Showing posts with label religi. Show all posts
Showing posts with label religi. Show all posts

Wednesday, January 18, 2017

Madain Saleh, Sisa-sisa Peradaban Indah Yang Terkutuk

Tak banyak orang yang tahu, bahwa Arab Saudi memiliki banyak situs arkeologi peninggalan sejarah yang luar biasa. Situs-situs ini tersebar di berbagai pelosok negeri Jazirah Arab, hingga ke negeri-negeri sekitar di Timur Tengah. Salah satu situs arkeologi yang cukup dikenal adalah MadainSaleh, wilayah kering di tengah gurun pasir yang dikenal sebagai bekas wilayah kaum Tsamud, 800 SM.


Bagi jamaah Umroh atau Haji, mengunjungi Madain Saleh adalah tantangan tersendiri. Selain tempatnya yang jauh, sekitar 450 km dari Madinah atau 830 dari Mekkah, pengunjung juga harus punya ijin khusus untuk bisa masuk area terbatas itu. Ada pintu gerbang khusus yang dijaga oleh Askar Kerajaan Saudi, yang memeriksa setiap pengunjung yang mau masuk. Sesuai regulasi pemerintah Saudi, jamaah dengan visa umrah hanya berlaku di tiga kota; Jeddah, Mekkah, dan Madinah. Sehingga jika hanya mengandalkan paspor dengan visa umrah atau haji, bisa dipastikan akan disuruh balik atau ditolak masuk.
Baca selengkapnya

Friday, May 29, 2015

Berkunjung ke International Institute of Islamic Tought And Civilization (ISTAC), Malaysia

Hari itu, Jumat, 29 Mei 2015, kami mendapat kesempatan istimewa untuk mengunjungi International Institut of Islamic Tought And Civilization (ISTAC). Kampus istimewa tempat lahirnya tokoh-tokoh Islam masa kini itu terletak di tempat yang istimewa pula, Taman Duta Kuala Lumpur Malaysia. Sebagaimana diketahui, Taman Duta adalah tempat eksklusif yang biasa dihuni orang-orang kaya dan terkenal di Kuala Lumpur. Di rumah-rumah sepanjang jalan ini, sudah biasa ditemui mobil sekelas Bentley, Ferrarri, atau Lamborghini. Semua terparkir rapi di depan rumah, seolah menunjukkan kelas sang pemilik rumah.


ISTAC sendiri dibangun oleh Prof. Syekh Muhammad Naquib Al Attas, seorang Guru Besar di bidang Islamic Studies di ISTAC- IIUM Kuala Lumpur. Ulama yang lahir di Bogor pada 5 September 1931 ini mendirikan ISTAC dengan maksud untuk merevitalisasi nilai-nilai peradaban Islam dan Islamisasi ilmu pengetahuan.

Baca selengkapnya

Friday, September 12, 2014

Menikmati Kuliner di Musim Haji

Pada musim haji 1435 H ini mulai ramai diberitakan tentang jamaah yang berangkat ke tanah suci. Macam-macam barang bawaan mereka, mulai dari yang umum dibawa orang bepergian, sampai yang dilarang dalam penerbangan. Dalam urusan makanan, banyak juga yang sengaja membawa bekal makanan dari rumah, yang kira-kira tidak ada di tanah suci nanti. Ada sambal, terasi, mie instant, bahkan beras.

Sesungguhnya, tidak ada alasan bagi siapapun untuk takut tidak bisa makan di tanah suci nanti. Ada banyak tersedia makanan aneka rasa yang bisa dibeli di sana. Dengan mudah kita bisa menemukan indomie, mie sedap, kecap, dan lain-lain di toko pinggir jalan. Mau langsung makan? Ada banyak warung makan dadakan yang siap melayani dengan menu Indonesia banget.

Pasar di salah satu sudut kota Mekkah
Baca selengkapnya

Wednesday, September 10, 2014

Transportasi Haji di Saudi Arabia

Membaca berita tentang mogoknya bis jamaah haji di Arab Saudi, http://internasional.kompas.com/read/2014/09/07/15433741/Tiga.Bus.Jemaah.Haji.Mogok.di.Antara.Jeddah-Madinah, membuat saya teringat pengalaman menunaikan ibadah haji tahun 2008 lalu. Saat itu kami dari kloter 48 Kota Kediri juga menggunakan bis yang dicarter oleh Pemerintah Indonesia, baik itu dari Jeddah ke Mekkah, Mekkah ke Madinah, ataupun untuk transportasi sehari-hari jamaah. 

Untuk keperluan transportasi dari Maktab ke Masjidil Haram, kami memakai bis dari SAPTCO yang relatif masih baru. Bus bermerk Yutong dari China tersebut sedemikian barunya, sehingga plastik pembungkus kursinya pun masih belum dilepas. AC nya dingin, dan mesinnya pun terdengar halus. Maklum, masih baru. Waktu itu saya juga terkagum-kagum dengan fasilitas refrigerator dan water heater untuk minum jamaah. Belum lagi ada kompartemen bagasi di bawah, yang bisa dipakai tidur kru bis.

