Saturday, December 27, 2014

Dua Hari Yang Luar Biasa di Songa Adventure


Hujan mengguyur tubuh kami, memaksa kami berlarian ke emperan rumah di pinggir jalan. Pasar desa Gending terlihat gelap. beberapa lampu jalan tidak mampu menerangi kepekatan malam. Secara bergiliran, kami dijemput dengan angkutan pedesaan menuju base camp Songa Bawah, sekitar 200 meter dari tempat kami berada. Tidak terlalu jauh memang. Namun gelapnya malam dan jalan makadam yang licin memaksa kami berpikir ulang jika ingin berjalan kaki memintasinya.

Base Camp Songa Bawah

Saturday, December 13, 2014

,

PBSK tour to STAIN Purwokerto

Berawal dari keinginan beberapa teman untuk latihan bersama di luar kota, maka akhirnya jadi juga PBSK (Persatuan Bulutangkis STAIN Kediri) berkunjung ke STAIN Purwokerto. Awalnya agak susah mengkoordinir teman-teman yang berminat ikut, mengingat jauhnya tempat yang akan dikunjungi, kesibukan keluarga, dll. Belum lagi menjelang akhir tahun gini biasanya ada saja kesibukan yang harus di selesaikan.

Rencananya, kami berangkat dengan KA Logawa, dengan starting point di stasiun Nganjuk jam 11.32. Jika lancar, maka kereta dijadwalkan tiba di Purwokerto jam 18.20. Sementara pulangnya nanti kami akan naik KA Kahuripan, relasi Bandung – Kediri. Karena KA Kahuripan tidak melewati Purwokerto, maka kami akan naik dari stasiun Maos, sekitar 40 km dari Purwokerto.

Dengan menaiki bis kampus, sekitar pukul 11.00 kami tiba di stasiun Nganjuk. Masih ada waktu beberapa saat sebelum kereta tiba, yang kami manfaatkan untuk sekedar ngopi dan berbincang di warung depan stasiun. Kami juga sempatkan untuk sholat Dhuhur dan Ashar berjamaah di musholla stasiun, tepat beberapa menit sebelum kereta datang.
di emperan stasiun Nganjuk

Friday, September 12, 2014

, ,

Menikmati Kuliner di Musim Haji

Pada musim haji 1435 H ini mulai ramai diberitakan tentang jamaah yang berangkat ke tanah suci. Macam-macam barang bawaan mereka, mulai dari yang umum dibawa orang bepergian, sampai yang dilarang dalam penerbangan. Dalam urusan makanan, banyak juga yang sengaja membawa bekal makanan dari rumah, yang kira-kira tidak ada di tanah suci nanti. Ada sambal, terasi, mie instant, bahkan beras.

Sesungguhnya, tidak ada alasan bagi siapapun untuk takut tidak bisa makan di tanah suci nanti. Ada banyak tersedia makanan aneka rasa yang bisa dibeli di sana. Dengan mudah kita bisa menemukan indomie, mie sedap, kecap, dan lain-lain di toko pinggir jalan. Mau langsung makan? Ada banyak warung makan dadakan yang siap melayani dengan menu Indonesia banget.

Pasar di salah satu sudut kota Mekkah

Wednesday, September 10, 2014

, ,

Transportasi Haji di Saudi Arabia

Membaca berita tentang mogoknya bis jamaah haji di Arab Saudi, http://internasional.kompas.com/read/2014/09/07/15433741/Tiga.Bus.Jemaah.Haji.Mogok.di.Antara.Jeddah-Madinah, membuat saya teringat pengalaman menunaikan ibadah haji tahun 2008 lalu. Saat itu kami dari kloter 48 Kota Kediri juga menggunakan bis yang dicarter oleh Pemerintah Indonesia, baik itu dari Jeddah ke Mekkah, Mekkah ke Madinah, ataupun untuk transportasi sehari-hari jamaah. 

