Thursday, May 12, 2016

Romantisme Kota Tua Melaka

Melaka adalah kota yang romantis.....
Dan romantisme itu berawal dari Red Square.


Berkunjung ke Melaka adalah berkunjung ke Red Square. Pusat kota ini ibarat alun-alun, sehingga semua terkonsentrasi disini. Pemberhentian bas persiaran (bis pariwisata) untuk turis disini, bahkan tempat berkumpul bagi rombongan wisata juga tidak jauh dari sini. Tidak heran, tempat ini menjadi tempat paling ramai dari seluruh destinasi wisata di Melaka. 

Red Square. Pusat kota tua Melaka
Tempat ini juga dikenal sebagai Dutch Square. Entah kenapa disebut demikian. Apakah hanya karena ada kincir angina kecil khas negeri itu? Ataukah karena dulu yang membangun tempat ini adalah Belanda, setelah mengalahkan Portugis dengan bantuan Sultan Johor di tahun 1641? Entahlah.

Baca selengkapnya

Tuesday, April 19, 2016

Jelajah Sepeda bersama SEMAR dan KERR di Ongakan

Ceritanya pagi itu kami dari komunitas sepeda SEMAR berencana untuk gowes bareng dengan KERR (Kediri Rock Rider) ke Ongakan. Ongakan sendiri adalah suatu bukit di puncak gunung Kelud, yang bisa dicapai dari arah desa Besowo kecamatan Kepung Kediri. Belakangan ini, tempat ini cukup menarik perhatian sebagai destinasi wisata alam yang baru di Kediri. Kondisinya relatif masih alami dan belum banyak dijamah manusia.
  
Papan petunjuk arah ke Ongakan

Baca selengkapnya

Monday, April 18, 2016

Seribu Pesona Gunung Manggar di Ambulu

Saya dibesarkan di suatu desa dekat sebuah gunung. Gunung Manggar namanya. Gunung ini hanya berjarak sekitar 1 km dari rumah saya. Tidak terlalu jauh, sehingga dulu waktu masih kecil, saya sering bermain main ke sana. Entah itu sekedar menyusuri jalanan setapak di seputaran hutan, atau mencari kayu kecil untuk dibuat tongkat pramuka. Beberapa kali saya dengan beberapa teman naik gunung dengan bekal nasi dan lauk sekedarnya, untuk dimasak di tengah hutan.

Gunung Manggar dilihat dari kejauhan

Baca selengkapnya

Tuesday, November 3, 2015

Berebut berkah di Grebeg Selarong 2015

Pagi itu kesibukan di rumah Pak Hisyam, Kepala Dukuh Iroyudan Desa Guwosari Bantul meningkat pesat. Beberapa orang laki-laki sibuk berdandan, memakai busana ala prajurit keraton Jogjakarta. Mereka saling membantu, agar bisa segera selesai di tengah terbatasnya waktu. Sementara di sudut halaman, sebuah gunungan berisi berbagai hasil bumi dan makanan telah siap untuk dibawa ke balai desa Guwosari. Gunungan dan tumpeng berbagai makanan tersebut disiapkan oleh ibu-ibu warga sekitar yang ikut bergotong royong memasak semalam suntuk di dapur.
Gunungan hasil bumi


Berdandan dulu biar rapi
Baca selengkapnya

Monday, October 12, 2015

Menyusuri Jejak Sejarah Islam di Petilasan Air Mata Ibu

Hari telah menjelang siang, ketika kami sampai di belokan desa Buduran, kecamatan Arosbaya Bangkalan. Suasana yang panas dan kering di pertengahan musim kemarau kali ini terasa sungguh menyengat. Jalan yang sempit dan telah rusak disana sini menjadikan perjalanan menuju petilasan Aer Mata Ebuh ini menjadi agak melelahkan.
Pendopo utama makam
 
Pintu gerbang makam
Di kejauhan, terlihat pintu gerbang Petilasan Aer Mata Ebu, yang terlihat menanjak dengan puluhan anak tangganya. Nama petilasan ini tidak jauh berbeda dengan arti harfiah dari bahasa Indonesianya, yaitu Air Mata Ibu. Konon disinilah dimakamkan seorang Ratu bernama Syarifah Ambami, istri dari penguasa wilayah Madura, Raden Praseno. Sejarah mencatat, Raden Praseno lebih dikenal dengan nama Cakraningrat I, seorang raja yang hidup pada jaman keemasan kerajaan Mataram di Jawa. Syarifah Ambami sendiri masih keturunan Sunan Giri di Gresik.
Baca selengkapnya

Friday, June 12, 2015

Khlong Hae, Hatyai Floating Market

Saat berkunjung ke Hatyai, Thailand selatan, sekali waktu sempatkan berkunjung ke Hatyai Floating Market. Dari namanya, kita tentu bisa menebak bahwa itu adalah pasar terapung yang menjual berbagai macam barang. Dan tebakan itu memang tidak salah.

