Tuesday, November 3, 2015

, ,

Berebut berkah di Grebeg Selarong 2015

Pagi itu kesibukan di rumah Pak Hisyam, Kepala Dukuh Iroyudan Desa Guwosari Bantul meningkat pesat. Beberapa orang laki-laki sibuk berdandan, memakai busana ala prajurit keraton Jogjakarta. Mereka saling membantu, agar bisa segera selesai di tengah terbatasnya waktu. Sementara di sudut halaman, sebuah gunungan berisi berbagai hasil bumi dan makanan telah siap untuk dibawa ke balai desa Guwosari. Gunungan dan tumpeng berbagai makanan tersebut disiapkan oleh ibu-ibu warga sekitar yang ikut bergotong royong memasak semalam suntuk di dapur.
Gunungan hasil bumi


Berdandan dulu biar rapi

Monday, October 12, 2015

, ,

Menyusuri Jejak Sejarah Islam di Petilasan Air Mata Ibu

Hari telah menjelang siang, ketika kami sampai di belokan desa Buduran, kecamatan Arosbaya Bangkalan. Suasana yang panas dan kering di pertengahan musim kemarau kali ini terasa sungguh menyengat. Jalan yang sempit dan telah rusak disana sini menjadikan perjalanan menuju petilasan Aer Mata Ebuh ini menjadi agak melelahkan.
Pendopo utama makam
 
Pintu gerbang makam
Di kejauhan, terlihat pintu gerbang Petilasan Aer Mata Ebu, yang terlihat menanjak dengan puluhan anak tangganya. Nama petilasan ini tidak jauh berbeda dengan arti harfiah dari bahasa Indonesianya, yaitu Air Mata Ibu. Konon disinilah dimakamkan seorang Ratu bernama Syarifah Ambami, istri dari penguasa wilayah Madura, Raden Praseno. Sejarah mencatat, Raden Praseno lebih dikenal dengan nama Cakraningrat I, seorang raja yang hidup pada jaman keemasan kerajaan Mataram di Jawa. Syarifah Ambami sendiri masih keturunan Sunan Giri di Gresik.

Friday, June 12, 2015

, , ,

Khlong Hae, Hatyai Floating Market

Saat berkunjung ke Hatyai, Thailand selatan, sekali waktu sempatkan berkunjung ke Hatyai Floating Market. Dari namanya, kita tentu bisa menebak bahwa itu adalah pasar terapung yang menjual berbagai macam barang. Dan tebakan itu memang tidak salah.

Hatyai floating market adalah pasar terapung seperti halnya pasar sejenis di sungai Lok Bintan Martapura, atau juga yang ada di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Hanya bedanya, pasar terapung di Hatyai lebih menyerupai atraksi wisata dan pusat wisata kuliner ketimbang pasar dengan transaksi jual beli sehari-hari.

floating market, dilihat dari jembatan

Friday, May 29, 2015

, , ,

Berkunjung ke International Institute of Islamic Tought And Civilization (ISTAC), Malaysia

Hari itu, Jumat, 29 Mei 2015, kami mendapat kesempatan istimewa untuk mengunjungi International Institut of Islamic Tought And Civilization (ISTAC). Kampus istimewa tempat lahirnya tokoh-tokoh Islam masa kini itu terletak di tempat yang istimewa pula, Taman Duta Kuala Lumpur Malaysia. Sebagaimana diketahui, Taman Duta adalah tempat eksklusif yang biasa dihuni orang-orang kaya dan terkenal di Kuala Lumpur. Di rumah-rumah sepanjang jalan ini, sudah biasa ditemui mobil sekelas Bentley, Ferrarri, atau Lamborghini. Semua terparkir rapi di depan rumah, seolah menunjukkan kelas sang pemilik rumah.


ISTAC sendiri dibangun oleh Prof. Syekh Muhammad Naquib Al Attas, seorang Guru Besar di bidang Islamic Studies di ISTAC- IIUM Kuala Lumpur. Ulama yang lahir di Bogor pada 5 September 1931 ini mendirikan ISTAC dengan maksud untuk merevitalisasi nilai-nilai peradaban Islam dan Islamisasi ilmu pengetahuan.

