot.com/feeds/5124512664828203196/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://triehartanto.blogspot.com/2010/03/gunung-kelud.html#comment-form' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8590952978031482641/posts/default/5124512664828203196'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8590952978031482641/posts/default/5124512664828203196'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://triehartanto.blogspot.com/2010/03/gunung-kelud.html' title='Gunung Kelud dan Misteri Jalan Bermagnet'/><author><name>Tri Hartanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11220858388235859727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_jbdytvm49dk/TAItxQhLrOI/AAAAAAAAAI8/HpU9vWO5hKk/S220/11549_1197809944906_1218231067_30641718_4479968_s.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_jbdytvm49dk/S510hSxSUkI/AAAAAAAAAEU/nwmDfZ8TP6Q/s72-c/IMG_9979.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8590952978031482641.post-1010615859020966562</id><published>2010-03-12T21:00:00.003+07:00</published><updated>2010-03-29T11:37:27.442+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='stock'/><title type='text'>SaneBull World Market Watch</title><content type='html'>&lt;script src="http://widgets.clearspring.com/o/470066de4c5580d6/4b9a48fde33ca83e/470066de4c5580d6/f83482ae/widget.js" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center" style="font-size: 12px; width: 210px;"&gt;&lt;div align="left"&gt;sannebul World Market Watch berguna untuk melihat pergerakan harga saham di beberapa pasar saham dunia.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://vreel.net/"&gt;Watch Movies Online&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8590952978031482641-1010615859020966562?l=triehartanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://triehartanto.blogspot.com/feeds/1010615859020966562/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://triehartanto.blogspot.com/2010/03/sanebull-world-market-watch.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8590952978031482641/posts/default/1010615859020966562'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8590952978031482641/posts/default/1010615859020966562'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://triehartanto.blogspot.com/2010/03/sanebull-world-market-watch.html' title='SaneBull World Market Watch'/><author><name>Tri Hartanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11220858388235859727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_jbdytvm49dk/TAItxQhLrOI/AAAAAAAAAI8/HpU9vWO5hKk/S220/11549_1197809944906_1218231067_30641718_4479968_s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8590952978031482641.post-6783710086455530188</id><published>2010-03-09T21:35:00.001+07:00</published><updated>2010-03-09T22:20:01.618+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='journey'/><title type='text'>Lori Wisata di Gunung Kumitir (2)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_jbdytvm49dk/S5ZnCD8MOQI/AAAAAAAAABo/n0C3pvgdB4Q/s1600-h/8991.1194400800.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 251px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_jbdytvm49dk/S5ZnCD8MOQI/AAAAAAAAABo/n0C3pvgdB4Q/s320/8991.1194400800.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446654084466358530" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hari itu, kami bangun terlambat. Cuaca terang benderang di luar sejenak membuat kami bingung. Baru jam 04.30 sudah seterang ini? Kami lupa, Kalibaru masuk Banyuwangi, yang sejam perjalanan ke arah timur udah masuk waktu Indonesita tengah. Setelah mandi dan menikmati breakfast, kami jalan2 sebentar menikmati pemandangan cottage. Kalau tidak diingatkan petugas hotel bahwa kami sudah ditunggu kru lori wisata di stasiun, mau rasanya kami berlama2 disitu.