Hatyai floating market adalah pasar terapung seperti halnya pasar sejenis di sungai Lok Bintan Martapura, atau juga yang ada di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Hanya bedanya, pasar terapung di Hatyai lebih menyerupai atraksi wisata dan pusat wisata kuliner ketimbang pasar dengan transaksi jual beli sehari-hari.

floating market, dilihat dari jembatan
Baca selengkapnya

Friday, May 29, 2015

Berkunjung ke International Institute of Islamic Tought And Civilization (ISTAC), Malaysia

Hari itu, Jumat, 29 Mei 2015, kami mendapat kesempatan istimewa untuk mengunjungi International Institut of Islamic Tought And Civilization (ISTAC). Kampus istimewa tempat lahirnya tokoh-tokoh Islam masa kini itu terletak di tempat yang istimewa pula, Taman Duta Kuala Lumpur Malaysia. Sebagaimana diketahui, Taman Duta adalah tempat eksklusif yang biasa dihuni orang-orang kaya dan terkenal di Kuala Lumpur. Di rumah-rumah sepanjang jalan ini, sudah biasa ditemui mobil sekelas Bentley, Ferrarri, atau Lamborghini. Semua terparkir rapi di depan rumah, seolah menunjukkan kelas sang pemilik rumah.


ISTAC sendiri dibangun oleh Prof. Syekh Muhammad Naquib Al Attas, seorang Guru Besar di bidang Islamic Studies di ISTAC- IIUM Kuala Lumpur. Ulama yang lahir di Bogor pada 5 September 1931 ini mendirikan ISTAC dengan maksud untuk merevitalisasi nilai-nilai peradaban Islam dan Islamisasi ilmu pengetahuan.

Baca selengkapnya

Tuesday, April 28, 2015

Lintas Alam Semen Besuki X Tahun 2015

Akhirnya Lintas Alam Semen Besuki (LASKI) X Tahun 2015 dalam rangka hari jadi Kabupaten Kediri ke 1.211 digelar. Ajang tahunan yang menguji adrenalin para pecinta alam bebas, outdoor, dan adventure itu dilaksanakan hari Minggu, 26/4, kemarin dan diikuti oleh ribuan pecinta alam dari berbagai daerah. Selain sebagai rangkaian kegiatan menyambut hari jadi Kediri, event ini juga diadakan untuk memperkenalkan keindahan alam lereng Gunung Wilis di wilayah kecamatan Semen sampai dengan area wisata Irenggolo Desa Besuki Kecamatan Mojo.


Pukul 06.00 peserta diberangkatkan langsung oleh Bupati Kediri dr. Hj. Haryanti Sutrisno dengan mengangkat bendera start, dan disambut dengan antusias oleh ribuan peserta. Beberapa peserta malah segera berlari begitu bendera start dikibarkan, seolah tidak mau ketinggalan oleh yang lainnya. Barangkali iming-iming menjadi peserta tercepat memotivasi mereka untuk berebut menjadi yang terdepan.
Baca selengkapnya

Monday, March 16, 2015

Menjemput Mistis di Perkebunan Djengkol Kediri

Rute gowes kali ini agak istimewa, menelusuri Perkebunan Djengkol, di wilayah timur Kabupaten Kediri. Daerah ini secara geografis berada di perbatasan Kecamatan Plosoklaten dan Kecamatan Wates Kabupaten Kediri. Berada di kaki gunung Kelud, dengan kondisi topografi dominan perkebunan dan sawah penduduk.


Gerbang Masuk Perkebunan Djengkol
Anggota yang ikut kali ini tidak selengkap biasanya. Beberapa orang absen karena sakit atau alasan lainnya. Sehingga komposisi yang ada cuma diisi saya, pak Rudi, pak Rois, pak Yanuar, mas Hamim, pak Box, dan mas Munir.
Baca selengkapnya

Saturday, February 28, 2015

Mencoba Jalur Offroad di Gunung Klothok




Banyak cara untuk mengisi liburan akhir pekan. Ada yang berlibur bersama keluarga, menjalani hobi, rekreasi di tempat wisata, atau malah berolahraga. Bagi kami, hari libur adalah kesempatan untuk kembali bersepeda, mencoba rute rute yang belum pernah kami kunjungi sebelumnya.

Dan hari ini kami sepakat untuk menjajal rute yang sedikit menantang. Jika biasanya kami sekedar gowes di seputaran Selopanggung, jalur Tan Malaka, atau kawasan Lebak Tumpang, maka kali ini kami akan mencoba track di belakang gunung Klothok yang biasa dicoba oleh penggila Offroad. Tepatnya di daerah Sumber Tretes, Lebak Tumpang Kediri.

Awalnya kami bersepeda dengan santai, menyusuri kawasan bong Cino Klothok, lalu terus menyusuri jalan kampung Lebak Tumpang. Namun menjelang jalan curam mendaki di dekat markas LTCC (Lebak Tumpang Cycling Club), kami terus melaju lurus menyusuri jalan setapak.


Baca selengkapnya