Monday, May 31, 2010

Alat Penghemat Listrik. Benarkah?

Menjelang akhir bulan, biasanya mulai disibukkan dengan berbagai persiapan menjelang tanggal 1. Senangnya sih pasti gajian. Tapi di sisi lain, berbagai tagihan juga mulai bermunculan, menuntut segera dibayar.

Salah satu tagihan yang rutin harus segera dibayar adalah tagihan listrik. Beda dengan tagihan telpon (prabayar), yang bisa ditunda nanti kalau sudah punya uang, tagihan listrik ini tentu jadi prioritas utama untuk dilunasi. Tentu kita tidak ingin seluruh kehidupan kita yang ditunjang oleh listrik jadi terganggu kan gara-gara menunggak listrik.

Masalahnya, sekarang ini tagihan listrik makin tidak terjangkau. Belum lagi rencana pemerintah yang akan menaikkan tarif dasar listrik (TDL), mencabut subsidi BBM bagi pengendara motor, bla..bla..bla... Ah, rasanya kok jadi lebay ya pemerintah sekarang ini?

Sempat terbersit keinginan untuk membeli alat penghemat listrik. Barangkali lumayan buat penghematan di rumah. Masak nonton tv, menanak nasi, sama mesin cuci saja listrik sudah njepret?

Tapi tunggu dulu! Benarkah alat penghemat listrik itu benar-benar memberikan penghematan seperti yang dijanjikan? Jangan-jangan itu cuma hoax saja...
Setelah googling, akhirnya saya menemukan artikel di bawah ini, bersumber dari pln jateng.


Sunday, May 23, 2010

,

Reformasi Pelayanan Publik Menuju Good Governance

Good governance (GG) seringkali didefinisikan sebagai pemerintahan yang bersih dan berwibawa, bebas dari KKN, dan berorientasi pada pelayanan publik. Tetapi sebenarnya orang sering menjelaskan konsep GG dalam bentuk yang berbeda-beda tergantung konteksnya. Misalnya dalam konteks pemberantasan KKN, GG sering didefinisikan sebagai pemerintahan yang bersih dari KKN. Demikian pula dalam konteks demokratisasi, GG diartikan sebagai pemerintahan yang memberikan ruang yang luas bagi aktor atau lembaga di luar pemerintah, sehingga ada pembagian peran dan kekuasaan yang seimbang.



Di lain pihak, konsep GG seringkali dimaknai sebagai suatu gerakan, dimana hal ini didorong oleh berbagai kepentingan lembaga donor dan keuangan internasional untuk memperkuat institusi yang ada di dunia ketiga. UNDP sendiri mendefinisikan GG sebagai suatu hubungan yang sinergis dan konstruktif antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat.

Sunday, May 16, 2010

Kaliurang, Kaliadem, Kalikuning

Yang belum mendengar deretan kata diatas, barangkali akan tertawa. Masak segala macam kali dijejer jejer, seperti tidak ada kata lain saja. Emang apa istimewanya dengan kali-kali diatas?
Tapi rasanya hampir semua orang kenal daerah Kaliurang. Apalagi jika dikaitkan dengan gunung Merapi di Jawa Tengah, rasanya Kaliurang cukup familiar terdengar.


salah satu sudut taman gardu pandang, Kaliurang
Kaliurang sendiri adalah daerah pegunungan di lereng gunung Merapi, sekitar 1 jam perjalanan dari kota Jogjakarta. Udaranya yang sejuk, khas iklim pegunungan, membuat banyak wisatawan betah berlama-lama disana. Tidak heran jika banyak warga kota Jogja dan sekitarnya yang menjadikan daerah ini sebagai salah satu tujuan berlibur. Mungkin sama artinya dengan daerah Puncak bagi kota Jakarta, Lembang bagi Bandung, Batu bagi kota Malang, Kuningan bagi kota Cirebon, Tawangmangu bagi kota Solo, Bandungan bagi kota Semarang, Bukittinggi bagi kota Padang, Rembangan bagi kota Jember, Besuki bagi kota Kediri, atau tempat-tempat lain yang saya belum tahu.


Terima kasih anda telah berkunjung di blog saya ini. Semoga beberapa tulisan dalam blog ini berguna bagi anda semua...