Wednesday, July 18, 2012

,

Histeria Kla Project di Tirtoyoso Kediri...


Lengkingan saksophone terdengar menjerit mendayu-dayu malam itu, menandai dimulainya konser Menjemput Impian with Kla Project  di lapangan Tirtoyoso Kediri. Segera setelah itu, lagu Terpuruk Ku Disini dinyanyikan oleh Katon Bagaskara, mengajak semua yang hadir untuk larut menyanyikannya. Lagu itu sekaligus sebagai lagu pembuka dari total 12 lagu dinyanyikan oleh Kla Project  malam itu.

*courtessy Humas PemkotKediri

Malam itu, Selasa 17 Juli 2012, pemerintah kota Kediri memang punya gawe, memperingati ulang tahun kota Kediri ke 1133. Salah satu rangkaian acara peringatan HUT tersebut  adalah menggelar konser Menjemput Impian bersama Kla Project. Sengaja acara itu mengambil tempat di lapangan Tirtoyoso Kediri, dengan pertimbangan tempatnya yang cukup luas dan tidak di pinggir jalan besar. Sebagaimana diketahui, Kla Project adalah grup band yang tenar di tahun 90-an. Sehingga sebagian besar penggemarnya sudah berusia diatas 30 tahun.
                                                                                        *courtessy Humas PemkotKediri



Personel inti Kla Project tadi malam lengkap hadir. Katon Bagaskara sebagai lead vocal & guitar, Lilo di guitar & backing vocal, dan Adi Adrian memegang keyboard. Sebagai pelengkap, ada Nina di backing vocal, Arie Kurniawan memegang saksophone, Henry pada bass, Hari Goro memegang drum, dan terakhir ada gadis manis yang piawai memegang biola, Ava. Paduan olah musik mereka malam itu tidak hanya mampu membius para penonton, tapi juga mampu membuat mereka bergerak dan bernyanyi bersama. Tangan-tangan yang terangkat dan bergoyang ke kiri ke kanan membuktikan antusiasme para penonton yang rata2 “agak berumur” tersebut.

*http://www.portalsatu.com/2012/07/histeria-kla/

Pada kesempatan lain, Katon juga tidak segan segan berinteraksi dengan penonton dan membiarkan mereka bernyanyi. Bahkan saat lagu Tak Bisa Ke Lain Hati, Katon malah turun panggung dan berbaur dengan penonton di baris paling belakang. Tak ayal, penonton pun semburat mengerubungi suami Ira Wibowo  tersebut. Mencoba bersalaman, mengambil foto dengan handphonenya, atau malah mencoba berfoto bersama. Dengan susah payah, petugas keamanan harus ekstra menjaga Katon agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Syukurlah, sampai lagu selesai dan Katon kembali naik panggung, semua masih terkendali. Bahkan lagu itu menjadi lagu yang paling hidup oleh antusiasme dan nyanyian dari ribuan penonton yang hadir.

                                                                                *courtessy Humas PemkotKediri

Sebagai lagu wajib, Jogjakarta dilantunkan setelah Katon mengundang Walikota Kediri, Wakil Walikota, Dandim, Kapolres, dan pejabat Kota Kediri yang lain untuk naik panggung dan bernyanyi bersama. Sehingga malam itu, seluruh pejabat dan masyarakat Kediri yang hadir malam itu berdiri dan bernyanyi bersama. Nyaris tidak ada penonton yang masih duduk di kursinya, dan lebih memilih berdiri dan mengangkat kedua tangannya.

*courtessy Humas Pemkot Kediri

Setelah tampil memukau selama 2 jam lebih, pada pukul 22.30 Kla Project mengakhiri penampilannya dan mendapat applaus meriah dari penonton. Setelah itu, Kla menyempatkan diri makan malam nasi pecel lesehan di jalan Doho Kediri, berbaur dengan ratusan pengunjung yang masih setia mengikutinya. Di sini, Kla masih sempat sempatnya menyanyikan dua lagu dengan meminjam gitar milik pengamen di warung lesehan tersebut.

0 comments:

Post a Comment

silahkan masukkan komentar anda disini

Terima kasih anda telah berkunjung di blog saya ini. Semoga beberapa tulisan dalam blog ini berguna bagi anda semua...