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bergegas kami melangkah ke stasiun. Setiba disana, kru dan beberapa petugas segera menyiapkan diri melihat kami datang. Surprise rasanya! Biasanya kami yang menunggu kereta, sekarang kereta yang menunggu kami. Setelah mengatur jadwal wisata agar tidak berbenturan dengan jadwal kereta, kami segera berangkat. Sepanjang jalan kami terpesona dengan pemandangan di kanan kiri yang masih asri. Belokan tajam di sisi bukit dan jembatan menambah indah suasana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang masuk terowongan, kami berhenti sejenak. Kesempatan itu tidak kami sia-siakan. Dengan berteriak gembira, kami berpencar mengambil gambar terowongan dan lori itu dari berbagai sudut. Pak Sudadi, masinis, hanya ketawa saja melihat tingkah kami. Katanya, para turis asing yang sering menyewa lori tersebut tidak seperti kami tingkahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melewati terowongan, lori masuk stasiun Mrawan di spur 1. Rupanya sri tanjung mau lewat. Dengan berlari kecil kami kembali ke terowongan yang letaknya 200 meter dari stasiun. Kami berpencar mencari posisi yang tepat. Beberapa pekerja yang membetulkan kricak di mulut terowongan hanya terbengong melihat tingkah kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pk.07.40 sri tanjung melintas. Rupanya kereta itu ditarik si bader lagi. Pk 08.45 lori bergerak maju perlahan ke arah timur. Menjelang jembatan tinggi diatas perkampungan Mrawan, kami diberi kesempatan lagi berhenti dan memotret dari beberapa sudut. Setelah itu lori bergerak cukup cepat&lt;br /&gt;ke arah Garahan. Sepanjang jalan bau bunga kopi yang harum menyengat hidung. Rupanya kami beruntung, karena saat itu tanaman kopi mulai berbunga. Sehingga pemandangan di kanan kiri jalan menjadi sangat berkesan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak terlalu lama perjalanan untuk mencapai stasiun Garahan. Kembali kami masuk ke spur 1, menunggu KA Probowangi lewat. Kami dipersilahkan istirahat di dalam stasiun, karena pak Sudadi mohon izin mau membalik lori. Kami kaget, stasiun sekecil ini punya turn table? Sontak kami berebut naik kembali ke lori. Mau ikut membalik lok!&lt;br /&gt;Tapi ternyata lori hanya bergerak bebarapa meter, dan mulai dipasang alat pembalik lori dibawahnya. Dengan dibantu 4 orang, lori mulai diangkat dan dibalik arahnya secara manual. O ala, kami kira ada turn&lt;br /&gt;table.  kami jadi ketawa geli sendiri. Pk 09.20 Probowangi masuk spur 2, disambut belasan ibu2 penjual nasi pecel. Pemandangan langka tersebut tentu tidak kami sia-siakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Probowangi berangkat, kami berbincang dengan pak KS dan kru lori wisata, sambil menunggu tanda aman dari sta Mrawan. Pada kesempatan itu kami sempat makan nasi pecel rame-rame,  menambah jalinan keakraban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah ada kabar Probowangi telah lepas dari Mrawan dan menuju Kalibaru, lori bergerak kembali ke Mrawan. Kembali pemandangan kebun kopi yang harum mengiringi perjalanan kami. Di stasiun Mrawan kami diberi kesempatan mengabadikan perjalanan Pandanwangi yang melintas dari bawah jembatan. Agak susah kami menuruni lereng terjal dengan tanah gembur habis diguyur hujan. Tapi semua itu terbayar saat melihat Pandanwangi melintas jauh diatas jembatan tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami bermaksud segera kembali ke Kalibaru supaya bisa mengejar Mutiara Timur, kembali balik ke Surabaya. Sayangnya, kami dapat kabar kalau lori tidak boleh bergerak sebelum Mutiara timur melintas. Padahal saat itu Mutim saja belum masuk sta Kalibaru dari arahBanyuwangi. Tapi kami maklum, karena Mutiara Timur adalah kereta klas 1 untuk daerah ini, sehingga perlu prioritas utama.&lt;br /&gt;Tapi gak papalah. Setidaknya kami bisa mendapat gambar Mutiara Timur yang muncul dari dalam terowongan. Dan pada pk 10.25 Mutiara Timur melaju cepat melintasi terowongan.&lt;br /&gt;Dengan rasa puas, kami kembali ke sta Mrawan. Tapi rupanya kami tidak perlu berjalan kaki lebih jauh, karena pak Sudadi berinisiatif menjemput kami di terowongan dengan lorinya. Terima kasih pak!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pk 11.00 kami tiba di sta Kalibaru. Setelah mengucapkan terima kasih dan berfoto2 sejenak kami mohon diri. Karena tidak ada lagi kereta yang melintas ke arah barat sampai jam 2 nanti, kami terpaksa naik bis ke arah Surabaya. Di Surabaya kami berpisah dan kembali ke tempat masing-masing, setelah berjanji untuk treking bersama lagi nanti&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8590952978031482641-6783710086455530188?l=triehartanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://triehartanto.blogspot.com/feeds/6783710086455530188/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://triehartanto.blogspot.com/2010/03/lori-wisata-di-gunung-kumitir-2.