Friday, September 12, 2014

Menikmati Kuliner di Musim Haji

Pada musim haji 1435 H ini mulai ramai diberitakan tentang jamaah yang berangkat ke tanah suci. Macam-macam barang bawaan mereka, mulai dari yang umum dibawa orang bepergian, sampai yang dilarang dalam penerbangan. Dalam urusan makanan, banyak juga yang sengaja membawa bekal makanan dari rumah, yang kira-kira tidak ada di tanah suci nanti. Ada sambal, terasi, mie instant, bahkan beras.

Sesungguhnya, tidak ada alasan bagi siapapun untuk takut tidak bisa makan di tanah suci nanti. Ada banyak tersedia makanan aneka rasa yang bisa dibeli di sana. Dengan mudah kita bisa menemukan indomie, mie sedap, kecap, dan lain-lain di toko pinggir jalan. Mau langsung makan? Ada banyak warung makan dadakan yang siap melayani dengan menu Indonesia banget.

Pasar di salah satu sudut kota Mekkah
Baca selengkapnya

Wednesday, September 10, 2014

Transportasi Haji di Saudi Arabia

Membaca berita tentang mogoknya bis jamaah haji di Arab Saudi, http://internasional.kompas.com/read/2014/09/07/15433741/Tiga.Bus.Jemaah.Haji.Mogok.di.Antara.Jeddah-Madinah, membuat saya teringat pengalaman menunaikan ibadah haji tahun 2008 lalu. Saat itu kami dari kloter 48 Kota Kediri juga menggunakan bis yang dicarter oleh Pemerintah Indonesia, baik itu dari Jeddah ke Mekkah, Mekkah ke Madinah, ataupun untuk transportasi sehari-hari jamaah. 

Untuk keperluan transportasi dari Maktab ke Masjidil Haram, kami memakai bis dari SAPTCO yang relatif masih baru. Bus bermerk Yutong dari China tersebut sedemikian barunya, sehingga plastik pembungkus kursinya pun masih belum dilepas. AC nya dingin, dan mesinnya pun terdengar halus. Maklum, masih baru. Waktu itu saya juga terkagum-kagum dengan fasilitas refrigerator dan water heater untuk minum jamaah. Belum lagi ada kompartemen bagasi di bawah, yang bisa dipakai tidur kru bis.

Bus SAPTCO di pelataran parkir Masjidil Haram

Baca selengkapnya

Wednesday, August 13, 2014

SPMB STAIN Kediri 2014

Sesuai kalender akademik tahun 2014, maka hari ini berlangsung Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru jalur reguler STAIN Kediri. Seleksi tersebut dilaksanakan sebagai rangkaian dari proses penerimaan mahasiswa baru, setelah sebelumnya diadakan sosialisasi dan pengenalan institusi ke berbagai sekolah.

Bertempat di Sport Center STAIN Kediri, ujian kali ini diikuti oleh 1074 calon mahasiswa baru. Jumlah ini meningkat signifikan dibanding tahun lalu, dimana hanya diikuti oleh sekitar 826 mahasiswa. Jika ditambah dengan mahasiswa yang diterima dari jalur SPAN PTAIN sebesar 726 mahasiswa dan UM PTAIN sebesar 342, maka total mahasiswa yang mendaftar dan berpeluang diterima sebanyak 2.142 mahasiswa. Jumlah tersebut belum termasuk mahasiswa asing dari Thailand yang sudah memberi konfirmasi untuk daftar ulang sebanyak 10 orang.


Baca selengkapnya

Saturday, July 26, 2014

Menikmati Mudik di Ujung Timur Pulau Jawa

Hari ini, Sabtu, 26/7/2014, saya berencana untuk menjemput Budi sekeluarga di Ketapang, Banyuwangi. Rencananya, Budi dan keluarga akan naik bis dari terminal Ubung Denpasar menuju terminal Gilimanuk di dekat pelabuhan. Baru setelah itu jalan kaki naik ferry ke Ketapang. Dari pengalaman, cara ini jauh lebih cepat daripada naik bis langsung dari Denpasar ke Jember. Karena dalam musim mudik sekarang ini, antrian kendaraan yang akan menyeberang sedemikian banyaknya, sehingga perlu waktu belasan jam untuk bisa naik kapal.

Sengaja saya berangkat agak pagi, dengan harapan bisa lebih awal tiba di Ketapang. Pun juga, hawa pagi rasanya lebih indah dinikmati ketika menembus kelokan jalan di hutan Kumitir. Karena itu, selepas sahur dan sholat subuh, saya segera memacu ertiga ke arah timur Kabupaten jember. Kali ini saya ditemani mbak Titin, Tia dan adiknya, serta istri saya.


