Thursday, July 3, 2014

,

Buka Puasa Bersama Dengan Tukang Sapu dan Satpam


Ada suatu kegiatan unik yang akhir-akhir ini diadakan di STAIN Kediri, yaitu rutinan Yasin dan Tahlil. Kegiatannya biasa saja, seperti halnya yasin dan tahlil pada umumnya. Tapi menjadi unik, karena kegiatan tersebut dipelopori dan diadakan oleh para petugas kebersihan dan keamanan, yang sehari-hari bertugas di STAIN Kediri. Ustadz pembaca tahlil dan yasin dari mereka, peserta juga dari mereka sendiri. Bahkan hidangan untuk konsumsi pun dari urunan di kalangan mereka. Semua dilaksanakan secara swadaya.

Awalnya, kegiatan tersebut berjalan sebulan sekali, sejak bulan April 2014 lalu. Karena dirasa terlalu lama, frekuensinya kemudian ditingkatkan menjadi sebulan dua kali. Dan pada bulan Ramadhan ini, mereka berinisiatif untuk mengundang pihak lain, yaitu kalangan dosen dan karyawan STAIN Kediri.


Dan sore itu, Rabu (2/7), kegiatan rutin yasin dan tahlil tersebut mendapat tamu istimewa. Bapak Ketua STAIN Kediri yang baru dilantik beberapa waktu lalu, Dr Nurchamid, MM berkenan mengunjungi dan berbaur dalam acara tersebut. Kedatangan Ketua STAIN Kediri tersebut juga didampingi oleh beberapa orang lainnya, antara lain Dr. H. Anis Humaidi, M.Ag (Ketua Program PAI Pasca Sarjana), H. Mu’min Firmansyah, M.Ag, Muhamad Yasin, M.Pd, Kasubag Umum, Kasubag Akademik, dan Kepala Perpustakaan. Kedatangan mereka selain untuk memenuhi undangan dari para petugas kebersihan, juga untuk terlibat langsung dalam rutinan yasin dan tahlil itu.

Dalam taushiyahnya, Bapak Anis Humaidi secara lugas dan sederhana menyatakan pujian atas terlaksananya acara tersebut. Tidak semua orang bisa dan mau berkumpul dalam acara-acara seperti itu. Bahkan di kalangan masyarakat yang lebih terdidik, belum tentu bisa meluangkan waktu untuk hadir. Alasannya bermacam-macam. Dari yang tidak ada waktu, rumah yang jauh, sampai pada alasan bid’ah dan khilafiyah. Apalagi sampai ada urunan untuk membiayai konsumsi, malah menambah alasan untuk tidak datang.Untuk itu, Bapak Anis menghimbau agar tidak terpengaruh dengan omongan dan pendapat orang luar. “Biarkan saja mereka bicara, yang penting yasinan dan tahlil tetap jalan terus,” katanya.

Dr. Nur Chamid selaku Ketua STAIN Kediri juga mendukung penuh acara tersebut. Belaiu juga berharap agar tradisi ini tetap dilanjutkan, tidak hanya pada bulan Ramadhan, tetapi juga berlanjut pada bulan-bulan selanjutnya.


Ketika adzan maghrib berkumandang, semua peserta bersama sama menikmati takjil berupa es blewah dan kolak pisang. Semua berbaur menjadi satu, melingkar duduk lesehan bersama sama. Tidak ada perbedaan antara Ketua STAIN dengan tukang sapu dan satpam.


Setelah melaksanakan sholat maghrib berjamaah dengan imam  Dr Anis Humaidi, acara dilanjutkan dengan buka puasa bersama. Menu yang disajikan pun cukup sederhana, yakni nasi pecel tumpang dan sayur asem, diselingi dengan lauk tempe goreng dan rempeyek kacang. Entah karena memang lapar atau karena masakannya yang nikmat, tidak berapa lama pun hidangan yang disajikan pun licin tandas tak bersisa. (tri)


x

3 comments:

  1. mantab...tapi blom bisa join... :(

    ReplyDelete
  2. mantab...tapi blom bisa join... :(

    ReplyDelete

silahkan masukkan komentar anda disini

Terima kasih anda telah berkunjung di blog saya ini. Semoga beberapa tulisan dalam blog ini berguna bagi anda semua...