Untuk keperluan transportasi dari Maktab ke Masjidil Haram, kami memakai bis dari SAPTCO yang relatif masih baru. Bus bermerk Yutong dari China tersebut sedemikian barunya, sehingga plastik pembungkus kursinya pun masih belum dilepas. AC nya dingin, dan mesinnya pun terdengar halus. Maklum, masih baru. Waktu itu saya juga terkagum-kagum dengan fasilitas refrigerator dan water heater untuk minum jamaah. Belum lagi ada kompartemen bagasi di bawah, yang bisa dipakai tidur kru bis.

Bus SAPTCO di pelataran parkir Masjidil Haram

Wednesday, August 13, 2014

SPMB STAIN Kediri 2014

Sesuai kalender akademik tahun 2014, maka hari ini berlangsung Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru jalur reguler STAIN Kediri. Seleksi tersebut dilaksanakan sebagai rangkaian dari proses penerimaan mahasiswa baru, setelah sebelumnya diadakan sosialisasi dan pengenalan institusi ke berbagai sekolah.

Bertempat di Sport Center STAIN Kediri, ujian kali ini diikuti oleh 1074 calon mahasiswa baru. Jumlah ini meningkat signifikan dibanding tahun lalu, dimana hanya diikuti oleh sekitar 826 mahasiswa. Jika ditambah dengan mahasiswa yang diterima dari jalur SPAN PTAIN sebesar 726 mahasiswa dan UM PTAIN sebesar 342, maka total mahasiswa yang mendaftar dan berpeluang diterima sebanyak 2.142 mahasiswa. Jumlah tersebut belum termasuk mahasiswa asing dari Thailand yang sudah memberi konfirmasi untuk daftar ulang sebanyak 10 orang.


Saturday, July 26, 2014

,

Menikmati Mudik di Ujung Timur Pulau Jawa

Hari ini, Sabtu, 26/7/2014, saya berencana untuk menjemput Budi sekeluarga di Ketapang, Banyuwangi. Rencananya, Budi dan keluarga akan naik bis dari terminal Ubung Denpasar menuju terminal Gilimanuk di dekat pelabuhan. Baru setelah itu jalan kaki naik ferry ke Ketapang. Dari pengalaman, cara ini jauh lebih cepat daripada naik bis langsung dari Denpasar ke Jember. Karena dalam musim mudik sekarang ini, antrian kendaraan yang akan menyeberang sedemikian banyaknya, sehingga perlu waktu belasan jam untuk bisa naik kapal.

Sengaja saya berangkat agak pagi, dengan harapan bisa lebih awal tiba di Ketapang. Pun juga, hawa pagi rasanya lebih indah dinikmati ketika menembus kelokan jalan di hutan Kumitir. Karena itu, selepas sahur dan sholat subuh, saya segera memacu ertiga ke arah timur Kabupaten jember. Kali ini saya ditemani mbak Titin, Tia dan adiknya, serta istri saya.


Suasana jalan di Kumitir yang masih lengang

Wednesday, July 9, 2014

Pilpres, Akhir Penderitaan Panjang Masa Kampanye

Hari ini, Rabu 9 Juli 2014, adalah moment bersejarah bagi bangsa Indonesia. Dimana untuk ketiga kalinya bangsa Indonesia memberikan suaranya untuk memilih presiden RI. Ada dua kandidat yang bertarung pada Pemilu kali ini. Yang pertama adalah pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Radjasa, dan yang kedua pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla.

Bagi banyak orang seperti saya, pemilu hari ini adalah akhir dari penderitaan panjang masa kampanye. Sudah bukan rahasia lagi bahwa di kalangan grass root terjadi gesekan yang luar biasa tajam. Saling caci, saling fitnah, saling unfriend di FB, leave group, debat berkepanjangan, dan lain-lain. Semua berlangsung secara kasar dan tidak mengenal adab. Ajang pertempuran tersebut terjadi di semua media dan sarana. Di twitter, di facebook, di whatsapp, obrolan di kantin kantor, dimana mana! Bahkan televisi pun sampai harus ditegur berkali-kali oleh KPI, karena keberpihakan yang amat menyolok pada salah satu kandidat. Metro TV yang mendukung Jokowi harus berhadap hadapan dengan TVOne dan MNC Grup (http://nasional.kompas.com/read/2014/07/04/21242261/KPI.Minta.Kemenkominfo.Evaluasi.Kelayakan.Izin.Siar.TV.One.dan.Metro.TV.)