Suasana jalan di Kumitir yang masih lengang

Baca selengkapnya

Wednesday, July 9, 2014

Pilpres, Akhir Penderitaan Panjang Masa Kampanye

Pilpres, Akhir Penderitaan Panjang Masa Kampanye

Hari ini, Rabu 9 Juli 2014, adalah moment bersejarah bagi bangsa Indonesia. Dimana untuk ketiga kalinya bangsa Indonesia memberikan suaranya untuk memilih presiden RI. Ada dua kandidat yang bertarung pada Pemilu kali ini. Yang pertama adalah pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Radjasa, dan yang kedua pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla.

Bagi banyak orang seperti saya, pemilu hari ini adalah akhir dari penderitaan panjang masa kampanye. Sudah bukan rahasia lagi bahwa di kalangan grass root terjadi gesekan yang luar biasa tajam. Saling caci, saling fitnah, saling unfriend di FB, leave group, debat berkepanjangan, dan lain-lain. Semua berlangsung secara kasar dan tidak mengenal adab. Ajang pertempuran tersebut terjadi di semua media dan sarana. Di twitter, di facebook, di whatsapp, obrolan di kantin kantor, dimana mana! Bahkan televisi pun sampai harus ditegur berkali-kali oleh KPI, karena keberpihakan yang amat menyolok pada salah satu kandidat. Metro TV yang mendukung Jokowi harus berhadap hadapan dengan TVOne dan MNC Grup (http://nasional.kompas.com/read/2014/07/04/21242261/KPI.Minta.Kemenkominfo.Evaluasi.Kelayakan.Izin.Siar.TV.One.dan.Metro.TV.)

Baca selengkapnya

Monday, July 7, 2014

Kunjungan Yang Fenomenal di Tumpakdoro

Menindaklanjuti program monitoring dan evaluasi KKN di STAIN Kediri, hari ini, Sabtu (5/7), saya berencana berkunjung lagi ke beberapa posko KKN. Bersama Dr Anis Humaidi, kami berencana mengunjungi posko KKN teratas di desa Pamongan, yaitu #KKN27 dan #KKN28. Karena posko yang akan dikunjungi terletak di daerah yang cukup terpencil, maka sengaja kami tidak memakai kendaraan roda empat. Kami lebih memilih memakai sepeda motor agar bisa melewati jalan-jalan terjal di kampung Tumpakdoro.

Setelah sekitar satu jam perjalanan naik motor, akhirnya kami sampai di desa Pamongan. Sampai disini jalanan masih cukup bersahabat. Beraspal halus dan tidak terlalu mendaki. Namun begitu sampai di dusun Karangdoro, jalanan menjadi terjal mendaki dan penuh dengan batu-batu besar. Beruntung kami cukup terbantu dengan adanya penunjuk arah ke posko KKN28, yang dibuat secara sederhana oleh mahasiswa KKN. Dari jalan utama di Karangdoro, kami berbelok ke sebuah jalan alternatif ke kiri. Jalan alternatif tersebut memang masih terjal, namun setidaknya cukup mulus karena terbuat dari beton cor.
Baca selengkapnya

Thursday, July 3, 2014

Buka Puasa Bersama Dengan Tukang Sapu dan Satpam


Ada suatu kegiatan unik yang akhir-akhir ini diadakan di STAIN Kediri, yaitu rutinan Yasin dan Tahlil. Kegiatannya biasa saja, seperti halnya yasin dan tahlil pada umumnya. Tapi menjadi unik, karena kegiatan tersebut dipelopori dan diadakan oleh para petugas kebersihan dan keamanan, yang sehari-hari bertugas di STAIN Kediri. Ustadz pembaca tahlil dan yasin dari mereka, peserta juga dari mereka sendiri. Bahkan hidangan untuk konsumsi pun dari urunan di kalangan mereka. Semua dilaksanakan secara swadaya.

Awalnya, kegiatan tersebut berjalan sebulan sekali, sejak bulan April 2014 lalu. Karena dirasa terlalu lama, frekuensinya kemudian ditingkatkan menjadi sebulan dua kali. Dan pada bulan Ramadhan ini, mereka berinisiatif untuk mengundang pihak lain, yaitu kalangan dosen dan karyawan STAIN Kediri.

