Monday, October 12, 2015

Menyusuri Jejak Sejarah Islam di Petilasan Air Mata Ibu

Hari telah menjelang siang, ketika kami sampai di belokan desa Buduran, kecamatan Arosbaya Bangkalan. Suasana yang panas dan kering di pertengahan musim kemarau kali ini terasa sungguh menyengat. Jalan yang sempit dan telah rusak disana sini menjadikan perjalanan menuju petilasan Aer Mata Ebuh ini menjadi agak melelahkan.
Pendopo utama makam
 
Pintu gerbang makam
Di kejauhan, terlihat pintu gerbang Petilasan Aer Mata Ebu, yang terlihat menanjak dengan puluhan anak tangganya. Nama petilasan ini tidak jauh berbeda dengan arti harfiah dari bahasa Indonesianya, yaitu Air Mata Ibu. Konon disinilah dimakamkan seorang Ratu bernama Syarifah Ambami, istri dari penguasa wilayah Madura, Raden Praseno. Sejarah mencatat, Raden Praseno lebih dikenal dengan nama Cakraningrat I, seorang raja yang hidup pada jaman keemasan kerajaan Mataram di Jawa. Syarifah Ambami sendiri masih keturunan Sunan Giri di Gresik.
Baca selengkapnya

Friday, June 12, 2015

Khlong Hae, Hatyai Floating Market

Saat berkunjung ke Hatyai, Thailand selatan, sekali waktu sempatkan berkunjung ke Hatyai Floating Market. Dari namanya, kita tentu bisa menebak bahwa itu adalah pasar terapung yang menjual berbagai macam barang. Dan tebakan itu memang tidak salah.

Hatyai floating market adalah pasar terapung seperti halnya pasar sejenis di sungai Lok Bintan Martapura, atau juga yang ada di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Hanya bedanya, pasar terapung di Hatyai lebih menyerupai atraksi wisata dan pusat wisata kuliner ketimbang pasar dengan transaksi jual beli sehari-hari.

floating market, dilihat dari jembatan
Baca selengkapnya

Friday, May 29, 2015

Berkunjung ke International Institute of Islamic Tought And Civilization (ISTAC), Malaysia

Hari itu, Jumat, 29 Mei 2015, kami mendapat kesempatan istimewa untuk mengunjungi International Institut of Islamic Tought And Civilization (ISTAC). Kampus istimewa tempat lahirnya tokoh-tokoh Islam masa kini itu terletak di tempat yang istimewa pula, Taman Duta Kuala Lumpur Malaysia. Sebagaimana diketahui, Taman Duta adalah tempat eksklusif yang biasa dihuni orang-orang kaya dan terkenal di Kuala Lumpur. Di rumah-rumah sepanjang jalan ini, sudah biasa ditemui mobil sekelas Bentley, Ferrarri, atau Lamborghini. Semua terparkir rapi di depan rumah, seolah menunjukkan kelas sang pemilik rumah.


ISTAC sendiri dibangun oleh Prof. Syekh Muhammad Naquib Al Attas, seorang Guru Besar di bidang Islamic Studies di ISTAC- IIUM Kuala Lumpur. Ulama yang lahir di Bogor pada 5 September 1931 ini mendirikan ISTAC dengan maksud untuk merevitalisasi nilai-nilai peradaban Islam dan Islamisasi ilmu pengetahuan.

Baca selengkapnya

Tuesday, April 28, 2015

Lintas Alam Semen Besuki X Tahun 2015

Akhirnya Lintas Alam Semen Besuki (LASKI) X Tahun 2015 dalam rangka hari jadi Kabupaten Kediri ke 1.211 digelar. Ajang tahunan yang menguji adrenalin para pecinta alam bebas, outdoor, dan adventure itu dilaksanakan hari Minggu, 26/4, kemarin dan diikuti oleh ribuan pecinta alam dari berbagai daerah. Selain sebagai rangkaian kegiatan menyambut hari jadi Kediri, event ini juga diadakan untuk memperkenalkan keindahan alam lereng Gunung Wilis di wilayah kecamatan Semen sampai dengan area wisata Irenggolo Desa Besuki Kecamatan Mojo.


Pukul 06.00 peserta diberangkatkan langsung oleh Bupati Kediri dr. Hj. Haryanti Sutrisno dengan mengangkat bendera start, dan disambut dengan antusias oleh ribuan peserta. Beberapa peserta malah segera berlari begitu bendera start dikibarkan, seolah tidak mau ketinggalan oleh yang lainnya. Barangkali iming-iming menjadi peserta tercepat memotivasi mereka untuk berebut menjadi yang terdepan.
Baca selengkapnya

Monday, March 16, 2015

Menjemput Mistis di Perkebunan Djengkol Kediri

Rute gowes kali ini agak istimewa, menelusuri Perkebunan Djengkol, di wilayah timur Kabupaten Kediri. Daerah ini secara geografis berada di perbatasan Kecamatan Plosoklaten dan Kecamatan Wates Kabupaten Kediri. Berada di kaki gunung Kelud, dengan kondisi topografi dominan perkebunan dan sawah penduduk.


