Showing posts with label culture n arts. Show all posts
Showing posts with label culture n arts. Show all posts

Tuesday, November 3, 2015

Berebut berkah di Grebeg Selarong 2015

Pagi itu kesibukan di rumah Pak Hisyam, Kepala Dukuh Iroyudan Desa Guwosari Bantul meningkat pesat. Beberapa orang laki-laki sibuk berdandan, memakai busana ala prajurit keraton Jogjakarta. Mereka saling membantu, agar bisa segera selesai di tengah terbatasnya waktu. Sementara di sudut halaman, sebuah gunungan berisi berbagai hasil bumi dan makanan telah siap untuk dibawa ke balai desa Guwosari. Gunungan dan tumpeng berbagai makanan tersebut disiapkan oleh ibu-ibu warga sekitar yang ikut bergotong royong memasak semalam suntuk di dapur.
Gunungan hasil bumi


Berdandan dulu biar rapi
Baca selengkapnya

Friday, June 12, 2015

Khlong Hae, Hatyai Floating Market

Saat berkunjung ke Hatyai, Thailand selatan, sekali waktu sempatkan berkunjung ke Hatyai Floating Market. Dari namanya, kita tentu bisa menebak bahwa itu adalah pasar terapung yang menjual berbagai macam barang. Dan tebakan itu memang tidak salah.

Hatyai floating market adalah pasar terapung seperti halnya pasar sejenis di sungai Lok Bintan Martapura, atau juga yang ada di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Hanya bedanya, pasar terapung di Hatyai lebih menyerupai atraksi wisata dan pusat wisata kuliner ketimbang pasar dengan transaksi jual beli sehari-hari.

floating market, dilihat dari jembatan
Baca selengkapnya

Wednesday, July 18, 2012

Histeria Kla Project di Tirtoyoso Kediri...


Lengkingan saksophone terdengar menjerit mendayu-dayu malam itu, menandai dimulainya konser Menjemput Impian with Kla Project  di lapangan Tirtoyoso Kediri. Segera setelah itu, lagu Terpuruk Ku Disini dinyanyikan oleh Katon Bagaskara, mengajak semua yang hadir untuk larut menyanyikannya. Lagu itu sekaligus sebagai lagu pembuka dari total 12 lagu dinyanyikan oleh Kla Project  malam itu.

*courtessy Humas PemkotKediri

Malam itu, Selasa 17 Juli 2012, pemerintah kota Kediri memang punya gawe, memperingati ulang tahun kota Kediri ke 1133. Salah satu rangkaian acara peringatan HUT tersebut  adalah menggelar konser Menjemput Impian bersama Kla Project. Sengaja acara itu mengambil tempat di lapangan Tirtoyoso Kediri, dengan pertimbangan tempatnya yang cukup luas dan tidak di pinggir jalan besar. Sebagaimana diketahui, Kla Project adalah grup band yang tenar di tahun 90-an. Sehingga sebagian besar penggemarnya sudah berusia diatas 30 tahun.
                                                                                        *courtessy Humas PemkotKediri

Baca selengkapnya

Sunday, October 24, 2010

Keroncong Bale, apresiasi orkes keroncong kampung

Ada sebuah even budaya kecil yang berlangsung di kota Solo kemarin, yaitu Keroncong Bale. Sebuah pertunjukan live seni keroncong yang digelar secara rutin di Balai Soedjatmoko jalan Slamet Riyadi Solo. Biasanya digelar pada minggu ketiga tiap bulan, dengan menampilkan orkes keroncong non profesional di kota Solo.


Pada hari Jumat 22 November 2010 kemarin, Keroncong Bale menampilkan Orkes Keroncong Putri Delima dari SMKN 8 Surakarta, atau yang dulu lebih dikenal dengan nama SMKI Surakarta. Menjadi istimewa karena keroncong bale kali ini menampilkan anak-anak ABG yang piawai memegang berbagai alat musik. Jika selama ini keroncong identik dengan kaum berumur dan generasi jadul, maka malam itu SMKN 8 bisa membuktikan bahwa musik keroncong adalah juga musik segala usia. Tanpa canggung mereka membawakan belasan lagu di hadapan banyak orang, yang sebagian besar adalah pengunjung Gramedia. Lagu yang dibawakan pun cukup beragam, baik itu lagu keroncong murni, campursari, ataupun lagu pop yang telah diaransemen ke dalam format musik keroncong. Misalnya lagu “Teruskanlah” dari Agnes Monica bisa dibawakan dengan apik dan sangat menjiwai.


Pengunjung pun dimanjakan dengan berbagai hidangan ringan ala jajan pasar yang bisa diambil secara bebas sambil menikmati alunan musik. Beberapa pengunjung yang notabene adalah kaum berumur terlihat sangat menikmati pertunjukan tersebut. Tidak jarang mereka berkomentar atau bahkan ikut bernyanyi untuk sekedar membetulkan cengkok atau nada suara yang dirasa masih fals. Wajar sajalah. Mungkin rasanya seperti seorang kakek yang mengajari cucunya.
Acara yang juga direlay secara langsung oleh Ria FM 98.8 MHzSolo ini akhirnya berakhir sekitar pukul 22.00 WIB. Rasanya waktu yang dua jam berjalan cepat dan sedikit melalaikan. Barangkali jika diawali lebih sore, maka akan lebih banyak lagi penikmat musik keroncong yang bisa terhibur. Tetapi setidaknya, bentara budaya kecil di pinggir jalan kota Solo ini semakin mengukuhkan kota Solo sebagai the spirit of java.
Baca selengkapnya

Tuesday, July 27, 2010

Wedang Ronde di Solo Keroncong Festival 2010

 
Menikmati malam di Solo, seakan memendarkan kenangan masa lalu. Apalagi malam itu Solo punya hajatan istimewa, Solo Keroncong Festival. Suatu kegiatan budaya di depan pasar barang antik Windujenar, Ngarsopuro tanggal 24-25 Juli 2010 lalu.


Ada 23 orkes keroncong (OK) yang tampil dalam pagelaran yang berlangsung selama dua malam tersebut. Panitia menyiapkan dua panggung di tiap ujung jalan Ngarsopuro, dan satu panggung besar di depan pasar windujenar. Tata lampu yang artistik dan tampilan artis pengisi acara yang membaur dengan penonton seakan mempersempit jarak. Mengesankan festival tersebut adalah acara dari kita untuk kita.

   
 Lagu demi lagu terus mengalun, mengisi kerinduan akan damainya kenangan masa lalu. Ditemani temaram lampu ublik di pinggir panggung, dan semangkok wedang ronde, tak terasa kaki ini pun ikut bergoyang…


Solo, the spirit of Java. Kutunggu penuh harap event-event budayamu..
Baca selengkapnya