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8590952978031482641/posts/default/6783710086455530188'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8590952978031482641/posts/default/6783710086455530188'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://triehartanto.blogspot.com/2010/03/lori-wisata-di-gunung-kumitir-2.html' title='Lori Wisata di Gunung Kumitir (2)'/><author><name>Tri Hartanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11220858388235859727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_jbdytvm49dk/TAItxQhLrOI/AAAAAAAAAI8/HpU9vWO5hKk/S220/11549_1197809944906_1218231067_30641718_4479968_s.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_jbdytvm49dk/S5ZnCD8MOQI/AAAAAAAAABo/n0C3pvgdB4Q/s72-c/8991.1194400800.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8590952978031482641.post-4090968595659713831</id><published>2010-03-09T21:25:00.001+07:00</published><updated>2010-03-09T21:40:49.511+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='journey'/><title type='text'>Lori Wisata di Gunung Kumitir  (1)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_jbdytvm49dk/S5Zd2uF6RtI/AAAAAAAAABg/yHOaOp-VaHY/s1600-h/IMG_1289.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_jbdytvm49dk/S5Zd2uF6RtI/AAAAAAAAABg/yHOaOp-VaHY/s320/IMG_1289.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446643994018334418" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;i&gt;tulisan ini pernah saya posting di milis keretapi@yahoogroups.com beberapa waktu yang lalu. Namun rasanya masih menarik untuk ditampilkan disini&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai dengan rencana, pada hari Sabtu-Minggu 3-4 Nopember 2007 kemarin kami mengadakan treking ke&lt;br /&gt;gunung Kumitir dan sekitarnya (Garahan-Mrawan-Kalibaru). Pesertanya adalah saya, &lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1271005767&amp;amp;ref=ts"&gt;Agung Renggono&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.facebook.com/praminto.nugroho?ref=ts"&gt;Ito Nugroho&lt;/a&gt;, dan &lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1500019317&amp;amp;ref=nf"&gt;Zudi&lt;/a&gt;. Zudi dan Agung berangkat dari Gambir naik Argo Anggrek, sedang saya dan Ito menunggu di Gubeng. Rencananya kami akan naik Mutiara Timur siang dari Gubeng ke Kalibaru. Namun setelah ditunggu-tunggu, Zudi dan Agung tidak juga kunjung datang sampai Mutiara Timur berangkat. Ternyata Argo Anggrek terlambat sampai di stasiun Pasar Turi. Pk 10.05 kereta baru masuk Pasar Turi.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rencana yang semula di susun terpaksa dirubah. Agar tidak mengurangi makna dan kesenangan treking, kami&lt;br /&gt;menghindari naik bis ke Kalibaru. Kami memutuskan naik KA Penataran sampai ke Lawang, yang nantinya&lt;br /&gt;bersambung dengan KA Tawang Alun ke Kalibaru. Resikonya, jadwal treking di Kalibaru hari itu kami&lt;br /&gt;batalkan. Di stasiun Lawang kami sempat berjumpa dengan kereta NR yang ditarik CC20113 dari arah&lt;br /&gt;Malang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pk. 14.27 Tawang Alun berangkat dari sta Lawang. Kereta ini berhenti 10 menit di Bangil untuk membalik&lt;br /&gt;lok, lalu terus melaju ke arah Banyuwangi. Berhubung hari menjelang malam, tidak banyak foto yang kami&lt;br /&gt;dapatkan dari perjalanan ini. Berkali-kali kami terpaksa gigit jari melihat banyak spot bagus yang terlewat. Terlebih daerah antara Kalisat sampai Kalibaru yang melewati banyak jembatan dan 2 terowongan. Apa boleh buat, kami terpaksa hanya mengagumi saja tanpa bisa memotretnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pk 20.15 kereta tiba di Kalibaru. Ternyata kami sudah ditunggu oleh beberapa petugas di sta Kalibaru, karena&lt;br /&gt;dalam kontak kami sebelumnya, kami akan tiba dengan Mutiara Timur. Untunglah jadwal lori wisata yang telah&lt;br /&gt;kami pesan sebelumnya belum dibatalkan. Setelah berbasa-basi sejenak dan menyelesaikan administrasi&lt;br /&gt;pembayaran, kami menuju penginapan (resort) yang terletak di seberang stasiun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski direkomendasikan oleh petugas di stasiun, agak ragu kami masuk penginapan itu. Pintu gerbangnya yang sepi, pohon2 tinggi menjulang, lampu yang temaram, dan nyaris sepi tanpa satu orangpun nampak, membuat kami maju mundur untuk melangkah. Di salah satu ruang dengan penerangan seadanya, Agung melihat lukisan diri orang tua terpampang di dinding. Sempat terlihat samar beberapa orang berjalan pelan. Anehnya, kebanyakan mereka berbadan tinggi besar, tua, berambut putih, dan terkesan acuh melihat kami. Benar2 menyeramkan! Jangan2, ini seperti rumah tua di film2 horor Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan hati yang dikuat2kan, kami berputar mengelilingi rumah. Sesaat kemudian kami baru bisa menemukan resepsionis yang menyambut kami dengan ramah. Tapi udara dingin, suasana sepi, minim cahaya, dan bau aneh yang menusuk tetap belum mampu meyakinkan kami untuk menginap disitu. Dan tiba-tiba, Duunnggg...... kami terlonjak kaget setengah mati mendengar suara gong besar disamping kami ditabuh sekuat tenaga oleh resepsionis. Ternyata sang resepsionis memanggil room service untuk mengantarkan kami ke kamar. Duh, kami pikir.