Monday, October 12, 2015

Menyusuri Jejak Sejarah Islam di Petilasan Air Mata Ibu

Hari telah menjelang siang, ketika kami sampai di belokan desa Buduran, kecamatan Arosbaya Bangkalan. Suasana yang panas dan kering di pertengahan musim kemarau kali ini terasa sungguh menyengat. Jalan yang sempit dan telah rusak disana sini menjadikan perjalanan menuju petilasan Aer Mata Ebuh ini menjadi agak melelahkan.
Pendopo utama makam
 
Pintu gerbang makam
Di kejauhan, terlihat pintu gerbang Petilasan Aer Mata Ebu, yang terlihat menanjak dengan puluhan anak tangganya. Nama petilasan ini tidak jauh berbeda dengan arti harfiah dari bahasa Indonesianya, yaitu Air Mata Ibu. Konon disinilah dimakamkan seorang Ratu bernama Syarifah Ambami, istri dari penguasa wilayah Madura, Raden Praseno. Sejarah mencatat, Raden Praseno lebih dikenal dengan nama Cakraningrat I, seorang raja yang hidup pada jaman keemasan kerajaan Mataram di Jawa. Syarifah Ambami sendiri masih keturunan Sunan Giri di Gresik.
Baca selengkapnya