Monday, July 7, 2014

,

Kunjungan Yang Fenomenal di Tumpakdoro

Menindaklanjuti program monitoring dan evaluasi KKN di STAIN Kediri, hari ini, Sabtu (5/7), saya berencana berkunjung lagi ke beberapa posko KKN. Bersama Dr Anis Humaidi, kami berencana mengunjungi posko KKN teratas di desa Pamongan, yaitu #KKN27 dan #KKN28. Karena posko yang akan dikunjungi terletak di daerah yang cukup terpencil, maka sengaja kami tidak memakai kendaraan roda empat. Kami lebih memilih memakai sepeda motor agar bisa melewati jalan-jalan terjal di kampung Tumpakdoro.

Setelah sekitar satu jam perjalanan naik motor, akhirnya kami sampai di desa Pamongan. Sampai disini jalanan masih cukup bersahabat. Beraspal halus dan tidak terlalu mendaki. Namun begitu sampai di dusun Karangdoro, jalanan menjadi terjal mendaki dan penuh dengan batu-batu besar. Beruntung kami cukup terbantu dengan adanya penunjuk arah ke posko KKN28, yang dibuat secara sederhana oleh mahasiswa KKN. Dari jalan utama di Karangdoro, kami berbelok ke sebuah jalan alternatif ke kiri. Jalan alternatif tersebut memang masih terjal, namun setidaknya cukup mulus karena terbuat dari beton cor.

Thursday, July 3, 2014

,

Buka Puasa Bersama Dengan Tukang Sapu dan Satpam


Ada suatu kegiatan unik yang akhir-akhir ini diadakan di STAIN Kediri, yaitu rutinan Yasin dan Tahlil. Kegiatannya biasa saja, seperti halnya yasin dan tahlil pada umumnya. Tapi menjadi unik, karena kegiatan tersebut dipelopori dan diadakan oleh para petugas kebersihan dan keamanan, yang sehari-hari bertugas di STAIN Kediri. Ustadz pembaca tahlil dan yasin dari mereka, peserta juga dari mereka sendiri. Bahkan hidangan untuk konsumsi pun dari urunan di kalangan mereka. Semua dilaksanakan secara swadaya.

Awalnya, kegiatan tersebut berjalan sebulan sekali, sejak bulan April 2014 lalu. Karena dirasa terlalu lama, frekuensinya kemudian ditingkatkan menjadi sebulan dua kali. Dan pada bulan Ramadhan ini, mereka berinisiatif untuk mengundang pihak lain, yaitu kalangan dosen dan karyawan STAIN Kediri.

Friday, June 27, 2014

,

Monitoring & Evaluasi Kuliah Kerja Nyata

Pagi ini, Kamis (26/6) saya bersama rombongan berencana untuk melakukan monitoring dan evaluasi  pelaksanaan KKN di lokasi. Rombongan terdiri dari Pak Abdullah selaku tim Ketua Tim, pak Sururi, dan saya sendiri. Berangkat dari kampus sekitar jam 10 pagi, dan langsung meluncur menuju lokasi di desa Pamongan kec Mojo.

posko 24 Pamongan

Desa Pamongan merupakan salah satu desa terpencil dan terletak di lereng gunung Wilis. Kontur wilayah yang berbukit bukit membuat beberapa lokasi KKN menjadi sulit dijangkau. Ketersediaan air bersih juga menjadi permasalahan tersendiri. Ditambah dengan sulitnya mencari pekerjaan di luar sektor pertanian, membuat banyak warga desa Pamongan memutuskan untuk mencari pekerjaan di luar desa. Umumnya mereka mengadu nasib dengan menjadi TKI di luar negeri. Sehingga yang tertinggal di desa umumnya hanya orang tua dan anak-anak.

Terima kasih anda telah berkunjung di blog saya ini. Semoga beberapa tulisan dalam blog ini berguna bagi anda semua...