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kekhawatiran kami sirna seketika ketika melihat kamar dan fasilitas yang ditawarkan. Rasanya segala&lt;br /&gt;capek dan takut jadi hilang. Rupanya ini salah satu cottage yang sering dikunjungi para turis asing yang&lt;br /&gt;berwisata di Kalibaru. Pantas saja suasana dibikin agak sunyi dan jauh dari hingar bingar. TV saja gak&lt;br /&gt;ada, baik di resepsionis maupun di tiap kamar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasar railfan, setelah mandi dan sholat, kami kembali ke stasiun di seberang hotel. Hujan rintik dan gelapnya malam tidak menyurutkan niat kami. Di emplasemen stasiun, kami dikejutkan dengan rangkaian 3 kereta dan loko BB303. Rupanya itu adalah KA Pandanwangi yang stabling disitu. pagi2 jam 04.55, Pandanwangi dijadwalkan berangkat ke Banyuwangi. Ito dan Agung pun sibuk memasang tripod dari beberapa posisi. Nyoba foto malam, katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pk. 22.15 Sri Tanjung masuk di sepur 2. Surprise bagi kami, jeng Sri ditarik si bader, CC20145. Hujan yang&lt;br /&gt;turun semakin deras menghalangi kami mengambil gambar. Niat kami yang menunggu Mutiara Timur malam dari Banyuwangi terpaksa kami urungkan. Hawa dingin dan kantuk memaksa kami balik ke hotel. Malam itu kami tidur dengan pulas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersambung&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8590952978031482641-4090968595659713831?l=triehartanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://triehartanto.blogspot.com/feeds/4090968595659713831/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://triehartanto.blogspot.com/2010/03/lori-wisata-di-gunung-kumitir-1.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8590952978031482641/posts/default/4090968595659713831'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8590952978031482641/posts/default/4090968595659713831'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://triehartanto.blogspot.com/2010/03/lori-wisata-di-gunung-kumitir-1.html' title='Lori Wisata di Gunung Kumitir  (1)'/><author><name>Tri Hartanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11220858388235859727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_jbdytvm49dk/TAItxQhLrOI/AAAAAAAAAI8/HpU9vWO5hKk/S220/11549_1197809944906_1218231067_30641718_4479968_s.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_jbdytvm49dk/S5Zd2uF6RtI/AAAAAAAAABg/yHOaOp-VaHY/s72-c/IMG_1289.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8590952978031482641.post-3897325953803142750</id><published>2010-03-09T12:35:00.011+07:00</published><updated>2010-03-10T22:45:08.804+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='journey'/><title type='text'>Wonosalam, again!</title><content type='html'>&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_jbdytvm49dk/S5Xm6ZxrEjI/AAAAAAAAAAU/LFA17vmgDMA/s640/IMAGE_009.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://lh6.ggpht.com/_jbdytvm49dk/S5Xm6ZxrEjI/AAAAAAAAAAU/LFA17vmgDMA/s640/IMAGE_009.jpg" style="display: block; height: 480px; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; margin-right: auto; margin-top: 0px; text-align: center; width: 640px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bermula dari rasa penasaran saya tentang daerah Wonosalam, Jombang, maka pada suatu kesempatan saya menyempatkan diri berkunjung (lagi) ke tempat itu. Sebelumnya saya memang pernah lewat ke tempat itu, tapi itupun hanya sekilas dan hanya sekedar lewat saja. Gak sampe tuntas ke pelosok-pelosoknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang itu, setelah selesai pertemuan dengan Biro Kepegawaian Jakarta di Kanwil Kementerian Agama (kementerian lho namanya sekarang,…. bukan lagi departemen…) Jawa Timur, saya langsung menuju Wonosalam. Dalam bayangan saya, Wonosalam adalah dataran tinggi di kaki gunung. Dan yang namanya dataran tinggi, biasanya banyak jalan pintas yang bisa ditempuh. Karena itu, saya pikir akses Wonosalam bisa dicapai dari berbagai arah. Bisa dari Mojoagung, Trowulan, Ngoro, Bareng, atau dari arah Mojokerto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pertigaan Brangkal, Mojokerto saya belok kiri. Arah tersebut menuju ke kecamatan Puri, wisata Pacet, dan Wonosalam tentunya. Tapi untuk lebih yakinnya, saya bertanya pada seorang penjual es di belokan jalan&lt;br /&gt;“Pak, ini jalan ke arah Wonosalam?”