Showing posts with label ziarah. Show all posts
Showing posts with label ziarah. Show all posts

Friday, January 27, 2017

Hejaz Railway, Saksi Bisu Keruntuhan Khilafah Bani Utsmaniyyah



Apa yang terlintas di benak kita ketika melihat film Indiana Jones and the Last Crusades? Pemandangan yang indah saat kereta uap melaju di tengah padang pasir di awal film? Atau eksotisme kuil Petra tempat menyimpan cawan suci di dalamnya?  Dua hal itulah yang melintas cepat dalam pikiran saya, saat mengunjungi situs Madain Saleh Station, salah satu stasiun kereta di jalur Hejaz Railway di Propinsi Madinah, Saudi Arabia.

Emplasemen Stasiun Madain Saleh yang tertata rapi

Baca selengkapnya

Wednesday, January 18, 2017

Madain Saleh, Sisa-sisa Peradaban Indah Yang Terkutuk

Tak banyak orang yang tahu, bahwa Arab Saudi memiliki banyak situs arkeologi peninggalan sejarah yang luar biasa. Situs-situs ini tersebar di berbagai pelosok negeri Jazirah Arab, hingga ke negeri-negeri sekitar di Timur Tengah. Salah satu situs arkeologi yang cukup dikenal adalah MadainSaleh, wilayah kering di tengah gurun pasir yang dikenal sebagai bekas wilayah kaum Tsamud, 800 SM.


Bagi jamaah Umroh atau Haji, mengunjungi Madain Saleh adalah tantangan tersendiri. Selain tempatnya yang jauh, sekitar 450 km dari Madinah atau 830 dari Mekkah, pengunjung juga harus punya ijin khusus untuk bisa masuk area terbatas itu. Ada pintu gerbang khusus yang dijaga oleh Askar Kerajaan Saudi, yang memeriksa setiap pengunjung yang mau masuk. Sesuai regulasi pemerintah Saudi, jamaah dengan visa umrah hanya berlaku di tiga kota; Jeddah, Mekkah, dan Madinah. Sehingga jika hanya mengandalkan paspor dengan visa umrah atau haji, bisa dipastikan akan disuruh balik atau ditolak masuk.
Baca selengkapnya

Monday, October 12, 2015

Menyusuri Jejak Sejarah Islam di Petilasan Air Mata Ibu

Hari telah menjelang siang, ketika kami sampai di belokan desa Buduran, kecamatan Arosbaya Bangkalan. Suasana yang panas dan kering di pertengahan musim kemarau kali ini terasa sungguh menyengat. Jalan yang sempit dan telah rusak disana sini menjadikan perjalanan menuju petilasan Aer Mata Ebuh ini menjadi agak melelahkan.
Pendopo utama makam
 
Pintu gerbang makam
Di kejauhan, terlihat pintu gerbang Petilasan Aer Mata Ebu, yang terlihat menanjak dengan puluhan anak tangganya. Nama petilasan ini tidak jauh berbeda dengan arti harfiah dari bahasa Indonesianya, yaitu Air Mata Ibu. Konon disinilah dimakamkan seorang Ratu bernama Syarifah Ambami, istri dari penguasa wilayah Madura, Raden Praseno. Sejarah mencatat, Raden Praseno lebih dikenal dengan nama Cakraningrat I, seorang raja yang hidup pada jaman keemasan kerajaan Mataram di Jawa. Syarifah Ambami sendiri masih keturunan Sunan Giri di Gresik.
Baca selengkapnya

Friday, April 16, 2010

Ziarah makam Syuhada Uhud


bukit rummat, bukit para pemanah di kaki gunung Uhud

Ada banyak peristiwa heroik di seputar perang Uhud. Keberanian, pengorbanan, pengkhianatan, ketamakan, dan semua sifat alami manusia tampak dalam peperangan paling berdarah dalam sejarah dakwah Rasulullah SAW. Hal tersebut menginsiprasi saya untuk mengunjungi tempat tersebut di sela-sela waktu arbain, tepat tanggal 1 Januari 2009 yang lalu.

Secara geografis, lokasi perang uhud terletak di seputar bukit Rummat, kurang lebih 5 mil di luar kota Madinah. Tempat ini terkenal sebagai medan peperangan antara umat Islam dan golongan kafir Quraisy pada tanggal 15 Syawwal 3 H (Maret 625 M) yang kemudian disebut Perang Uhud. Gunung ini merupakan bagian dari dataran tinggi yang membentang dari utara ke selatan dan menyebar ke timur dan kemudian membentuk bukit-bukit sendiri. Bukit-bukit itu hampir tidak memiliki karena merupakan dataran tinggi berbentuk persegi panjang. Daerah di sekitar dataran ini gersang dan tandus, ditutupi bebatuan dan pasir. Hanya di bagian selatan terdapat ladang-ladang gandum dan tanah perkebunan yang dialiri selokan kecil. Akan tetapi, daerah itu terkadang dilanda banjir dari curahan hujan lebat.


Baca selengkapnya