Bus SAPTCO di pelataran parkir Masjidil Haram

Baca selengkapnya

Thursday, July 3, 2014

Buka Puasa Bersama Dengan Tukang Sapu dan Satpam


Ada suatu kegiatan unik yang akhir-akhir ini diadakan di STAIN Kediri, yaitu rutinan Yasin dan Tahlil. Kegiatannya biasa saja, seperti halnya yasin dan tahlil pada umumnya. Tapi menjadi unik, karena kegiatan tersebut dipelopori dan diadakan oleh para petugas kebersihan dan keamanan, yang sehari-hari bertugas di STAIN Kediri. Ustadz pembaca tahlil dan yasin dari mereka, peserta juga dari mereka sendiri. Bahkan hidangan untuk konsumsi pun dari urunan di kalangan mereka. Semua dilaksanakan secara swadaya.

Awalnya, kegiatan tersebut berjalan sebulan sekali, sejak bulan April 2014 lalu. Karena dirasa terlalu lama, frekuensinya kemudian ditingkatkan menjadi sebulan dua kali. Dan pada bulan Ramadhan ini, mereka berinisiatif untuk mengundang pihak lain, yaitu kalangan dosen dan karyawan STAIN Kediri.

Baca selengkapnya

Sunday, August 5, 2012

Nikmatnya Buka Puasa di Pantai Brumbun


Mobil Panther yang kami tumpangi malam itu meraung-raung mendaki jalanan terjal, melintasi jalanan rusak dengan kemiringan yang ekstrim. 7 orang penumpangnya terguncang-guncang di dalamnya, hingga harus berpegangan erat pada kursi masing-masing. Adzan maghrib yang tinggal 30 menit lagi memaksa kami untuk tidak memperdulikan semua itu. Harapannya cuma satu, bisa sampai ke pantai Brumbun sebelum waktu buka puasa tiba. Sempat kulirik jam tanganku, waktu saat itu menunjukkan pk 17.05, hari Sabtu, 4 Agustus 2012. Berbarengan dengan hari ke 15 puasa Ramadhan 1433 H.

Keelokan pantai Brumbun dari atas bukit *

Infrastruktur jalan menuju pantai Brumbun memang rusak parah.  Di beberapa tempat malah batu-batu besar menonjol dengan lubang dalam di sisinya. Belum lagi medannya yang panas dominan dengan tanaman jagung dan ketela. Kata penduduk setempat, jalan disini dulunya lumayan bagus. Meski tidak diaspal hotmix, namun cukup baik untuk jalan kendaraan roda 4. Hanya saja, setelah ada gelombang reformasi belasan tahun silam, kondisi jalan menjadi rusak parah dan tak terpelihara.

Di tengah jalan, kami melihat sekelompok petani yang sedang memanen ketela pohon, dan menaikkannya ke atas truk. Pikir kami, enak juga ya kalau nanti malam bisa bakar ketela di pinggir pantai. Segera saja mobil kami hentikan dan menghampiri mereka. Maksud kami ingin sekedar membeli barang lima ribu rupiah. Namun ternyata mereka malah mempersilahkan kami untuk mengambil ketela semau kami, dan menolak uang yang kami sodorkan. Meski kami memaksa, mereka tetap menolaknya. Akhirnya kami membawa sekarung ketela pohon, sementara uang lima ribu itu diam-diam kami letakkan di kursi sopir truk.

Salah satu sudut muara di pantai Brumbun *
Baca selengkapnya

Monday, July 16, 2012

Kediri Bershalawat Bersama Haddad Alwi


Ada yang berbeda di stadion Brawijaya malam itu, Senin 17 Juli 2012. Lapangan yang menjadi homebase Persik Kediri itu berubah menjadi meriah dan dominan dengan warna putih. Di tengah lapangan rumput yang terpelihara rapi itu digelar karpet dan meja meja kecil. Lampu stadion juga dinyalakan sempurna, membuat suasana menjadi terang benderang.

Lautan manusia menyemut memenuhi tengah lapangan. Sebagian besar dari mereka memakai baju warna putih, sebagian lagi memakai seragam yang biasa dipakai waktu pengajian. Uniknya, mayoritas pengunjung didominasi oleh ibu-ibu, yang rata rata sudah berusia tidak muda lagi.

Ya, malam itu di Stadion Brawijaya ada acara Kediri Bersholawat, bersama Haddad Alwi. Acara itu digelar dalam rangka menyambut bulan suci Romadlon 1433 H sekaligus memperingati hari jadi kota Kediri yang ke 1133. Diawali dengan tampilan grup Marawis, Haddad Alwi malam itu tampil dengan gaya khasnya, menyeru kecintaan kepada Rasulullah Muhammad SAW. Beberapa lagu yang ditampilkan merupakan lagu-lagu hits dari albumnya, antara lain Muhammad Nabiku, Selamat Datang Kekasih, dan sebagainya.


Baca selengkapnya