Monday, July 16, 2012

,

Kediri Bershalawat Bersama Haddad Alwi


Ada yang berbeda di stadion Brawijaya malam itu, Senin 17 Juli 2012. Lapangan yang menjadi homebase Persik Kediri itu berubah menjadi meriah dan dominan dengan warna putih. Di tengah lapangan rumput yang terpelihara rapi itu digelar karpet dan meja meja kecil. Lampu stadion juga dinyalakan sempurna, membuat suasana menjadi terang benderang.

Lautan manusia menyemut memenuhi tengah lapangan. Sebagian besar dari mereka memakai baju warna putih, sebagian lagi memakai seragam yang biasa dipakai waktu pengajian. Uniknya, mayoritas pengunjung didominasi oleh ibu-ibu, yang rata rata sudah berusia tidak muda lagi.

Ya, malam itu di Stadion Brawijaya ada acara Kediri Bersholawat, bersama Haddad Alwi. Acara itu digelar dalam rangka menyambut bulan suci Romadlon 1433 H sekaligus memperingati hari jadi kota Kediri yang ke 1133. Diawali dengan tampilan grup Marawis, Haddad Alwi malam itu tampil dengan gaya khasnya, menyeru kecintaan kepada Rasulullah Muhammad SAW. Beberapa lagu yang ditampilkan merupakan lagu-lagu hits dari albumnya, antara lain Muhammad Nabiku, Selamat Datang Kekasih, dan sebagainya.


Dalam beberapa kali kesempatan, Haddad Alwi juga menyempatkan diri turun dan berinteraksi langsung dengan penonton, mengajak mereka menyanyi dan bersholawat bersama. Kesempatan ini tentu tidak disia siakan oleh penonton, dengan mengajak bersalaman, mencium tangan, atau sekedar berfoto dengan kamera handphone. Hebatnya lagi, hampir semua lagu-lagu yang dinyanyikan Haddad Alwi bisa ikut dinyanyikan dengan baik oleh mayoritas pengunjung. Tanpa malu-malu, ibu-ibu yang biasanya terlihat pendiam dan alim memakai seragam pengajian, malam itu ikut berdiri, mengangkat kedua tangan, dan bernyanyi bersama.

Suasana menjadi lebih meriah ketika Haddad Alwi memanggil Anti dan Vita, dua anak yang biasa menemani Haddad Alwi dalam beberapa albumnya. Kedua kakak beradik tersebut mulai terlibat dalam lagu-lagu Haddad Alwi menggantikan Sulis, pasangan Haddad Alwi dalam album Cinta Rasul, telah beranjak dewasa. Suara khas Vita yang masih kekanak-kanakan menjadi terasa lucu dan menyenangkan berbaur dengan koor ribuan penonton. Haddad Alwi bahkan beberapa kali mengangkat tubuh anak itu tinggi-tinggi, sehingga seluruh penonton di stadion bisa melihatnya. Puluhan bendera dan panji-panji berbagai warna berkibar-kibar di tengah kerumunan penonton, diselingi gemerlapnya kembang api yang dibawa secara sukarela oleh pengunjung.

Sayangnya, penampilan Haddad Alwi malam itu tidak berlangsung lama. Pada pukul 9.30, penyanyi yang biasa mengucap Bismillah untuk memberi aba-aba musik kepada crew panggungnya itu mengakhiri pertunjukannya. Sebagai penutup, Haddad Alwi mengajak semua penonton untuk berdiri dan merenung sejenak. Dengan lantunan instrumentalia “doa aku” yang terasa mengiris kalbu, Haddad Alwi memimpin doa dan berserah diri kepada Allah.

Usai acara shownya, Haddad Alwi berkesempatan untuk wisata kuliner dengan mencoba menu pecel tumpang di jalan Doho Kediri.

*semua foto milik Humas Pemkot Kediri

0 comments:

Post a Comment

silahkan masukkan komentar anda disini

Terima kasih anda telah berkunjung di blog saya ini. Semoga beberapa tulisan dalam blog ini berguna bagi anda semua...