Tuesday, March 9, 2010

Wonosalam, again!




Bermula dari rasa penasaran saya tentang daerah Wonosalam, Jombang, maka pada suatu kesempatan saya menyempatkan diri berkunjung (lagi) ke tempat itu. Sebelumnya saya memang pernah lewat ke tempat itu, tapi itupun hanya sekilas dan hanya sekedar lewat saja. Gak sampe tuntas ke pelosok-pelosoknya.



Siang itu, setelah selesai pertemuan dengan Biro Kepegawaian Jakarta di Kanwil Kementerian Agama (kementerian lho namanya sekarang,…. bukan lagi departemen…) Jawa Timur, saya langsung menuju Wonosalam. Dalam bayangan saya, Wonosalam adalah dataran tinggi di kaki gunung. Dan yang namanya dataran tinggi, biasanya banyak jalan pintas yang bisa ditempuh. Karena itu, saya pikir akses Wonosalam bisa dicapai dari berbagai arah. Bisa dari Mojoagung, Trowulan, Ngoro, Bareng, atau dari arah Mojokerto.

Di pertigaan Brangkal, Mojokerto saya belok kiri. Arah tersebut menuju ke kecamatan Puri, wisata Pacet, dan Wonosalam tentunya. Tapi untuk lebih yakinnya, saya bertanya pada seorang penjual es di belokan jalan
“Pak, ini jalan ke arah Wonosalam?”
“Benar, tapi masih jauuhhhh… Kenapa gak lewat Mojoagung saja? Disini malah muter2 gak karuan.”
“Mboten pak, soalnya pingin lewat sini.”

Ternyata benar, ini jalan ke Wonosalam. Jadi tinggal ngikuti saja, kalau bingung ya tanya lagi pada orang lewat.

Tapi ternyata gak semudah rencana semula. Jalan itu tidak hanya lurus, tapi juga ada perempatan, pertigaan, perlimaan, atau apalah namanya. Yang jelas, semua persimpangan itu bikin bingung. Semua seakan menjanjikan arah yang benar ke Wonosalam. Mana gak ada petunjuk jalan lagi.

Kondisi ini diperparah dengan tidak berfungsinya GPS di HTC TYTN II saya. Garmin yang semalam aku install ternyata masih error, sulit menangkap sinyal satelit. Akhirnya harus…pasrah! Terpaksa harus sering berhenti dan nanya pada orang lewat.

Setelah beberapa kali kesasar dan berbalik arah, akhirnya aku sampai di daerah Jabung. Orang terakhir yang aku tanya membenarkan bahwa ini jalan ke Wonosalam. Ciri utama daerah Jabung adalah adanya makam Mbah Jabung, makam keramat yang terletak di kanan jalan (dari Mojokerto). Di sebelah makam terdapat sebuah masjid dengan kubahnya yang besar, sehingga sangat jelas terlihat dari kejauhan.

Lepas dari Jabung, barulah masuk ke hutan jati. Alamnya yang sunyi seperti membawa kita ke alam lain, alam bawah sadar. Tidak banyak kendaraan yang melintas. 5 Km kemudian barulah kita sampai di tempat wisata goa sigolo-golo. Goa ini terletak di desa Panglungan kecamatan Wonosalam. Pada hari-hari tertentu, goa ini cukup ramai dikunjungi wisatawan. Dari tempat ini kita juga bisa melihat air terjun di kejauhan.
Keindahan Wonosalam mulai terlihat disini. Beberapa villa berdiri dan menawarkan suasana fresh di alam pegunungan. Beberapa diantaranya membalut diri dengan paket outbound dan petualangan alam bebas. Sebut saja Wonosalam Training Centre (WTC). Bagi yang menyukai balap motor di medan off road, di desa Carang Wulung ada sebuah Hill Circuit. Dan setahu saya di desa ini ada juga seorang blogger yang cukup aktif di dunia maya.

Sayangnya cuaca mendung tak memungkinkan saya untuk berlama-lama menikmati keelokan alam Wonosalam. Langit yang menghitam disertai guntur di kejauhan cukup membuat ciut nyali. Apalagi kabut mulai turun hingga jarak pandang hanya tersisa beberapa meter saja. Akhirnya saya memutuskan untuk turun dan melanjutkan perjalanan. Perjalanan yang menyenangkan!

Bagikan

Jangan lewatkan

Wonosalam, again!
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.

5 komentar

Tulis komentar
avatar
Anonymous
March 20, 2010 at 7:56 PM

JangAn-jangan TERSESAT BENERAN TUH :)

Reply
avatar
jun
August 7, 2010 at 8:43 PM

wah carangwulung, ini kampungku, tempat tumpah darahku :)

Salam
http://pencangkul.blogspot.com

Reply
avatar
August 8, 2010 at 8:01 PM

mantap mas. Nice place, nice history. Pingin rasanya saya pindah ke tempat itu, jauh dari keramaian, dekat dengan buah durian. he..he..

Reply
avatar
April 30, 2012 at 4:24 PM

apa aja yang asik disni ?
cz jadi penasaran pengen mampir

Reply
avatar
April 15, 2018 at 9:47 AM

Jombang dimananya itu gan arah2 gitu, ada wisatanya gak ya

Reply

silahkan masukkan komentar anda disini