Baca selengkapnya

Friday, June 27, 2014

Monitoring & Evaluasi Kuliah Kerja Nyata

Pagi ini, Kamis (26/6) saya bersama rombongan berencana untuk melakukan monitoring dan evaluasi  pelaksanaan KKN di lokasi. Rombongan terdiri dari Pak Abdullah selaku tim Ketua Tim, pak Sururi, dan saya sendiri. Berangkat dari kampus sekitar jam 10 pagi, dan langsung meluncur menuju lokasi di desa Pamongan kec Mojo.

posko 24 Pamongan

Desa Pamongan merupakan salah satu desa terpencil dan terletak di lereng gunung Wilis. Kontur wilayah yang berbukit bukit membuat beberapa lokasi KKN menjadi sulit dijangkau. Ketersediaan air bersih juga menjadi permasalahan tersendiri. Ditambah dengan sulitnya mencari pekerjaan di luar sektor pertanian, membuat banyak warga desa Pamongan memutuskan untuk mencari pekerjaan di luar desa. Umumnya mereka mengadu nasib dengan menjadi TKI di luar negeri. Sehingga yang tertinggal di desa umumnya hanya orang tua dan anak-anak.
Baca selengkapnya

Tuesday, November 6, 2012

Gajah Mada, Sadyakala Rajawangsa


Akhirnya aku berhasil mendapat buku terbaru buah tangan Langit Kresna Hariadi (LKH), Majapahit, Sadyakala Rajawangsa. Setelah sekian tahun absen dari penerbitan buku baru, buku ini seolah pengobat dahaga akan kerinduan akan karya fiksi sejarah. Bukan sekedar fiksi sejarah tentunya, karena kalau hanya fiksi sejarah, banyak buku-buku sejenis yang saat ini seolah membanjiri pasar. Yang membedakan disini tentu saja nama besar Langit Kresna Hariadi, yang menjadi jaminan kualitas buku-buku yang ditulisnya.

Dengan desain cover yang sederhana, kertas buram, font yang kecil, dan tebal 616 + viii halaman, sekilas buku ini tidak terlalu menarik. Hal ini berbeda dengan buku-buku terbitan sebelumnya yang terasa “gebyar”nya, baik itu terbitan PT Tiga Serangkai Solo atau pun terbitan LKH Production sendiri. Mungkin untuk menekan biaya produksi, atau mungkin karena LKH sekarang menggandeng PTBentang Pustaka sebagai penerbit, entahlah! 

Lalu apakah isinya nanti juga "tidak menarik" seperti halnya cover yang ditampilkan? Nanti dulu...

Baca selengkapnya

Sunday, August 5, 2012

Nikmatnya Buka Puasa di Pantai Brumbun


Mobil Panther yang kami tumpangi malam itu meraung-raung mendaki jalanan terjal, melintasi jalanan rusak dengan kemiringan yang ekstrim. 7 orang penumpangnya terguncang-guncang di dalamnya, hingga harus berpegangan erat pada kursi masing-masing. Adzan maghrib yang tinggal 30 menit lagi memaksa kami untuk tidak memperdulikan semua itu. Harapannya cuma satu, bisa sampai ke pantai Brumbun sebelum waktu buka puasa tiba. Sempat kulirik jam tanganku, waktu saat itu menunjukkan pk 17.05, hari Sabtu, 4 Agustus 2012. Berbarengan dengan hari ke 15 puasa Ramadhan 1433 H.

Keelokan pantai Brumbun dari atas bukit *

Infrastruktur jalan menuju pantai Brumbun memang rusak parah.  Di beberapa tempat malah batu-batu besar menonjol dengan lubang dalam di sisinya. Belum lagi medannya yang panas dominan dengan tanaman jagung dan ketela. Kata penduduk setempat, jalan disini dulunya lumayan bagus. Meski tidak diaspal hotmix, namun cukup baik untuk jalan kendaraan roda 4. Hanya saja, setelah ada gelombang reformasi belasan tahun silam, kondisi jalan menjadi rusak parah dan tak terpelihara.

Di tengah jalan, kami melihat sekelompok petani yang sedang memanen ketela pohon, dan menaikkannya ke atas truk. Pikir kami, enak juga ya kalau nanti malam bisa bakar ketela di pinggir pantai. Segera saja mobil kami hentikan dan menghampiri mereka. Maksud kami ingin sekedar membeli barang lima ribu rupiah. Namun ternyata mereka malah mempersilahkan kami untuk mengambil ketela semau kami, dan menolak uang yang kami sodorkan. Meski kami memaksa, mereka tetap menolaknya. Akhirnya kami membawa sekarung ketela pohon, sementara uang lima ribu itu diam-diam kami letakkan di kursi sopir truk.

Salah satu sudut muara di pantai Brumbun *
Baca selengkapnya