&lt;br /&gt;“Benar, tapi masih jauuhhhh… Kenapa gak lewat Mojoagung saja? Disini malah muter2 gak karuan.”&lt;br /&gt;“Mboten pak, soalnya pingin lewat sini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata benar, ini jalan ke Wonosalam. Jadi tinggal ngikuti saja, kalau bingung ya tanya lagi pada orang lewat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ternyata gak semudah rencana semula. Jalan itu tidak hanya lurus, tapi juga ada perempatan, pertigaan, perlimaan, atau apalah namanya. Yang jelas, semua persimpangan itu bikin bingung. Semua seakan menjanjikan arah yang benar ke Wonosalam. Mana gak ada petunjuk jalan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi ini diperparah dengan tidak berfungsinya GPS di HTC TYTN II saya. Garmin yang semalam aku install ternyata masih error, sulit menangkap sinyal satelit. Akhirnya harus…pasrah! Terpaksa harus sering berhenti dan nanya pada orang lewat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa kali kesasar dan berbalik arah, akhirnya aku sampai di daerah Jabung. Orang terakhir yang aku tanya membenarkan bahwa ini jalan ke Wonosalam. Ciri utama daerah Jabung adalah adanya makam Mbah Jabung, makam keramat yang terletak di kanan jalan (dari Mojokerto). Di sebelah makam terdapat sebuah masjid dengan kubahnya  yang besar, sehingga sangat jelas terlihat dari kejauhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lepas dari Jabung, barulah masuk ke hutan jati. Alamnya yang sunyi seperti membawa kita ke alam lain, alam bawah sadar. Tidak banyak kendaraan yang melintas. 5 Km kemudian barulah kita sampai di tempat wisata goa sigolo-golo. Goa ini terletak di desa Panglungan kecamatan Wonosalam. Pada hari-hari tertentu, goa ini cukup ramai dikunjungi wisatawan. Dari tempat ini kita juga bisa melihat air terjun di kejauhan.&lt;br /&gt;Keindahan Wonosalam mulai terlihat disini. Beberapa villa berdiri dan menawarkan suasana fresh di alam pegunungan. Beberapa diantaranya membalut diri dengan paket outbound dan petualangan alam bebas. Sebut saja Wonosalam Training Centre (WTC). Bagi yang menyukai balap motor di medan off road, di desa Carang Wulung ada sebuah Hill Circuit. Dan setahu saya di desa ini ada juga &lt;a href="http://www.inuel.info/"&gt;seorang blogger&lt;/a&gt; yang cukup aktif di dunia maya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya cuaca mendung tak memungkinkan saya untuk berlama-lama menikmati keelokan alam Wonosalam. Langit yang menghitam disertai guntur di kejauhan cukup membuat ciut nyali. Apalagi kabut mulai turun hingga jarak pandang hanya tersisa beberapa meter saja. Akhirnya saya memutuskan untuk turun dan melanjutkan perjalanan. Perjalanan yang menyenangkan!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8590952978031482641-3897325953803142750?l=triehartanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://triehartanto.blogspot.com/feeds/3897325953803142750/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://triehartanto.blogspot.com/2010/03/wonosalam-again.html#comment-form' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8590952978031482641/posts/default/3897325953803142750'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8590952978031482641/posts/default/3897325953803142750'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://triehartanto.blogspot.com/2010/03/wonosalam-again.html' title='Wonosalam, again!'/><author><name>Tri Hartanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11220858388235859727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_jbdytvm49dk/TAItxQhLrOI/AAAAAAAAAI8/HpU9vWO5hKk/S220/11549_1197809944906_1218231067_30641718_4479968_s.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh6.ggpht.com/_jbdytvm49dk/S5Xm6ZxrEjI/AAAAAAAAAAU/LFA17vmgDMA/s72-c/IMAGE_009.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry></feed>