Tuesday, April 28, 2015

, , ,

Lintas Alam Semen Besuki X Tahun 2015

Akhirnya Lintas Alam Semen Besuki (LASKI) X Tahun 2015 dalam rangka hari jadi Kabupaten Kediri ke 1.211 digelar. Ajang tahunan yang menguji adrenalin para pecinta alam bebas, outdoor, dan adventure itu dilaksanakan hari Minggu, 26/4, kemarin dan diikuti oleh ribuan pecinta alam dari berbagai daerah. Selain sebagai rangkaian kegiatan menyambut hari jadi Kediri, event ini juga diadakan untuk memperkenalkan keindahan alam lereng Gunung Wilis di wilayah kecamatan Semen sampai dengan area wisata Irenggolo Desa Besuki Kecamatan Mojo.


Pukul 06.00 peserta diberangkatkan langsung oleh Bupati Kediri dr. Hj. Haryanti Sutrisno dengan mengangkat bendera start, dan disambut dengan antusias oleh ribuan peserta. Beberapa peserta malah segera berlari begitu bendera start dikibarkan, seolah tidak mau ketinggalan oleh yang lainnya. Barangkali iming-iming menjadi peserta tercepat memotivasi mereka untuk berebut menjadi yang terdepan.

Monday, March 16, 2015

, ,

Menjemput Mistis di Perkebunan Djengkol Kediri

Rute gowes kali ini agak istimewa, menelusuri Perkebunan Djengkol, di wilayah timur Kabupaten Kediri. Daerah ini secara geografis berada di perbatasan Kecamatan Plosoklaten dan Kecamatan Wates Kabupaten Kediri. Berada di kaki gunung Kelud, dengan kondisi topografi dominan perkebunan dan sawah penduduk.


Gerbang Masuk Perkebunan Djengkol
Anggota yang ikut kali ini tidak selengkap biasanya. Beberapa orang absen karena sakit atau alasan lainnya. Sehingga komposisi yang ada cuma diisi saya, pak Rudi, pak Rois, pak Yanuar, mas Hamim, pak Box, dan mas Munir.

Saturday, February 28, 2015

, ,

Mencoba Jalur Offroad di Gunung Klothok




Banyak cara untuk mengisi liburan akhir pekan. Ada yang berlibur bersama keluarga, menjalani hobi, rekreasi di tempat wisata, atau malah berolahraga. Bagi kami, hari libur adalah kesempatan untuk kembali bersepeda, mencoba rute rute yang belum pernah kami kunjungi sebelumnya.

Dan hari ini kami sepakat untuk menjajal rute yang sedikit menantang. Jika biasanya kami sekedar gowes di seputaran Selopanggung, jalur Tan Malaka, atau kawasan Lebak Tumpang, maka kali ini kami akan mencoba track di belakang gunung Klothok yang biasa dicoba oleh penggila Offroad. Tepatnya di daerah Sumber Tretes, Lebak Tumpang Kediri.

Awalnya kami bersepeda dengan santai, menyusuri kawasan bong Cino Klothok, lalu terus menyusuri jalan kampung Lebak Tumpang. Namun menjelang jalan curam mendaki di dekat markas LTCC (Lebak Tumpang Cycling Club), kami terus melaju lurus menyusuri jalan setapak.


Monday, January 5, 2015

Ikut upacara yukk......!

Rasanya saya sudah gak ingat, kapan terakhir ikut upacara. Entah itu tujuh belasan, hari Amal Bakti Depag, atau yang lainnya. Sekedar apel pun jarang sekali aku ikut. Terakhir ikut mungkin pas aku prajab tahun 2000 dulu, di Malang. Setelah itu, nyaris sama sekali tidak bersentuhan dan hal-hal sedemikian.

Tapi tanggal 3 Januari 2015 kemarin ada hal yang luar biasa. Bertepatan dengan Hari Amal Bakti Kementerian Agama, maka seluruh instansi Kemenag diwajibkan melaksanakan upacara bendera. Tidak perduli hari itu bertepatan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW, yang berarti tanggal merah, semua PNS Kemenag wajib ikut. Dress code nya pun sudah ditentukan, pakaian putih bawah hitam dan memakai kopiah. Kata yang bikin undangan, itu sudah dress code baku dari Jokowi.

Terima kasih anda telah berkunjung di blog saya ini. Semoga beberapa tulisan dalam blog ini berguna bagi anda semua...