Gerbang Masuk Perkebunan Djengkol
Anggota yang ikut kali ini tidak selengkap biasanya. Beberapa orang absen karena sakit atau alasan lainnya. Sehingga komposisi yang ada cuma diisi saya, pak Rudi, pak Rois, pak Yanuar, mas Hamim, pak Box, dan mas Munir.
Baca selengkapnya

Saturday, February 28, 2015

Mencoba Jalur Offroad di Gunung Klothok




Banyak cara untuk mengisi liburan akhir pekan. Ada yang berlibur bersama keluarga, menjalani hobi, rekreasi di tempat wisata, atau malah berolahraga. Bagi kami, hari libur adalah kesempatan untuk kembali bersepeda, mencoba rute rute yang belum pernah kami kunjungi sebelumnya.

Dan hari ini kami sepakat untuk menjajal rute yang sedikit menantang. Jika biasanya kami sekedar gowes di seputaran Selopanggung, jalur Tan Malaka, atau kawasan Lebak Tumpang, maka kali ini kami akan mencoba track di belakang gunung Klothok yang biasa dicoba oleh penggila Offroad. Tepatnya di daerah Sumber Tretes, Lebak Tumpang Kediri.

Awalnya kami bersepeda dengan santai, menyusuri kawasan bong Cino Klothok, lalu terus menyusuri jalan kampung Lebak Tumpang. Namun menjelang jalan curam mendaki di dekat markas LTCC (Lebak Tumpang Cycling Club), kami terus melaju lurus menyusuri jalan setapak.


Baca selengkapnya

Monday, January 5, 2015

Ikut upacara yukk......!

Rasanya saya sudah gak ingat, kapan terakhir ikut upacara. Entah itu tujuh belasan, hari Amal Bakti Depag, atau yang lainnya. Sekedar apel pun jarang sekali aku ikut. Terakhir ikut mungkin pas aku prajab tahun 2000 dulu, di Malang. Setelah itu, nyaris sama sekali tidak bersentuhan dan hal-hal sedemikian.

Tapi tanggal 3 Januari 2015 kemarin ada hal yang luar biasa. Bertepatan dengan Hari Amal Bakti Kementerian Agama, maka seluruh instansi Kemenag diwajibkan melaksanakan upacara bendera. Tidak perduli hari itu bertepatan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW, yang berarti tanggal merah, semua PNS Kemenag wajib ikut. Dress code nya pun sudah ditentukan, pakaian putih bawah hitam dan memakai kopiah. Kata yang bikin undangan, itu sudah dress code baku dari Jokowi.

Baca selengkapnya

Saturday, December 27, 2014

Dua Hari Yang Luar Biasa di Songa Adventure


Hujan mengguyur tubuh kami, memaksa kami berlarian ke emperan rumah di pinggir jalan. Pasar desa Gending terlihat gelap. beberapa lampu jalan tidak mampu menerangi kepekatan malam. Secara bergiliran, kami dijemput dengan angkutan pedesaan menuju base camp Songa Bawah, sekitar 200 meter dari tempat kami berada. Tidak terlalu jauh memang. Namun gelapnya malam dan jalan makadam yang licin memaksa kami berpikir ulang jika ingin berjalan kaki memintasinya.

Base Camp Songa Bawah

Baca selengkapnya

Saturday, December 13, 2014

PBSK tour to STAIN Purwokerto

Berawal dari keinginan beberapa teman untuk latihan bersama di luar kota, maka akhirnya jadi juga PBSK (Persatuan Bulutangkis STAIN Kediri) berkunjung ke STAIN Purwokerto. Awalnya agak susah mengkoordinir teman-teman yang berminat ikut, mengingat jauhnya tempat yang akan dikunjungi, kesibukan keluarga, dll. Belum lagi menjelang akhir tahun gini biasanya ada saja kesibukan yang harus di selesaikan.

Rencananya, kami berangkat dengan KA Logawa, dengan starting point di stasiun Nganjuk jam 11.32. Jika lancar, maka kereta dijadwalkan tiba di Purwokerto jam 18.20. Sementara pulangnya nanti kami akan naik KA Kahuripan, relasi Bandung – Kediri. Karena KA Kahuripan tidak melewati Purwokerto, maka kami akan naik dari stasiun Maos, sekitar 40 km dari Purwokerto.

Dengan menaiki bis kampus, sekitar pukul 11.00 kami tiba di stasiun Nganjuk. Masih ada waktu beberapa saat sebelum kereta tiba, yang kami manfaatkan untuk sekedar ngopi dan berbincang di warung depan stasiun. Kami juga sempatkan untuk sholat Dhuhur dan Ashar berjamaah di musholla stasiun, tepat beberapa menit sebelum kereta datang.
di emperan stasiun Nganjuk

Baca selengkapnya

Friday, September 12, 2014

Menikmati Kuliner di Musim Haji

Pada musim haji 1435 H ini mulai ramai diberitakan tentang jamaah yang berangkat ke tanah suci. Macam-macam barang bawaan mereka, mulai dari yang umum dibawa orang bepergian, sampai yang dilarang dalam penerbangan. Dalam urusan makanan, banyak juga yang sengaja membawa bekal makanan dari rumah, yang kira-kira tidak ada di tanah suci nanti. Ada sambal, terasi, mie instant, bahkan beras.

Sesungguhnya, tidak ada alasan bagi siapapun untuk takut tidak bisa makan di tanah suci nanti. Ada banyak tersedia makanan aneka rasa yang bisa dibeli di sana. Dengan mudah kita bisa menemukan indomie, mie sedap, kecap, dan lain-lain di toko pinggir jalan. Mau langsung makan? Ada banyak warung makan dadakan yang siap melayani dengan menu Indonesia banget.

Pasar di salah satu sudut kota Mekkah
Baca selengkapnya